
"ohhh my darling kuu ternyata kau di sini" Vero datang dengan gaya letoy sembari menoel dagu Arsya.
"ihhh ka lihat itu,Vero sangat menjijikkan.dia terus seperti ini sampai aku tak fokus di kelas" geruntu Arsya mengadu kepada arka.
"ada apa incesss?,kau tau tidak adik adik kelas baru kita banyak yang tampan tampan ya walau mereka tidak akan bisa menandingi ketampanan ku.lihat mereka semua,apa kau akan memilih salah satu dari mereka?" goda Vero.
"verr" arka langsung menutup mulut Vero.
"why?" tanya Vero menghempaskan tangan arka
"aku tak tertarik pada mereka,lagian mana mungkin aku sama adik kelas seperti itu.yang ada aku jadi berondong ih geli" Arsya menampakkan wajah santai nya.
"apa mungkin...." Vero sengaja menghentikan perkataan nya.
mendekatkan diri di samping Arsya tanpa jarak lalu merangkul gadis itu akrab.arka menatap tajam ke arah Vero,sampai pria itu berani berkata macam macam yang membuat Arsya sedih.arka tak segan segan memberi pelajaran kepada saudara nya itu
"kau menyukaiku kan?,selera si bungsu sangat tinggi juga" Vero tersenyum melirik ke arah Arsya yang sudah seperti cacing kepanasan mendengar perkataan Vero itu.
"lama lama keriput aku berdiam di dekat play boy ini" Arsya memilih pergi dari kantin malas meladeni Vero.
arka sendari tadi hanya berdecak melihat tingkah kedua saudara nya ini.vero tak tau tempat untuk menggoda,sampai saudara nya sendiri juga ia goda.
arka pun memilih ikutan pergi meninggalkan Vero sendiri yang masih sibuk melihat ke sana kemari mencari mangsa selanjutnya.kira kira siapa umpan selanjutnya yang akan Vero makan
arka berjalan mengarah keluar gerbang sekolah dengan santai sembari membaca buku nya yang ada di tangan nya.sesekali ia melihat jalan di depan nya,lalu kembali membaca.arka ingin pergi ke minimarket yang ada di depan sekolah untuk membeli sesuatu.namun siapa sangka langkah nya terhenti saat seseorang menabrak nya dengan tiba tiba.
"maaf maaf den aku tak sengaja" gelisah melza sembari terus melihat ke belakang.
arka mengisyaratkan melihat ke arah buku nya yang terjatuh di tanah,melza kebingungan tak mengerti apa yang di maksud oleh pria itu
"ambil" ujar arka membuat melza mengerti lalu langsung mengambil buku yang tergeletak itu dan memberikan nya kepada arka
"sekali lagi maaf ya den" ujar melza dengan terburu buru sembari ingin melenggang pergi namun arka lebih dulu menarik baju melza membuat gadis itu kembali mundur menghadap arka.
"sedang apa kau di luar sekolah?" tanya arka
"tidak den,aku tidak ngapa ngapain" jawab melza gugup.
"jawab yang benar" tegas arka tak mau di bantah
'huff pria ini menyebalkan,sangat sangat menyebalkan.'batin melza
"aku tadi habis makan di luar den,karena makanan di dalam mahal mahal jadi aku memilih makan di luar saja" kata melza menjelaskan
setelah mengetahui sebab nya arka langsung melepas cekalan terhadap baju nya melza.lalu pria itu kembali melenggang melanjutkan jalan nya yang tertunda tadi.
"sial,dasar balok,batu,tiang listri,kulkas,kau persis seperti mereka tidak ada senyum senyum nya sedikit pun datar dan dingin" umpat melza sembari memaki maki arka di belakang nya, ternyata arka mendengar perkataan melza tadi dan dia hanya memilih pura pura tak mendengar nya.