
"ka kamu mau kemana?" tanya Arsya yang baru saja keluar dari kamar dan melihat penampilan arka yang sudah rapi sekali
"ke bar" jawab singkat
"aku ikut ya" kata asya.
"tidak" arka langsung melenggang pergi tanpa memperdulikan wajah Arsya yang kesal itu
"menyebalkan kenapa bisa aku mempunyai kembaran seperti dia" geruntu Arsya
Arsya kembali memasuki kamar nya,mengurungkan niat nya yang tadi berniat ingin mengambil air karena haus.melihat penolakan dari arka saja leher nya sudah banjir dengan begitu banyak air.
"kamu kenapa sya?" tanya Yola
"aku sebal sama arka" cibir Arsya
"memang arka kenapa?" tanya Vero sembari masih fokus ke game nya.
"tadi aku mau ikut dia ke bar,tapi dia melarang ku dan mengatakan tidak dan dia langsung pergi tanpa peduli pada ku" adu Arsya.
"kan kamu baru saja pulang dari rumah sakit,mungkin arka seperti itu karena melihat kondisi kamu yang masih belum baikan." Yola menasehati
"ya tapi aku mau ikut,kamu bisa lihat kan aku baik baik saja" rengek Arsya.
"baik baik saja? sungguh?" Yola
"ya terserah kau saja" Yola mengabaikan Arsya lalu kembali fokus menatap sang pujaan hati nya.
sudah lama Yola menyimpan perasaan yang membuat nya gila seperti ini,dia benar benar sangat jatuh cinta dengan vero.semenjak Yola pertama kali bersahabat dengan Arsya,saat itu Vero selalu memberikan nya perhatian penuh.namun pria itu hanya menganggap perhatian itu sebagai perhatian seorang kakak kepada adik nya saja tak lebih.
di bar arka hanya duduk duduk saja menikmati suana di sana.ya semenjak kejadian itu,arka jadi suka menyendiri.memiliki sikap yang dingin,susah di ajak bicara oleh orang luar,tak suka tersenyum benar benar sangat berbeda dengan arka di masa kecil nya.yang selalu ceria tak bisa berhenti menebarkan senyuman kepada setiap orang yang melihat nya.
arka meneguk minuman beralkohol itu tanpa khawatir diri nya akan mabuk.karena seberapa banyak pun arka meminumnya,bagi nya itu sama saja seperti air putih tanpa rasa.
"hay..kau teman sekelas ku bukan?" tanya seorang gadis yang tiba tiba menghampiri arka
arka hanya bergeming di tempat menelisik penampilan gadis yang di hadapan nya dari atas sampai bawah.seperti nya dia tak pernah melihat gadis itu,apa mungkin dia nya saja yang memang selalu tak peduli dengan orang orang di sekitar nya.
"hellowww arka apa kau dengar aku berbicara?" tanya gadis itu lagi namun arka mengabaikan nya,dan lanjut meneguk minuman nya.
"ouhh ternyata benar arka Adyatma Athar memang sangat dingin dan angkuh." cibir lagi gadis itu.
"wow minuman apa ini seperti nya aku tak pernah meminum yang ini" gadis itu merampas gelas milik arka dan ingin meneguk minuman nya membuat arka melotot.
"hentikan" arka merampas gelas yang di tangan gadis itu
"wah kau mengeluarkan suara tadi,hanya karena aku ingin meminum minuman ini.kau tenang saja,aku sudah mencoba berbagai minuman ber alkohol di sini." ujar wanita itu remeh lalu kembali merampas minuman milik arka dan langsung meminum nya.
gadis ini sudah gila, bagaimana mungkin dia meminum Everclear minuman dengan kadar alkohol yang sangat tinggi ini.bisa bisa dia tak bisa terbangun seharian