
Kemarin othor seharian sibuk, sampai nulisnya udah kemalaman. Mata udah ngantuk dengan kondisi kelelahan, makanya banyak othor selipkan lirik lagu yang puanjang, tapi artinya ngena kok sama situasi hati Nathan dan Nita 😁😁😁
Okelah, mau buat yang tegang-tegang dulu.
Happy Reading.
Deg!
Nathan benar-benar belum bisa mencerna dengan kabar di telepon itu.
"Halo! Maksudnya istri saya sedang melakukan pemeriksaan di ICU atau bagaimana?"
Tut ... Tut ... Tut ...!
"HALO!! HALO!"
Nathan melihat panggilan sudah berakhir, di layarnya tertera detik panggilan yang tidak terjadi sampai 1 menit.
Kembali Nathan menelepon nomer sang istri tapi tidak ada yang mengangkatnya.
"Sayang, kamu kemana kok gak angkat teleponku?"
Nathan mencoba lagi dan lagi, akhirnya panggilan itu di angkat.
"Halo, sayang ka ....!"
"Halo, maaf Dokter Nita sedang di tangani di ruang ICU, sebaiknya anda segera ke rumah sakit sekarang!"
Tubuh Nathan tiba-tiba membeku seketika, mendengar berita yang sangat mengejutkannya di pagi buta itu.
Seseorang meneleponnya dan mengatakan bahwa istrinya masuk ruang ICU, lalu apa yang sebenarnya terjadi dengan Nita.
"Ti .... Tidak mungkin!" Nathan masih mencerna apa yang terjadi.
"Nita sedang berada di ruang ICU? tidak mungkin!!"
Dia melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur, kemudian mengambil baju di lemari dan segera mengganti piyama dengan baju itu. Pria itu meremas rambutnya frustrasi.
Dia memang belum bertukar pesan dengan Nita setelah tadi malam mengantarkan nya ke rumah sakit karena Nathan langsung tertidur setelah sampai rumah sambil mendengarkan lagu di Music Box.
Dengan wajah kusut bangun tidur, karena hanya mencuci muka, rambut berantakan tidak di sisir dan juga Nathan tidak sempat menyikat giginya, tapi dia sudah menggunakan obat kumur listerin agar napasnya segar.
Nathan bergegas mencari kunci mobil dan tidak lupa menyambar ponselnya di atas tempat tidur.
Nathan berusaha tenang, tapi rasanya dia tetap tidak bisa, apalagi kabar bahwa sekarang istrinya itu masih di tangani di ruang ICU, sebenarnya apa yang terjadi? Apakah ada masalah dengan kehamilan Nita, ataukah terjadi sesuatu yang fatal hingga Nita bisa masuk ke dalam ruangan itu.
Mendengar kata ICU tentu saja pikirannya sangat buruk karena siapapun yang masuk ke Ruang ICU pasti tahu seperti apa kondisi pasien itu, ICU biasanya hanya untuk perawatan bagi orang-orang yang sakit parah. Ada banyak kondisi dan situasi berbeda yang membuat seseorang perlu dirawat di ICU, seperti mengidap penyakit serius, mengalami kecelakaan, atau baru saja menjalani operasi. Mereka yang mengalami kerusakan organ juga memerlukan perawatan intensif.
Dengan terburu-buru Nathan langsung melajukan mobilnya sedikit kencang, karena matahari belum kelihatan waktu masih menunjukkan pukul Lima pagi, jalanan di depan masih tampak sepi.
Hanya ada satu dua mobil yang lewat, membuat Nathan bisa menambah kecepatan mobilnya. Kondisi Nathan benar-benar sudah tidak karuan. Wajahnya terlihat panik dan gusar, napasnya pun tidak beraturan karena berita tersebut.
Jantungnya berdegup kencang dan tubuhnya yang masih shock, Nathan mengendarai mobilnya di atas rata-rata, pikirannya sangat tidak tenang, bagaimanapun juga kabar dari istrinya dan calon babynya yang saat ini tengah berada di ICU membuatnya tidak bisa berpikir jernih.
Mobil SUV itu memasuki halaman rumah sakit dan berhenti di depan instalasi gawat darurat. Nathan langsung membuka sabuk pengaman nya dan langsung keluar dari dalam mobil dengan tergesa-gesa.
Nathan berlari menuju ke ruang ICU yang sudah dia tahu di mana letaknya, dulu Silvia juga pernah masuk ke dalam ruangan itu, ruangan yang letaknya hanya dua belokan dari meja resepsionis tiba-tiba terasa amat jauh.
Padahal Nathan sudah berlari agar segera sampai di mana istri dan calon bayinya berada. Napas Nathan memburu seiring matanya yang buram karena cairan bening yang sedari tadi ia tahan tiba-tiba menyeruak begitu saja saat Melia lampu indikator di atas pintu ruang ICU itu menyala.
Ada seorang perawat melintas di depan ruangan itu, Nathan bergegas menghampirinya.
"Suster! Siapa yang berada di dalam sana? Dokter Nita atau ... !"
"Mohon tenang dulu Pak, apa bapak ini suaminya dokter Nita?" Nathan mengangguk cepat.
"Iya, dok, saya suaminya, apakah di dalam sana ada istri saya?" tunjuk Nathan ke arah pintu yang masih tertutup di depannya.
Jantung nya kini berdegup tidak beraturan, takut kalau ternyata apa yang akan di katakan oleh perawat itu sesuatu hal yang tidak ingin Nathan ketahui.
"Dokter Nita sudah keluar sejak tadi, karena kondisinya sudah stabil, sekarang beliau ada di lantai dua ruang VVIP, Pak," jawab suster tersebut.
Nathan bisa bernapas lega setelah mendengar istrinya sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP. Nathan segera bergegas menuju lift untuk naik ke lantai dua di mana istrinya berada.
Nathan masih bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi dengan Nita? Apakah Nita terjatuh dari tangga atau karena apa?
Pintu lift terbuka tidak sampai lima menit, Nathan langsung keluar dengan sedikit berlari menuju ruangan yang ada di paling sudut itu.
"Sayang! Nita!" seru Nathan saat membuka pintu kamar VVIP tersebut.
Nampak Nita tengah berbaring di tempat tidur dan masih memejamkan matanya. Nathan langsung berlari memeluk istrinya dan menumpahkan segala tangisan yang sejak tadi ingin tumpah.
"Sayang! Bangun, kamu kenapa?" Nathan mencoba untuk membangun kan sang istri, menepuk pelan pipinya hingga sedikit menggoyangkan bahu Nita.
Nita belum juga bangun, mungkin masih dalam pengaruh obat bius hingga istrinya itu masih terlelap.
"Sayang, tolong jangan seperti ini, kamu baik-baik saja, kan? Apa yang terjadi padamu?" Nita masih tidak bergeming. Membuat Nathan semakin frustasi.
'Sabar Nathan!! Nita mungkin masih dalam pengaruh obat!' batin Nathan berusaha menguasai dirinya agar tidak berteriak memanggil dokter untuk segera memberitahu apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya.
"Surprise!!!"
Nathan terkejut saat melihat Nita yang tiba-tiba bangun dan membuka selimutnya. Ada beberapa macam jenis bunga yang ternyata tersimpan di balik selimut itu.
"Sayang? Apa ini? Kamu?" Nita tiba-tiba memeluk suaminya erat, membuat Nathan bingung dengan situasi yang terjadi.
"Happy Birthday yang ke 29 tahun, suamiku!" seru Nita tersenyum lebar.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan beberapa orang masuk ke dalam sambil membawa kue ulang tahun berbentuk mobil. Nathan melotot tidak percaya pada orang-orang yang datang ke ruangan itu.
Ada Aris, Rara, Azam, dan yang paling membuat Nathan tidak percaya adalah dengan kedatangan kedua orang tuanya.
"Sayang, ini tidak lucu, ya??"