
Happy Reading.
Nita meletakkan gelasnya di atas meja setelah meminum habis isinya, memjiat kepalanya yang terasa sedikit pusing, sekarang sudah jam 8 lewat dan dia hari ini masuk shift malam yang artinya Nita bisa sedikit berleha-leha dengan merenungkan kejadian yang baru saja dia alami saat ini.
Nathan turun mencari keberadaan istrinya yang ternyata sudah tidak ada di dalam kamar. "Ta, kamu di mana?"
"Nyonya di dapur, tuan, tadi katanya mau minum," jawab Bik Sum yang masih berada di ruang keluarga.
"Terima kasih, bik," Nathan langsung bergegas menuju dapur dan melihat Nita sedang melamun menatap gelasnya yang kosong.
Cup!
Nita terbelalak kaget saat tiba-tiba Nathan mencium bibirnya sekilas. "Nathan! apa-apaan, sih? kalau ada yang lihat gimana?" kesal Nita.
"Memang kenapa kalau ada yang lihat, hem?" pria itu duduk di sebelah sang istri dengan memajukan sedikit tubuhnya.
"Nathan, tidak seharusnya kita seperti ini?" Nathan tersenyum mendengar ucapan Nita, kemudian dia pria itu mengambil sesuatu dari saku celananya.
"Maaf, belum sempat makein tadi malam, aku udah keburu panik saat kamu pingsan, seharusnya aku menyematkan ini di jari manismu saat selesai mengucapkan ijab qobul," ucap Nathan membuka kotak cincin berwarna merah hati itu.
"Jadi kita beneran udah nikah kembali?" tanya Nita.
Nathan mengambil cincin itu dan mengambil tangan kanan Nita yang berada di atas meja. "Kamu suka gak dengan kejutan ku?" Nita mengangguk.
"Sangat terkejut! sampai aku pingsan!" sungut Nita.
Nita mendapatkan serangan dadakan saat tiba-tiba Nathan menggendongnya ala bridal style. Otomatis Nita juga langsung mengalungkan tangannya ke leher pria yang saat ini sudah sah menjadi suaminya lagi.
"Nathan, turunkan aku!" teriak Nita kala Nathan membawanya menaiki tangga naik ke lantai atas.
"Jangan bergerak, sayang! Nanti kita bisa jatuh," ucap Nathan membuat Nita berhenti meronta.
Perlahan pria itu membawa Nita ke dalam kamar dan merebahkannya ke atas ranjang.
"Kamu ninggalin aku tadi, jadi sekarang kamu harus di hukum," ucap Nathan menyeringai, kemudian naik ke atas tubuh Nita dengan posisi merangkak, menopang tubuhnya dengan kedua tangan yang berada di sisi kanan dan kiri wajah Nita.
"Sayang, aku tahu kamu pasti sangat terkejut dan shock dengan semua ini, tapi aku tidak bisa menahannya lagi untuk bisa menikahi mu kembali, jadi aku harus melakukan hal semacam ini agar bisa segera mengikat mu, melihat dirimu yang pasti akan sangat sulit meski di bujuk, jadi aku membuat sebuah kejutan," ujar Nathan tersenyum.
Nita bisa melihat aura ketampanan pria yang kini sudah sah menjadi suaminya tersebut, memang tidak bisa di pungkiri bahwa Nathan adalah termasuk pria tertampan yang pernah di kenal oleh Nita.
"Tapi kenapa kamu sampai melakukan semua ini?"
Nathan memajukan wajahnya, mencium kedua pipi Nita gemas.
"Sebenarnya aku sangat senang saat kamu menceritakan masalah keinginan kakek Abimanyu yang menginginkan agar cucu-cucunya segera menikah dan bisa mendapatkan jabatan sebagai direktur utama di rumah sakit, jadi aku langsung memutuskan melamar mu hari itu juga," ucap Nathan.
"Ya-ya,, tapi aku ingin nikahnya tuh di gedung hotel gitu, bukan di rumah," ujar Nita mengerucutkan bibirnya.
Nathan benar-benar merasa gemas dengan Nita.
Cup, cup, cup!
Nathan mencium bibir istrinya berkali-kali sampai akhirnya dia mematut dan menghisap bibir merah yang semakin membuatnya candu.
"Aku sangat mencintaimu, Nita! Di pernikahan dulu aku begitu bodoh telah menyia-nyiakan dirimu, seharusnya kita sudah memiliki dua orang anak, tapi karena ketololan ku, kita harus menunda sampai sekarang," bisik Nathan di telinga Nita lembut
Ucapan Nathan yang sedikit intim membuat Nita bersemu merah.
"Ehmm, mungkin itu takdir kita, agar kita bisa lebih memantapkan hati dan perasaan," jawab Nita.
"Kalau begitu boleh pagi ini aku meminta hak ku yang dulu pernah ku sia-siakan?" tanya Nathan dengan mata yang sudah berkabut.
Nafasnya juga terdengar memburu, seperti nya hasrat pria itu tidak bisa di tahan lagi setelah sekian tahun menanti.
Nita mengangguk pelan, memahami bahwa sang suami sudah menahannya karena benjolan keras yang sedari tadi menggesek bagian paha.
"Akhirnya si Anu bisa masuk ke dalam sarangnya," ujar Nathan langsung mencium bibir istrinya.