
"dad, seperti nya arka benar benar kembali tak datang seperti tahun tahun sebelumnya" geruntu Arsya menunggu di depan pintu mansion
"huffffff sudah nikmati saja malam tahun baru mu,ingin melakukan apapun untuk nya.jika dia tidak menginginkan nya,itu percuma saja" ujar Calvin merangkul Arsya untuk bergabung dengan yang lain nya.
woww Calvin melotot saat melihat Vero dan neis sedang menggigit jagung bersamaan di satu batang jagung yang sama pula.dengan cepat Calvin langsung menarik rambut vero.membuat anak itu kesakitan dan jatuh.
"sayang apa yang kamu lakukan?" ujar neis membantu Vero bangun
"jangan sentuh sentuh dia,bau asap nya sangat menyengat di tubuh jalangkung ini" ujar Calvin menarik pinggang neis sehingga kini mereka sangat berdekatan.
"Dady pikir aku ini datang tak di undang?" geram Vero
"memang kamu datang tak di undang,kan acara ini memang tak memerlukan undangan.kau ini bagaimana sih,sangat tidak berotak" cibir Varo mengatai Vero
"kau yang tak berotak" kesal Vero mendorong Varo
"cih kedua anak berbatang ini sangat emosian,mirip siapa sih" Calvin mendecih lalu meneguk minuman nya.
"ya mirip kaulah,kalau bukan kau siapa lagi?" ujar Varo dan Vero secara bersamaan dengan nada tinggi.membuat Calvin tersendat minuman nya hingga tebatuk batuk.
"sayang... sayang... kau memukul diri mu sendiri" terkekeh neis melihat wajah merah sang suami nya akibat tersendat air sekaligus karena amarah nya
karena kesal Calvin menarik neis untuk menjauh dari dua makhluk yang menurut nya sangat mengacaukan suasana itu.mereka memilih duduk di dekat kolam renang, sudah menjauh dari anak anak nya.
"apa arka tak datang lagi?" tanya neis kepada Calvin
di taman sana, Varo,Vero dan Arsya sedang asik membakar jagung di bantu oleh para bodyguard Calvin yang membakar kan jagung nya.sedangkan mereka hanya asik mengoceh dan bermain main dengan petasan.andai saja arka tau bagaimana rasa nya merayakan tahun baru bersama keluarga,dia pasti Tak akan bisa melewatkan nya di setiap tahun nya.
dari kejauhan ada seseorang yang tersenyum licik menatap kesenangan keluarga kecil itu.tangan orang itu mengepak seperti menyimpan sebuah dendam tersembunyi.
"lihat saja nanti,kau tak akan bisa tertawa lagi seperti ini" suara kelicikan dari orang tersebut
di sebuah ruangan yang cukup gelap
srekk....srekkk....srekk....
suara pisau yang saling beradu dengan pisau lain nya.Ceklekkk bunyi sebuah pistol yang Baru saja di isi peluru.tap...tap..tap..suara langkah kaki yang nyaring,lalu suara benda cair yang di tuangkan
suatu tangan meraih sebuah pisau lalu memasukkan pisau itu ke dalam benda cair tersebut.begitu juga dengan beberapa peluru yang di rendam di dalam cairan itu.
"kau harus mati" suara teriakan orang itu bergemuruh di ruangan kedap tersebut.
"Aden...nona ini minuman untuk kalian" bi Anis memberikan minuman itu untuk semuanya
"terimakasih bi" ujar Vero
"bi sini deh,kita makan jagung sama sama" ajak Arsya lalu langsung mendapat kan anggukan dan senyuman manis dari BI Anis.
mereka terlihat masih bersenang senang,padahal kini jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.seharus nya mereka semua sudah tertidur.ya nama nya juga tahun baru,pasti selalu lupa waktu.