
Happy reading.
Aris mendatangi kamar rawat khusus yang Silvia tempati. Mungkin dirinya memang hanya bermaksud untuk membantu sahabatnya itu dan bermaksud balas budi, tapi kalau Silvia merengek terus untuk selalu di temani olehnya setiap saat tentu saja Aris tidak bisa.
Silvia melihat Aris yang masuk ke dalam ruangannya, wanita itu tersenyum dengan bibir yang pucat, bahkan sekarang Silvia sudah memakai topi rajut untuk menutupi kepalanya karena rambutnya sudah semakin menipis. "Aris, lo udah dateng, gue nunggu sejak tadi pagi, inikan weekend, masa lo kerja juga? gak kan?" ucap Silvia terkekeh.
Dia merasa senang karena telah di pertemukan dengan Aris kembali, di putuskan oleh Nathan membuat Silvia sakit hati, tapi setelah bertemu dengan Aris, sahabatnya di masalalu membuat Silvia seakan memiliki gairah untuk hidup kembali, apalagi saat Aris menawarkan bantuan ketika mengetahui penyakit yang di derita olenya.
Aris duduk di kursi samping ranjang Silvia dan meletakkan keranjang buah-buahan yang tadi ia bawa di atas nakas. "Gue sibuk yang lain, bukan melulu soal pekerjaan aja yang harus di lakukan, kan," jawab Aris yang sudah mengambil satu apel merah yang dibawanya tadi. Dengan telaten Aris mengupas apel tersebut dengan pisau yang sudah disiapkan olehnya.
Silvia tersenyum saat Aris menyuapkan satu potongan apel ke mulutnya, hatinya berdesir dan jantungnya berdetak kencang. Ada rasa haru yang menelusup di relung hatinya yang paling dalam, sungguh dia sudah lama tidak mendapatkan perhatian seperti ini setelah Nathan memutuskannya. Tepatnya sejak mantan istri Nathan kembali dan pria itu mengacuhkannya. Ah, hati Silvia merasa sedikit sakit saat melihat Nathan lebih memilih kembali pada mantan istrinya itu.
"Aaakk...!!" Silvia membuka mulutnya kembali saat Aris menyodorkan potongan apel itu lagi, sekarang sepertinya sudah ada penyembuh luka di hatinya yaitu pria di depannya saat ini, sahabat masa SMA nya dulu.
"Silvi, sebenarnya gue ke sini mau mengatakan sesuatu sama lo," ucap Aris membuat Silvia menatapnya serius.
Silvia ingat dulu dia dan Aris kehilangan komunikasi saat mereka sudah sama-sama masuk kuliah. Silvia bertemu dengan Nathan dan melupakan sahabatnya itu karena mereka memang beda fakultas. Saat itu Aris dikabarkan sudah memiliki kekasih dan Silvia juga sedan PDKT dengan Nathan.
"Mungkin setelah ini gue bakalan jarang nemenin lo lagi, maaf," ucap Aris.
Silvia masih mempertahankan senyumannya. "Gue tau lo pasti sibuk bangett kan, gue gak apa-apa kok, yang penting kalai lo udah gak sibuk, lo ke sini nemenin gue," ujar Silvia.
"Gak Sil, gue sibuk karena sebentar lagi gue mau nyiapin rencana pernikahan sama kekasih gue, beberapa waktu ini gue udah nemenin lo, kan? lagian masih ada Ayu yang bisa jaga lo, jadi di sini gue pamit, semoga lo cepat sehat. Besok kalau lo udah sembuh, gue harap bisa dateng ke acara nikahan gue, oh, ya dan juga masalah pengobatan lo, gue udah transfer ke rekening lo dalam jumlah yang gak sedikit, insyaAllah bisa buat biaya kemoterapi lo sampe penyembuhan, semua udah gue serahin ke Ayu," ucap Aris dengan wajah serius.
Sedangkan Silvia tidak terasa telah meneteskan air matanya kala mendengar bahwa Aris sudah memiliki kekasih bahkan akan segera menikah. Aris bisa melihat raut kesedihan dan juga kekecewaan yang dalam dari mata Silvia,
'Setidaknya gue udah gak punya hutang lagi ma dia' batin Aris
Bersambung.