
"Melza!!!!" teriak Adam yang berada di belakang sana langsung mendekat ke arah melza.
"dendam harus di balas dengan dendam" ucapan lantang seseorang dari arah pintu yang kini telah mereka tutup.
tangan melza mengeluarkan darah begitu banyak,karena sebuah tembakan yang tiba tiba meluncur mengenai tangan nya dari arah lain.membuat pistol di tangan nya terbang jatuh ke bawah dan tak jadi melukai Arsya.
"siapa kalian?" teriak Adam kesal masih dengan keterkejutan nya mengikat lengan tangan melza kuat dengan sebuah kain.
"apa kau masih ingat dengan kami?" tanya gadis yang berada di samping pria yang telah menembak melza.
"apa anda masih ingat tiga tahun yang lalu,di sini anda telah memenggal leher pasangan Derga dan Zora?." tanya pria itu mendekati Adam dan melza yang terjatuh tak berdaya sedangkan Arsya sedikit demi sedikit mundur menjauh dari mereka.
Adam melotot mendengar perkataan itu,ya dia merasa nya.karena diri nya lah yang telah membunuh pasangan itu tiga tahun yang lalu.karena ingin merebut bisnis teman Adam yang bukan lain adalah Derga itu.adam merasa iri dengan kesuksesan yang di terima oleh teman dekat nya.sedangkan diri nya harus bersusah payah banting tulang namun tak kunjung mendapat kesuksesan nya.makan nya dia bertindak jahat yang sudah tak berperi kemanusiaan seperti itu.
"kalian" Adam sedikit terkejut seperti nya dia mengenal siapa mereka
kedua orang itu mendekat dan lebih mendekatkan diri nya ke arah melza dan adam.namun Adam mengancam nya dengan menodongkan pistol di tangan nya ke arah mereka
"jangan mendekat" ancam Adam
namun pria bertopeng itu tak mendengar kan perkataan Adam,dia terus melangkah maju tanpa takut.sedangkan gadis yang tadi berdiri di samping nya,di suruh diam di belakang nya membiarkan dia yang hanya mendekat ke arah Adam.
namun lagi lagi pria itu masih setia berjalan mendekat dan DORRRR Adam menembakkan pistol nya hingga mengenai perut orang tersebut.aneh nya peluru itu tak melukai pria tersebut.
DORRRR
pria itu menembak pistol milik Adam sehingga terpental jauh dari nya.membuat Adam tak bisa melawan lagi karena kini dia tidak memiliki senjata apapun.
pria itu langsung mencekik leher Adam dan mengangkat Adam ke atas.dengan mata kemarahan pria itu melepas topeng milik nya dan tertawa sinis.
"di sini kau membunuh kedua orang tuaku dan di sini juga kau akan menumpahkan darah mu sendiri" ujar pria itu melempar Adam jauh hingga terbanting ke lantai.
"hahh...hahh...hahh..." nafas Arsya memburu melihat kenyataan yang kini sedang ia lihat,terus meringkuk di balik kursi karena ketakutan.
"jika saat itu anda ingin mengambil harta kami,saya akan membiarkan itu menjadi milik anda.namun anda malah mengambil nyawa orang tua kami apa anda pikir kami akan membiarkan itu terjadi tanpa ada nya dendam?." ujar pria itu mendekati Adam lagi dengan perlahan.
"tidak,kamu itu anak baik.tidak mungkin kamu akan membunuh ku bukan?." elak Adam
"anda salah,jika anak mu yang pendiam saja bisa membunuh orang,mengapa kami tidak?." cerigai pria itu tersenyum sinis.
"kau pasti sudah menganggap ku seperti ayahmu sendiri bukan?,aku tidak mungkin membunuh orang tua kalian.kalian pasti tau itu,apa ada seseorang yang sengaja memfitnah ku?" kata Adam mencari aman aman