My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Rumah sakit



"ver ada yang ingin aku katakan,sebenar nya aku_" perkataan Yola terhenti ketika ada sebuah keributan terjadi di kolam renang.


"Arsya?" gumam Yola terkejut saat melihat Arsya yang tenggelam di kolam renang,seseorang langsung lompat ke kolam itu dan menolong Arsya yang sudah tak sadarkan diri.


tiba tiba saat Arsya di angkat sebagian air berubah menjadi merah pekat.ohh tidak lengan gadis itu mengeluarkan darah begitu banyak.pria itu langsung mengangkat Arsya ke daratan,dan langsung di sambut oleh arka yang terlihat cemas.


"darah?,Arsya...arsyaa bangun syaa" arka terus menepuk pipi Arsya pelan


lalu arka melepas jas milik nya dan mengikat lengan Arsya yang terluka itu dengan jas lengan nya.entahlah mengapa Arsya bisa terluka seperti ini.tidak ada yang mengetahui kejadian detail nya Arsya terluka separah ini dan membuat dia jatuh ke dalam kolam


Di Rumah sakit


dokter mengatakan ada sebuah peluru yang menancap di lengan Arsya,namun untung nya peluruh itu tak menancap terlalu dalam dan tak melukai tulang Arsya.


saat ini Arsya hanya mengalami pendarahan,karena tadi Arsya banyak kehilangan darah dan dokter baru saja selesai transfusi darah untuk Arsya yang arka donor kan untuk gadis itu.setelah dokter melakukan operasi pengangkatan peluru nya.


entahlah dokter mengatakan apa yang akan terjadi nanti nya jika saat itu dokter tidak mendapatkan donor darah yang cocok untuk arsya.karena darah AOB resus negatif itu adalah darah yang sangat langkah.


"peluru pistol? peluru..peluru..." arka terus mengulang ulang kata kata itu,dia sedang memikirkan siapa yang telah berani menembak Arsya dengan sembunyi sembunyi.


kejadian ini benar benar begitu tiba tiba dan di luar dugaan.arka tak akan mengampuni siapapun itu yang telah berani berani nya melukai arsya.siapa sebenar nya dia?,apa tujuan dia mencelakakan Arsya.


sebelum nya kejadian ini belum pernah terjadi sama sekali,kehidupan mereka selalu damai damai saja.apa mungkin ini adalah perbuatan rekan bisnis nya Calvin?,apa pria itu mempunyai saingan dalam pekerjaan nya?.


"di mana Arsya?" tanya Calvin benar benar cemas saat mendengar kabar ini.


Calvin pun masuk ke dalam ruangan VIP itu,lalu mendapati Arka yang sedang terduduk manis menemani Arsya di samping nya.


"Arka apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Calvin mendekati Arsya lalu mencium pucuk kepala anak gadis kesayangan nya.


"apa Dady punya saingan bisnis?" tanya arka tegas lalu berdiri dari duduk nya.


"apa yang kau katakan?,Dady bertanya mengapa kamu malah balik tanya?" heran Calvin.


"jawab dad" arka dengan tenang.


"tidak,selama ini Dady tidak memiliki saingan bisnis apapun.memang ada apa kamu bertanya seperti itu?" Calvin kebingungan.


"apa Dady yakin tidak memiliki saingan sama sekali?" tanya lagi arka memastikan.


"yakin,selama ini perusahaan Dady tidak punya masalah dengan siapapun.tak ada yang berani mencari gara gara dengan perusahaan Dady" kata Calvin.


"lalu siapa yang sudah menembak Arsya sampai seperti ini?" arka berkata dengan sangat pelan namun masih bisa di dengar oleh Calvin.


"apa katamu?,arsya kena tembak?." terkejut Calvin.


"siapa yang berani melakukan ini pada Princess Dady?!! siapa?!!!" tanya Calvin geram


arka menjelaskan kejadian tadi di rumah Yola,semua nya benar benar terjadi dengan begitu cepat hingga arka pun tak tau awal mula nya seperti apa.mungkin kalau dokter tak mengatakan kalau Arsya tertembak,mereka tidak mungkin mengetahui itu.