My Ex Wife

My Ex Wife
Kakek Abimanyu



Happy Reading.


Nita dan Nathan sudah sampai di kediaman kakek Abimanyu, mereka langsung di sambut oleh senyum merekah dari mantan dokter spesialis bedah tersebut. "Kakek, aku kangen bangett!" Nita memeluk kakeknya.


Sudah lama mereka tidak bertemu, terakhir kali mungkin pada waktu pernikahan mereka.


"Kalau kamu kangen kakek, kenapa tidak pernah main ke sini? kakek selalu kesepian," ucap Kakek Abimanyu.


"Nita sibuk, Nathan juga sibuk, oh ya kek, Nita mau ke depan dulu," ucap Nita.


"Ya udah sana, Kakek mau ganti baju dulu," Nita dan Nathan keluar dari dalam kamar kakek dan berjalan ke arah ruang keluarga.


Aris dan Rara datang tiga puluh menit kemudian setelah kedatangan Nathan dan Nita. Dan hal itu tentu saja membuat Aris dan Rara sedikit terkejut ketika melihat Nathan dan Nita ada di rumah kakek Abimanyu.


"Bre, kok lo bisa di sini?" tanya Aris pada Nathan yang sedang duduk di sofa di sebelah Nita.


"Bisa dong, ini kan rumah kakeknya istri gue, nah kalau lo ngapain ke rumah Kakek Abimanyu?" tanya Nathan yang juga penasaran.


"Gue ada urusan sama Rara buat ketemu kakek, kebetulan sekali pas tadi kakek juga mau ketemu Rara, iya kan, sayang?" Rara hanya mengangguk.


"Jadi semuanya udah kelar, kan? masalah Silvia?" Nita menatap Aris meminta jawaban.


"Udah, gue udah tegasin sama Silvia dan gue juga udah cerita semuanya sama Rara," jawab Aris merangkul Rara dan menatap wanita yang di cintai nya itu.


"Eh, kalian semua akhirnya datang, ayo kita ngobrol-ngobrol dulu, silahkan duduk Nak Aris, Rara kok gak di suruh duduk temennya itu? masa mau pelukan terus?" tiba-tiba kakek Abimanyu datang dari arah belakang, membuat Aris melepaskan tangannya dari bahu Rara.


Nathan dan Nita menahan tawa ketika melihat sahabatnya itu ketahuan kakek karena memeluk Rara posesif.


Rara mengajak Aris duduk di sofa sebrang meja berhadapan dengan Nathan dan juga Nita. Aris merasa sedikit gugup saat kakek Abimanyu berjalan ke arah sofa tunggal dan duduk di sana dengan sangat berwibawa. Apalagi tadi telah berbuat lancang kepada cucunya.


Mantan Dokter bedah yang sudah berumur tujuh puluh tahunan itu masih terlihat sangat sehat, tatapan matanya terlihat begitu hangat.


Nita dan Nathan saling melirik, sepertinya mereka tahu dengan kedatangan kedua pasangan yang duduk di hadapan mereka saat ini, apalagi melihat kegugupan Aris yang begitu kentara.


"Aris sudah maju satu langkah," bisik Nita ke telinga suaminya.


Aris menelan salivanya ketika mendengar ucapan kakek, dia tidak menyangka kedatangan nya yang berencana ingin melamar dan meminang Rara malah terjadi di saat yang tidak tepat.


Aris memang sudah beberapa kali bertemu dengan kakek Abimanyu, tapi pada waktu itu memang di antara dia dan Rara belum terjadi kesepakatan tentang hubungan mereka.


"Rapat apa, kek?" tanya Rara penasaran.


"Kakek ingin membicarakan masalah pengesahan warisan dan juga kakek ingin memberikan jabatan sebagai direktur utama Rumah Sakit Medikal Center kepada Nita, karena dia berkecimpung ke dunia kedokteran, sedangkan Rara akan mendapatkan jatah saham 20% dan tidak memiliki jabatan apapun karena kamu juga tidak paham tentang dunia kesehatan, untuk Daniel sendiri sudah kakek beri warisan klinik di Singapore," jelas Kakek Abimanyu.


"Aku juga tidak berniat untuk mengurus rumah sakit, kek, jadi aku setuju-setuju saja dengan keputusan kakek," ujar Rara.


"Bagaimana denganmu, Nit?" lanjut Rara memandang sang adik.


"Sebenarnya dengan pergantian jabatan akan membuatku semakin sibuk, tapi aku akan berusaha bertanggung jawab," jawab Nita.


"Baiklah, kalau kalian semua sudah setuju, nanti akan ada rapat dewan komisaris Minggu depan untuk membahas masalah ini, dan kakek juga ingin mengatakan pada Nathan dan Nita, bahwa kakek sudah menyiapkan pesta resepsi pernikahan kalian sebulan lagi," ucap sang Kakek tersenyum lebar.


"Eh, kok Kakek gak bilang sama Nita dulu kalau mau ngadain resepsi? Kan rencananya kita hanya akan mengadakan syukuran buat pernikahan kita, lagian kan ini juga pernikahan kedua, kek. Gak perlu di adain resepsi deh," ucap Nita.


"Gak apa-apa, sayang, aku juga udah bicara sama kakek tentang masalah ini," ujar Nathan membuat Nita semakin terkejut.


"Kok gak ngomong sama aku dulu, sih? Pernikahan yang dulu kan udah di adain resepsi, masa sekarang resepsi lagi?" sungut Nita sedikit tidak terima.


"Kan beda, yank!"


"Sudah-sudah, nanti di bahas lagi, sepertinya ada yang akan di utarakan oleh Aris," ujar kakek menengahi perdebatan Nathan dan Nita.


Aris yang mendengar namanya di sebutkan oleh kakek Abimanyu seketika menoleh. Rara, Nathan dan Nita juga menoleh menatap Aris.


"Iya kek, sebenarnya kedatangan saya ke sini karena ingin mengutarakan maksud dan keinginan saya untuk meminang Aura Nadia Putri untuk menjadi pendamping hidup saya, kek,"


Bersambung.