
Happy Reading.
Nita membuka matanya dan mendapati dada bidang Nathan yang terekspos sempurna.
Seulas senyum Nita, menatap wajah tampan sang suami yang terlihat semakin tampan saja sejak resmi menceraikan nya Lima tahun lalu.
"Gak nyangka kalau bisa jadi istri kamu lagi. Lihatlah, Nathan yang sekarang suka sekali tidur gak pake baju!" lirih Nita memandang wajah Nathan dan beralih ke dadanya.
"Keras kek gini udah sejak dulu atau di saat dia udah tua, ya?" gumam Nita sambil menusuk perut Nathan yang memang keras dan ada garis-garisnya kotak. Dulu dia selalu memalingkan wajahnya saat Nathan bertelanjang dada ketika selesai mandi.
Bahkan dia lebih sering keluar kamar setelah menyiapkan pakaian Nathan kala itu.
"Belum lama, sayang, sekitar dua tahunan ini karena aku rajin oleh raga," Nita terkejut saat mendapati pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu ternyata sudah bangun.
" Hehe, kamu udah bangun? Sejak Kapan?" tanya Nita canggung.
"Sejak tadi saat kamu menusuk perutku," Nita menarik tangannya dan langsung menjauh dari tubuh Nathan.
Tapi Nathan langsung menahan tubuh sang istri dengan tangan nya.
"Aku mau ke kamar mandi, Nathan!"
"Morning kiss dulu," Nathan memajukan wajahnya dan langsung mencium bibir Nita.
"Udah, aku malu, baru bangun juga!" ucap Nita yang melihat suaminya akan menciumnya lagi.
Nathan terkekeh saat Nita mendorong tubuhnya untuk meloloskan diri. Istrinya itu sungguh sangat menggemaskan.
"Kenapa sih, yank! Cuma cium doank, gak minta lebih kok!"
"Cium-cium! Malu belum sikat gigi!"
Nita memutuskan untuk segera bangun dan ke kamar mandi, dia tidak suka kalau Nathan menggodanya seperti ini. Ternyata sifat Nathan yang sejak dulu tidak pernah berubah yaitu suka sekali menggodanya.
Meskipun dulu Nathan menggoda hanya sewajarnya, tapi sekarang pria itu lebih berani lagi karena mungkin perasaan cinta yang kini sudah bersemayam di hatinya.
"Aku ke dapur dulu, ya, mandi pake shower, kan?" ucap Nita saat ia keluar dari dalam kamar mandi.
"Iya, kalau berendam gak sama kamu, gak mau, males!" Nita melotot kan matanya mendengar ucapan sang suami.
"Kenapa sekarang kamu suka sekali berucap mesum, sih? Siapa yang ngajarin!" seru Nita berkacak pinggang.
Nathan terkekeh dan memeluk pinggang istrinya. "Aku gak mesum, sayang."
"Tapi suka banget godain!"
"Godain istri sendiri, wajar kan? Biar kamu tahu kalau aku tuh sayang dan cinta banget sama kamu, makasih ya sayang?" ucap Nathan menempelkan tubuh mereka dengan menarik pinggang Nita agar semakin menempel.
"Makasih untuk apa?" tanya Nita.
Nathan mencium bibir Nita kembali, entah kenapa setelah halal pria itu senang sekali menyambar bibir Nita yang menjadi candu.
"Terima kasih karena memberiku kesempatan berdua, aku bahagia sekali!" jawab Nathan tersenyum.
####
"Eh, Nyonya, jangan! Nanti Bik Sum di marahi sama Tuan Nathan," jawab Bik Sum merebut pisau Nita yang akan di gunakan mengupas bawang.
"Bik, aku cuma pengen bikin sarapan untuk Nathan, pengen jadi istri yang baik," ujar Nita dengan tatapan penuh permohonan.
Dulu saat pernikahan pertama mereka, Nita selalu memasak makanan untuk suaminya sendiri. Memang dulu belum ada asisten rumah tangga karena Nita dan Nathan memilih untuk membersihkan rumah mereka sendiri tanpa campur tangan orang lain.
Jadi untuk urusan memasak pun Nita melakukannya sendiri. Sebenarnya Mama sudah mempersiapkan salah satu asisten rumah tangga nya untuk Nathan dan Nita. Tetapi mereka tidak ingin ada yang tahu tentang pernikahan kontrak mereka waktu itu.
Tentu saja kontrak pernikahan satu tahun tidak pernah ada yang mengetahuinya selain Rara.
"Baik, Nyah, nanti kalau Tuan Nathan marah ..."
"Aku yang akan membela Bik Sum, jadi Bibik tenang aja," ucap Nita meminta kembali pisaunya.
Akhirnya karena tidak mau membantah majikan barunya yang keras kepala, Bik Sum menyerahkan pisau yang berada di tangan nya.
"Nyonya Nita beda banget, ya, sama kekasih Tuan Nathan yang dulu, kalau yang dulu itu gak pernah mau ke dapur, suka merintah, songong banget pokoknya, ups!" Bik Sum langsung menutup mulutnya karena keceplosan menceritakan tentang mantan Nathan yang di yakini oleh Nita adalah Silvia.
"Maaf ya, Nyonya, bibik gak bermaksud," ucap Bik Sum menyesal.
"Gak apa-apa, bik, aku juga tahu kalau Nathan emang punya kekasih," ucap Nita tersenyum.
'Apa dulu Silvia sering ke rumah Nathan?'
####
Nathan dan Nita sudah kembali beraktivitas seperti biasanya. Nita sudah rapi dengan snelli nya dan Nathan juga sudah siap untuk menghadiri rapat yang membahas masalah keuangan perusahaan mereka.
Setelah sarapan tadi pagi yang di masak sendiri oleh Nita, akhirnya kedua pasangan suami istri itu berangkat kerja bersama.
Nita melihat ponselnya yang sejak semalam belum ia buka sama sekali. Selama tiga hari ini Nathan memang tidak memperbolehkan Nita maupun dirinya bermain ponsel kalau tidak ada hal yang penting.
Pria itu benar-benar ingin menikmati masa pengantin baru bersama sang istri, walaupun sebenarnya sudah bukan pengantin baru lagi.
Mungkin sebutan yang pantas untuk mereka adalah 'Pasangan yang membuka lembaran baru dengan perasaan cinta yang sesungguhnya'
Karena pernikahan mereka yang awal terjadi bukan karena berdasarkan cinta, maka Tuhan seakan membuat keduanya sadar bahwa sebenarnya takdir mereka adalah bersama.
Nita melihat beberapa pesan dari para sahabatnya dan juga beberapa pasien yang sekedar bertanya mengenai masalah kesehatan mereka.
Tapi ada satu nama yang membuatnya sedikit penasaran. Ya, pesan dari Daniel. Sepupu yang tidak ada hubungan darah dengannya sama sekali.
'Apabila semuanya memang harus cukup sampai di sini, apabila kebahagiaan kamu memang bersama dia, aku rela! Aku ikhlas, asalkan kamu benar-benar bahagia, aku akan kembali ke Singapura, bersama luka-luka ini, aku tahu kalau memang tidak sepantasnya aku mengharapkan mu, selamat tinggal Nita, aku pergi untuk menghapus dan menyembuhkan luka hati, aku pastikan akan kembali lagi saat hati ini sudah sembuh!'
Nita tersenyum setelah membaca beberapa kalimat dari Daniel. Sifatnya yang memang terkadang dewasa bisa mengambil keputusan yang paling menyakitkan sekaligus.
"Mudah-mudahan kamu bisa mendapatkan jodoh yang terbaik, Daniel!"
Bersambung.