
Happy Reading.
Silvia menegang seketika, hatinya seperti di remas ketika mendengar ucapan Nathan yang menginginkannya bertemu dengan Nita. Apakah Nathan tidak mempunyai rasa kasian sedikitpun terhadapnya? apakah cinta yang selama ini pernah ada menghilang begitu saja?
"Nathan, apakah kamu tidak merasa kasian padaku? bagaimana kamu menyuruhku bertemu dengan istrimu? bagaimana kalau dia nanti cemburu dan menyakitiku? hiks!" Silvia mengusap air matanya yang sejak tadi sudah menggenang di pelupuk mata, hatinya terasa begitu sakit dan perih. Ia tahu kalau Nathan masih sakit hati padanya karena mengetahui hubungan one night stand-nya dengan beberapa pria ketika di Italia dulu, tapi semua itu ia lakukan karena Silvia merasa kesepian, stres dan butuh kehangatan. Bukan karena dia telah menduakan hatinya dari Nathan.
Apakah Nathan tidak mengerti bahwa hubungan jarak jauh mereka yang membuatnya melakukan hal tersebut.
"Justru karena aku kasian padamu, Silvia! makanya aku akan membawamu bertemu dengan Nita dan meminta bantuannya agar kamu bisa mendapatka uang yang kamu butuhkan," jawab Nathan mulai kesal.
Apakah Silvia mengira kalau Nita adalah tipe wanita yang suka marah-marah dan pendendam? Nathan benar-benar tidak habis pikir dengan otak wanita yang pernah menjadi kekasihnya itu, menurut Nathan terlalu kekanakan.
"Ta-tapi, aku malu!" Silvia menunduk, dan hal itu semakin membuat Nathan menggelengkan kepalanya.
"Silvia, aku sangat lelah dan ingin segera menemui istriku, jadi aku menawari bantuan sekali lagi, ikut masuk ke dalam dan bertemu dengan istriku, atau pulanglah karena ini sudah sangat larut," ujar Nathan sudah terlihat sedikit emosi.
Kalau saja tidak memikirkan kondisi wanita di depannya ini, dan kondisinya sedang dalam kondisi yang tidak baik, sudah di pastikan Nathan tidak akan meladeni Silvia lagi Dia lebih memilih masuk ke dalam rumah dan memeluk Nita.
Sedangkan Silvia sendiri benar-benar tidak ingin bertemu dengan Nita, masih ada rasa marah dan benci terhadap wanita itu. Dia adalah wanita yang telah merebut posisinya di hati Nathan.
'Kalau saja aku tidak sakit dan Nathan tidak tau bahwa aku pernah tidur dengan pria lain, sudah ku pastikan Nathan akan menjadi suamiku, bukan suami wanita tidak tahu diri itu!'
Silvia tidak tahu saja kalau Nathan meninggalkan nya karena memang pria itu sangat mencintai Nita, bukan karena merasa terkhianati.
"Karena kau diam, aku akan masuk, pulanglah!" Nathan melangkah lebar meninggalkan Silvia dan langsung masuk ke dalam rumah.
Sedangkan Nita bernapas lega saat melihat suaminya meninggalkan mantan kekasihnya itu tanpa ada adegan pelukan atau elusan lembut di rambut Silvia. Ya, sejak tadi sebenarnya Nita sudah menyaksikan percakapan kedua orang itu dari lantai atas, tepatnya di balik jendela kamarnya yang memang mengarah langsung ke halaman depan rumah tersebut.
"Aku harus berpura-pura sudah tidur," Nita berlari ke arah ranjang dan langsung masuk ke dalam selimut. Tidak lama setelah itu pintu kamar terbuka, Nita bisa mendengar derap langkah dari sepatu Nathan yang berjalan ke arahnya.
Nathan duduk di sisi ranjang dan tersenyum ketika melihat istrinya sudah terlelap.
'Aaaakk, rasanya pengen buka mata dan meluk dia, akun juga kangen, tau!' jerit Nita dalam hati.
Nita bisa merasakan bibirnya basah dan hangat, Nathan menciumnya! rasanya jantung Nita melompat dari tempatnya. Masih memejamkan matanya, Nita bisa merasakan pergerakan di sisi ranjang, sepertinya Nathan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah mendengar suara pintu tertutup, Nita baru bisa membuka matanya.
"Kenapa juga harus pura-pura tidur, bego banget sih gue! terus gimana donk kalau Nathan taunya gue tidur beneran? padahal gue kangen banget dan masih pengen ngobrol panjang! aakk! kenapa otak gue setelah nikah jadi bego sih, kemana Nita yang penuh percaya diri seperti dulu, sekarng cuma dapet ciuman gitu aja udah klepek-klepek!"
"Sayang, kamu udah bangun? kamu bicara sama siapa?" Nita langsung menoleh ke arah sumber suara dan langsung melototkan matanya.
'Sial, Nathan udah selesai mandi! Akhh malu!!'
"Ehmm,, aku gak ngomong sama siapa-siapa, tadi tuh aku terbangun karena tanganku di gigit nyamuk! hehe, dan tadi aku ngedumel sama nyamuk itu!"
Alasan klasik yang sedikit masuk akal!
Nathan tersenyum dan berjalan ke arah sang istri, Nita langsung memalingkan wajahnya ketika suaminya berada di sampingnya hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya..
"Aku kangen banget, baru sehari jauh dari kamu tapi rasanya udah kaya berhari-hari," ujar Nathan langsung memeluk Nita dan membawa wanita itu ke dada bidangnya.
Meski merasa kaget karena pipi kirinya menempel penuh pada dada bidang sang suami, tapi wanitu itu cepat membalas pelukan Nathan dengan erat. Rasanya begitu bahagia saat medengarkan detak jantung Nathan yang berdetak lebih cepat.
"Aku juga kangen banget sama kamu!"
Bersambung.
Nita mulai berani nunjukin perasaan nya nih☺️