
kenapa arka tak suka melihat kedekatan pria itu dengan cece.siapa pria yang terlihat sangat mengkhawatirkan Cece itu
"siapa laki laki itu?" gumam arka
"aiss kau ini kenapa malah memikirkan gadis itu" arka mencoba menepiskan pikiran nya lalu lanjut berjalan ke hotel nya.
kini ia baru menyadari bahwa ternyata,tempat penginapan Cece dengan tempat hotel milik ayah nya itu sangat berdekatan.kenapa dia tidak menyadari akan hal ini sejak tadi.
"tapi Presdir menurut saya,jika memang orang misterius itu adalah musuh bisnis nya presdir.pastinya nya dia bukan hanya mengincar nona Arsya saja.dia juga akan mengincar anak tuan yang lain nya" penjelasan asisten pribadi nya Calvin yang bernama rey
"apa mungkin orang itu tau bahwa Arsya adalah anak perempuan saya satu satu nya dan anak yang paling saya sayangi?" tanya Calvin
"kalau memang dia mengincar orang yang paling di sayangi Presdir,mengapa mereka tidak langsung mengincar nyonya neis?.dugaan saya kasus ini tidak ada sangkut paut nya dengan bisnis Presdir,mungkin ada hal lain atau ada seseorang yang dendam terhadap nona Arsya" penjelasan asisten rey
"ada benar nya juga" Calvin bergumam mulai saat ini,dia akan membuat penjagaan yang sangat ketat untuk arsya.karena ia takut akan ada orang lagi yang ingin mencelakakan anak gadis nya itu.
arka yang sendari tadi tak sengaja menguping pembicaraan Dady nya dan sang asisten dia juga ikut memikirkan soal kasus ini.kasus ini benar benar sangat menghawatirkan.
"duh gimana ya kondisi Cece sekarang?" cemas Arsya terus mondar mandir hingga suara pintu hotel yang terbuka mengejutkan diri nya
"ka bagaimana kondisi Cece?" tanya Arsya.
"kamu kenal dengan dia?" tanya arka karena sendari tadi Arsya terlihat begitu akrab dengan nama Cece.
"dia sahabat kecil nya agas,dulu aku juga sangat dekat dengan nya dia itu orang yang sangat asik" ujar Arsya " tapi semenjak kedua orang tua nya meninggal,Cece jadi sangat jauh dengan agas.sampai sampai jika mereka bertemu,mereka seperti tak saling kenal gitu."
"orang tua nya kenapa?" tanya arka
"kasus kematian nya sih gak ada yang pernah tau sama sekali dan sampai sekarang aku juga tak tau" jelas Arsya
sedangkan arka hanya mendehem lalu melepaskan kemejanya dan ia lempar sembarang.arsya masih terus kepikiran dan merasa bersalah.dia harus menemui Cece untuk berterima kasih sekaligus mengucapkan maaf atas kejadian itu.karena nya Cece jadi terluka seperti itu.
"ehh ka kamu punya nomer ponsel nya Cece tidak?" tanya Arsya
arka hanya menggeleng lalu masuk ke dalam kamar mandi,arka menatap cermin di hadapan nya.cece? mengapa nama itu terus menghantui pikiran nya.ada apa dengan diri nya.
saat melihat ke akraban Cece dengan laki laki itu,arka merasa agak sedikit kesal dan tak terima.kenapa jadi seperti ini?,bahkan sifat nya yang dulu nya tak peduli dengan siapapun.kini malah berubah,bisa bisa nya dia tadi mengantarkan Cece ke penginapan nya.
di kamar sebelah, terlihat Calvin baru saja memasuki kamar hotel nya.di sambut oleh neis yang langsung melepaskan jas milik Calvin
"bagaimana sayang?" tanya neis merasa khawatir karena kejadian yang tadi di beritahu anak anak nya