My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Pertandingan



Pertandingan berlangsung sengit dan kini tinggal ronde terakhir untuk menentukan siapa pemenang dari pertandingan ini.yang akan bertanding di ronde ini adalah tim dari kelas Xll MIPA 3 yang di ketuai oleh vero dan tim dari kelas Xll MIPA 1 yang di ketuai oleh arka,mereka harus bertanding untuk meraih juara pertandingan tahun ini.


"Lo pasti kalah" remeh Vero menepuk pelan pundak arka.saat kedua nya berdiri di tengah tengah lapangan untuk mewakili tim nya merebut bola yang akan di lempar ke atas oleh wasit.


sedangkan arka hanya membalas dengan senyuman tajam nya,lalu pripitttttt.vero dan arka Lompat untuk merebut bola itu dan Vero berhasil merebut nya lebih dulu lalu mengoper kepada teman satu tim yang lain nya.


terus dan terus berlangsung hingga pertandingan terlihat semakin memanas.anyak sorak sorak dari para siswa siswi untuk mendukung kedua tim itu.


"menurut Lo siapa yang bakal memenangkan pertandingan nya?" tanya yola kepada Arsya


"ya sudah pasti arka lah" ujar Arsya sangat percaya


"yeee arka memang jago banget main basket,tapi kita belum tau mungkin saja Vero lebih jago dari arka dan bisa memenangkan pertandingan nya" Yola mengelak


"heleh cowok playboy kayak dia jago main basket?,hahaha Ngada Ngada kamu" cibir Arsya.


"ihh playboy gitu juga setia kali orang nya" tak terima Yola.


"sudahlah terserah Lo,ngomong sama orang yang lagi kasmaran itu hak bakal ada ujung nya" sindir Arsya membuat Yola bersemu merah pipi nya


kini poin mereka seri tinggal membutuhkan satu poin lagi untuk menentukan siapa pemenang nya.apakah tim nya Vero atau tim arka?.semua nya menegang melihat pertandingan yang terlihat semakin serius itu.


para penonton di buat berteriak saat melihat bola yang melayang jauh itu.mata mereka semua melotot mengikuti kemana arah bola basket itu meluncur dannnnnn golllll bola basket nya langsung masuk tepat ke dalam ring basket lawan.


"huhuuuuu arka......" teriak mereka semua semangat


"sial" umpat Vero tak terima dengan kekalahan nya.


"waww kau keren sekali" Arsya mendekati arka lalu memberikan arka sebotol air minum dan handuk untuk mengelap keringat pria itu.


arka melihat ke arah Vero yang terlihat kesal,lalu bibir kiri nya sedikit terangkat seakan akan meremehkan kemampuan Vero yang menurut nya tak seberapa itu.


"aku akan mentraktir mu makan" ajak Arsya mengandeng lengan tangan arka membuat murid murid di sana iri dengan kedekatan Kakak beradik itu.mereka terus berandai andai jika mereka ada di posisi nya Arsya,ataupun di posisi nya arka.


Vero melempar bola basket di tangan nya dengan asal,hingga tak sengaja mengenai seseorang yang sedang berlalu di pinggir lapangan basket tersebut sampai orang itu pingsan di buat nya


Vero langsung mendekat ke arah gadis itu dan di lihat nya ternyata melza yang terkena bola lemparan nya tadi.dengan cepat Vero langsung membawa gadis itu ke UKS.membuat Yola yang melihat nya kesal karena cemburu.


"dia lagi,awas saja aku akan memberi nya pelajaran.adik kelas itu benar benar selalu cari muka di depan Vero." Yola mengepal kedua tangan nya karena marah.