
Keesokan pagi nya di sekolah,arka langsung masuk ke kelas nya dan duduk di tempat nya seperti biasa.suara bisik bisik di kelas ini sudah biasa di dengar oleh arka jika mereka sedang membicarakan akan ketampanan pria itu.
"aduhhh kepala ku masih terasa pusing,ini gara gara semalam" suara erangan seorang gadis di belakang sana membuat arka menoleh dan di bangku sebelah nya para gadis yang sedang asik mengobrol itu tersenyum lebar tak kuat menahan getaran terpesona mereka.
CELSIA AGUSTINA DERGA
batin arka saat melihat bet nama yang tertera di seragam gadis yang terus memijat pelipis nya itu.arka sedikit mengulumkan sebelah bibir nya.
"Cece kemarilah,bagikan kertas hasil ulangan ini kepada teman teman mu" perintah guru yang tiba tiba masuk
"what's kenapa aku bu?" geruntu gadis bernama CELSIA yang biasa di panggil dengan sebutan Cece itu.
"CELSIA" sang guru memanggil nya lagi lebih detail
terpaksa dengan kepala pusing nya Cece pun berjalan mengambil tumpukan kertas di meja guru nya.lalu membagikan nya kepada teman teman nya.
ketika Cece melewati tempat duduk arka,gadis itu tersenyum kepada arka namun arka tak memandang nya sama sekali.saking fokus nya menatap arka,Cece sampai tersandung kursi membuat seisi kelas bising menertawakan gadis itu.
arka mengulurkan tangan nya,Cece terbengong melihat hal itu.apa dia kini sedang bermimpi,pria angkuh itu rela membantu dirinya yang terjatuh ini.
"terima_" belum selesai Cece mengucapkan kata kata nya arka langsung mengambil selembar kertas yang berserakan di lantai itu,yaitu kertas hasil ulangan milik nya sendiri lalu kembali duduk tegap di tempat nya tanpa memperdulikan reaksi Cece saat ini.
'hemm kukira ingin berbaik hati membantu ku' batin cece dengan hati yang sangat gendok.sangat sangat malu karena telah ke geeran seperti tadi.cepat cepat gadis itu langsung bangun dan membagikan kertas kertas itu kepada para teman nya.
sepulang sekolah Vero dan Arsya langsung duduk di ruang TV untuk menghilangkan lelah nya sejenak.hari ini mereka berdua benar benar kelelahan,gara gara di sekolah Vero dan Arsya bertengkar di kelas.mereka berdua mendapat hukuman lari keliling lapangan.
para guru telah izin kepada Calvin,dan sang Dady sangat setuju untuk menghukum anak anak nya itu.malah dia mengatakan jangan sungkan jika para guru ingin menghukum sekeras apapun para anak laki lakinya.
"heii kalian sudah pulang,di mana varo?" tanya neis menghampiri kedua anak nya dan duduk di tengah tengah mereka.
"dia pergi berkencan" jawab Vero seadanya
"lho kalian berdua kenapa?" tanya neis
"ini salah dia,aku tak mau lagi tinggal satu kelas dengan nya mom" rengek Arsya kesal.
"hai kau yang salah,jelas jelas kau duluan yang membuat keributan itu" Vero menimpali tak mau kalah dari gadis itu
"heyy sudah,anak anak mommy tidak boleh bertengkar.kalian sudah besar,malu dong kalau di liat orang" neis merangkul kedua anak nya,lalu mencium pipi mereka satu persatu.
dan duwarrrrrr clavin melihat nya.pria itu langsung melempar tas kerja nya kasar ke samping kursi yang di duduki oleh vero.menatap tajam ke arah sang istri,ternyata masih berani ya neis mencium pria lain selain diri nya.