
"mau kemana kamu?" tanya Denis tiba tiba membuat Arsya menghentikan langkah nya.
"keluarlah" ujar Arsya.
"kemarilah siapa yang menyuruh mu keluar?" tanya lagi Denis
Arsya menghela nafas nya panjang,berjalan mendekati Denis dan memberikan proposal yang tadi di minta oleh denis.tatapan wanita seksi itu begitu tajam,sangat merusak sekali untuk penglihatan Arsya.
"siapa dia?" tanya wanita itu ketus.
"asisten pribadiku" kata Denis menerima proposal yang di berikan oleh Arsya.
"what's?!!! sejak kapan kamu memilih seorang gadis menjadi asisten mu?" tanya wanita yang kelihatan nya sudah sangat kenal dekat dengan Denis.
"bisakah kau pergi sekarang juga aku sangat sibuk" usir Denis.
"denis aku Dateng jauh jauh ke sini untuk kamu,terus sekarang kamu malah ngusir aku segampang itu?.ohh gak bisa,aku akan tetap tinggal dan menunggu kamu selesai bekerja" geram wanita itu
"ana aku minta kamu keluar sekarang juga dari ruangan ku" titah Denis masih dengan baik baik
"gak mau" manja wanita bernama ana itu.
"keluar!!!!" bentak Denis membuat Arsya ikutan terkejut mendengar nya hingga Arsya sontak langsung memundurkan kaki nya satu langkah.
dengan kesal ana langsung melenggang pergi dari ruangan tersebut.kini ruangan terasa sangat senyap dan mencekam bagi arsya.mengapa kini dia menjadi takut ketika melihat Denis seperti tadi.arsya meremas jemari nya gelisah,menatap kosong ke arah Denis.
"kamu juga keluar" titah Denis.
"hufff tadi menyuruhku di sini" cibir Arsya.
Denis menggubrak meja kerja nya hingga kaca meja nya pecah,Arsya yang melihat nya langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut.terus memegangi dada nya,rasa rasa nya jantung dia hampir saja melayang dari tempat nya.
"kenapa aku jadi takut ya" gumam Arsya duduk di salah satu kursi yang ada di kafe tersebut.
Arsya meneguk minuman nya saat pesanan itu datang,ketika sedang asik terdiam dengan fikiran nya yang kacau.arsya terkejut ketika seseorang mengejutkan diri nya.
membuat Arsya langsung loncat karena melihat orang tersebut,sehingga dia jatuh ke lantai berhasil membuat banyak orang memandang ke arah nya.
"Cece?" bisik Arsya terkejut.
jantung nya bertambah bergetar hebat,saat melihat Cece kini berada di hadapan nya.rasa takut nya bertambah sepuluh kali lipat jika mengingat aksi Cece yang sangat menakutkan hari itu.
"sorry aku gak ada maksud buat kamu jatuh" Cece ingin membantu Arsya bangun
"iya gak papa" gugup Arsya langsung bangun tanpa menerima uluran tangan dari Cece
"santai aja,aku gak bakal makan kamu kok" ucap Cece membuat Arsya tersenyum takut.
"arka?" gumam Arsya saat melihat arka yang tiba tiba datang dan berdiri di samping Cece
"lho kamu ada di sini?" bingung arka.
"cerita nya panjang,apa kalian lagi bersama di sini?" tanya Arsya.
langsung mendapatkan anggukan dari cece.kini mereka pun duduk bersama sembari menikmati suasana kafe.hujan terlihat turun dengan sangat deras tanpa henti.tadi nya Arsya ingin makan di kantor nya,namun lestoran di sana sedang tutup karena ada sedikit permasalahan kata nya.makanya Arsya keluar kantor untuk mencari makan siang.
Arsya dan Cece saling bertukar kabar dan cerita.terlihat Arsya selalu berhasil di buat nyaman oleh Cece,entah apa sebab nya.namun kalau Arsya boleh jujur,sebenar nya Cece itu orang nya asik dan nyenengin gak ngebosenin.selalu bisa nyeimbangin karakter orang lain,jadi tak heran jika banyak orang yang ingin berteman dekat dengan nya.tapi itu dulu, sekarang mah beda lagi cerita nya saat Cece berubah menjadi gadis yang galak.