
"arsyaaaa" suara itu begitu mengerikan di telinga Arsya,pemilik suara perempuan itu mendekat ke arah Arsya dan membisikkan nama Arsya di telinga nya.sembari dengan nada mendayu Dayu.
"kau tau siapa aku?" tanya perempuan itu terkekeh kecil
"apa kau tau siapa aku?" tanya lagi dengan suara lebih tinggi saat Arsya tak menjawab hanya terdiam dan menundukkan dalam.
"jawabbbb!!!" bentak perempuan itu.
"tidak" suara Arsya yang begitu gemetar.
"aku adik nya agas!!!! apa kau tau?!!! aku adik nya" bentak wanita itu langsung membuka topeng nya.
"melza?" gumam Arsya terkejut saat mendapati wajah perempuan itu,ternyata dia adalah melza.
di lihat air mata berlinangan di kedua mata melza dengan wajah yang terlihat sangat marah.apa maksud nya dia mengatakan bahwa dia adalah adik nya agas sang kekasih nya yang telah tiada itu?.bukan nya selama ini agas tak memiliki seorang adik?.
"nggak agas gak punya adik,dia gak pernah cerita soal kamu sama aku" elak Arsya tak percaya.
"tapi aku adik nya dan gara gara kamu aku harus kehilangan kakakku!!!!,aku kehilangan kasih sayang nya.apa kau tau setelah kak agas meninggal hidup ku menderita dan kau pergi begitu saja meninggalkan ayah dan ibu ku Yang sedang terpuruk saat itu" teriak melza dengan air mata yang menghujani kedua pipi nya.
"saat itu aku bukan meninggalkan mereka,aku pun sedang syok dan tak bisa melakukan apa apa.om pasti tau kondisi aku saat itu" ujar Arsya lirih melihat ke arah ayah nya agas.
"bohong..kau harus tau bagaimana rasa nya tersiksa nya aku selama ini,kau harus mati di tangan ku seperti kak agas yang mati karena mu" bentak melza menarik rambut Arsya
"maaf kan om melza,om hanya ingin menuruti permintaan anak om satu satu nya ini.karena om begitu menyayangi nya." kata pria yang bukan lain adalah ayah nya agas itu.yang wajah nya terlihat sangat licik sekali.
"kalian jahat,lepaskan aku...lepaskan melzaa" teriak Arsya berontak.
"diam kau" melza menendang perut Arsya membuat gadis itu jatuh dari kursi dengan kepala yang terbentur pecahan laintai.
melza menarik kerah baju Arsya menyuruh gadis itu berdiri,melza mendorong Arsya hingga punggung nya terbentur di dinding dengan begitu keras.
melza mengangkat sebuah pistol di tangan nya,lalu menodongkan nya tepat di jidat arsya.arsya hanya bisa menangis dan pasrah,apakah ini akhir dari hidup nya.
"kau harus mati....matiiiii!!!!!, penderitaan ku selama ini harus kau balas dengan nyawa.kau telah merebut kasih sayang kakak ku aku masih bisa terima itu,namun kau telah merenggut nyawa nya pulan dan aku tak bisa diam di buat nya" kata melza sudah dengan gairah amarah nya yang menggebu.
"melza aku mohon jangan lakukan ini hikss..." Arsya sangat sangat takut.
terus menangis dan memohon namun percuma saja melza tak mungkin mendengar kan perkataan nya.karena mata nya telah tertutup dengan gelap nya rasa dendam.
"mati kau" melza mulai ingin menembakkan pistol nya
DORRRRRR......