My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Traktiran



"thanks ya,gimana kalau aku traktir minum sebagai imbalan nya" kata Cece setelah sampai di parkiran bar


"aku bukan tukang ojek" kata arka melepas helm nya


"eem maksudku aku traktir kamu sebagai ucapan terimakasih aku karena kamu sudah berbaik hati hari ini" cece memperjelas maksud nya


arka malah berjalan mendahului,sedangkan Cece terlihat masih berdiri di tempat nya kesal.lagi lagi dia di cuekin begini padahal niat nya baik.namun arka menghentikan langkah nya lalu menoleh ke belakang melihat Cece yang masih terdiam kesal.


"jadi gak?" tanya arka dengan lantang membuat Cece mengangkat kepala nya tinggi tinggi


"ha?,ehh iya jadi...jadi..." gugup Cece lalu berlarian kecil menghampiri arka


Cece tersenyum lebar di hadapan arka "jadi dong ayok"


gadis itu menarik tangan arka sepihak membuat arka terbengong.cece terlihat semangat sekali saat diri nya menerima traktiran nya.benar benar aneh,berbeda dengan gadis lain.yang mungkin tidak akan rela menghabiskan uang untuk mentraktir seseorang,namun yang ini malah terlihat sangat bersemangat benar benar aneh.


"ayok" ujar Cece lagi tambah semangat


mereka pun berjalan bergandengan tangan memasuki bar,ada sedikit lengkukan tipis yang tampak di sudut bibir arka.ya sebuah senyuman tersembunyi.pria itu bisa tersenyum manis seperti itu.


sedangkan sendari tadi seseorang sedang memperhatikan mereka berdua dari atas gedung yang ada di sebelah bar tersebut.orang itu nampak senang bisa melihat Cece tersenyum selebar itu.


"gue harap Lo gak akan pernah nyakitin dia" ujar pria itu


di kursi bar Cece memesan minuman kesukaan arka.sedangkan arka dengan cepat menyela perkataan Cece karena dia tak mau melihat Cece meminum minuman itu lagi.


"tidak yang itu" selang arka saat pelayan di sana ingin mengambilkan minuman pesanan nya itu


"why? bukan kah itu minuman kesukaan kamu?" bingung Cece


"ouhh kau kira aku akan meminum minuman gila itu?,tak akan lagi.aku sudah kapok meminumnya." sambung Cece


"ya kapok,kau tau saat di hotel pagi nya aku terbangun.aku langsung muntah muntah banyak sekali dan aku merasa sangat tersiksa" penjelasan Cece sembari tertawa


"bagaimana dengan bajuku malam itu?" sindir arka


'dan bagaimana dengan keperawanan bibirku malam itu?' batin arka melanjutkan menatap intens kedua bola mata cece


"hehe sorry habis mabukin banget sih hihi" Cece menampakkan gigi gigi nya


"ini dia satu botol Everclear dan satu botol bir untuk nona dan tuan tampan" ujar pelayan itu dengan sangat ramah nya.


"thanks you " ujar arka


"wait apa yang anda katakan tadi tuan tampan?" tanya pelayan itu memastikan


"thanks you" ulang nya lagi arka.


"kau mengatakan thanks you kepadaku?,woww sedang ada badai apa di luar sana.bertahun tahun kau singgah di sini,baru kali ini kau mengatakan itu untukku" terkejut pelayan yang sangat mengenal siapa arka dan menatap arka dengan sangat dekat


"aku mengatakan kepada dia" ujar arka membenarkan menatap ke arah Cece membuat sang pelayan di jatuhkan sejatuh jatuh nya oleh arka.


"ku kira kepadaku" kecewa pelayan itu lalu kembali bertugas melayani yang lain nya.


"kau ini,apa benar yang di katakan pelayan tadi?." terkekeh Cece


"apa aku boleh meminumnya?" tanya arka mengangkat segelas minuman beralkohol milik nya untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


Cece hanya mengangkat sebelah bahu nya menandakan ya sangat boleh kan tujuan dia mentraktir nya itu untuk meminum nya,bukan mendiamkan minuman itu.