My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Virus



"jadi kakak mohon,bantu kakak untuk bangkit seperti dulu.masa lalu kakak hanyalah sebuah pelajaran yang mengajarkan kakak.bahwa jodoh tidak melihat sejauh mana kita berjalan bersama nya" jelas zek


"kalau kakak sama dia aku gimana? hikss..." tangisan Cece


"semua nya akan sama seperti biasa nya.setelah kakak menikah kamu akan tetap menjadi kesayangan kakak,tak akan bisa berubah dan tak akan ada yang bisa merubah nya" jelas zek


Cece membuang selimut nya lalu terduduk di hadapan zek.sang kakak meraih wajah Cece dengan kedua tangan nya.mata mereka saling menatap satu sama lain.


"so!! do you want to bring this big brother of yours to hilda?[jadi!! kamu maukan membawa kakak mu ini untuk Hilda?]"tanya zek


"tapi kakak harus janji dengan janji janji kakak" Cece menunjukkan jari kelingking nya di hadapan zek


"janji akan di tepati dengan janji" zek menautkan jari kelingking milik nya di jari kelingking milik Cece.


*


*


*


*


*


*


di ruang makan terlihat sangat ramai sekali,terlihat keluarga itu begitu sangat menyenangkan pagi ini.Vero dan Varo seperti biasa selalu melontarkan omongan lelucon nya jika mood nya sedang berada di puncak nya


sedangkan yang lain nya hanya menyimak dan sibuk tertawa menanggapi tingkah kedua makhluk konyol itu.


"kenapa?" tanya Arsya


"emang kamu tau sebab nya?" tanya varo


"karena selera pisang kita sudah lebih dulu di lahap habis sama mommy" celetuk arka mengunyah kembali makanan nya setelah mengucapkan hal itu


semua yang di meja makan terbengong mendengar suara tanggapan dari arka.pria itu menanggapi lelucon konyol ini? apa mereka tak salah mendengar dan mengapa jawaban nya sama persis seperti yang ada di benak Vero?.


"yahhh terjawab sudah, kamu sangat cerdas kakak" terkekeh Vero


"apa maksudmu?" kebingungan Varo


"begini bukan kah dulu saat mommy sedang mengandung kita semua,dia selalu melahap pisang milik dady?.tak mungkin kan Dady menjelajahi goa surga mommy saat mommy sedang hamil.otomatis selera pisang kita sudah di habiskan lebih dulu oleh mommy makanannya sekarang kita tidak suka pisang hahahaha" Vero langsung meraih buah apel setelah nya pria itu kabur karena tak ingin terkena fulkanik yang akan meletus dari mulut Calvin dan neis.


"verooooo!!!!! anak kurang ajar kau!!!" teriak Calvin murka.


"Vero!!!! kemari kamu,biar mommy hukum kamu ya berani nya mengatai mommy" neis melempar sandal nya hingga mengenai punggung Vero


"ampun mommy aku hanya mengatakan fakta tak menduga duga bukan" teriak Vero lalu menghilang dari pintu utama mansion.


kedua makhluk yang matang itu menatap ke meja makan dengan amarah yang masih tak meredup.melihat ke arah ketiga anak nya yang masih sibuk tertawa dengan arka yang hanya tersenyum samar Samar namun neis bisa melihat nya.


"kalian juga akan mommy hukum, terutama kamu arka.sejak kapan kamu jadi tertular virus milik Vero?" jewer neis ke telinga arka dan Varo.


"sejak mommy membuat kita semua,Vero tidak akan seperti itu dan menularkan virus nya jika tidak ada Virus buatan kalian bukan?" bukan nya arka yang menjawab Varo malah cerocosan setelah nya anak itu kabur terbirit birit menghilang dari meja makan.