
"ohhh my God dadyyy...ughhh itu sangat gila sayang" neis terus meremang remang di bawah Calvin.
karena sendari tadi Calvin terus melancarkan aksi nya tanpa jeda.kedua sejoli itu sedang menikmati percintaan nya yang bertambah hari bertambah membuat mereka gila akal.
sampai mereka lupa kalau di luar sana ada ke empat anak nya yang sedang menunggu mereka di meja makan.untuk makan malam,entahlah selalu saja begini.ke empat anak itu selalu saja menunggu terkadang mereka akan makan malam tanpa kedua orang tua nya.
"ughh apa kau tak lelah Calvin?...ya tuhan... Calvin kau ....akhhhh jangan sampai kau membunuhku" neis terus mendesaaah di buat menggelinjang berkali kali.
"apa kau lelah? bukan kah kau yang memulai nya lebih dulu...mengapa kini kau yang menyerah?" remeh Calvin masih memompa tubuh nya dengan sangat cepat.
sedangkan di meja makan,ke empat anak itu terus menggerutu kesal.
"sial begini sekali nasib kita,pasti mereka sedang bertempur atas ranjang" geruntu Vero sembari menyendok kan lauk ke piring nya.
"biasalah mereka pasti sedang buat adonan,apa kalian ingin seorang adik?" kata Varo.
"biarkan saja mereka membuat nya,hingga mansion ini penuh dengan anak berkepala piton" geram Vero.
"berkepala piton? apa maksud nya" tanya Arsya membuka mulut
bi Anis yang sendari tadi menyiapkan ini itu untuk mereka semua,hanya bisa menggelengkan kepala saat mendengar percakapan mereka.sedangkan arka terlihat cuek dan tak menanggapi percakapan mereka bertiga.
"ya kalian pasti tau lah,naga milik dady bertambah hari akan bertambah besar karena selalu di asa oleh mommy.otomatis naga milik dady lebih pantas di beri nama piton yang sangat ganas bukan?" perkataan Vero membuat varo tertawa mendengar nya,anak yang satu ini kalau ngomong gak ada rem.
saat vero sedang kesal seperti ini pasti semua nya di keluarin,tak ada batas dan tak ada yang bisa membatasi nya.
keesokan hari nya di kediaman Yola, si kembar itu datang ke acara ulang tahun gadis itu.
sebenar nya hanya sebagian orang yang Yola undang yang menurut dia penting dan pantas di undang.ya seperti teman teman kelas nya dan para guru guru di sekolah nya.sebagian lagi adalah tamu dari orang tua nya.
"yol kamu yakin bakal nyatain perasaan kamu sama Vero sekarang?,saran aku niee ya mending kamu cari cowok lain aja deh.aku gak yakin Vero bakal mau Nerima kamu dengan hati nya,palingan kalo di terima juga dia bakal mutusin kamu dalam beberapa hari kedepan." omel Arsya takut sahabat nya ini patah hati karena saudara nya itu
"aku yakin Ar,lagian sekarang kan Vero lagi jomblo.aku yakin dia bakal Nerima aku,dan aku bakal membuat dia takluk dalam beberapa hari kedepan." Yola dengan yakin nya.
"terserah kamu aja deh,kalau patah hati jangan ajak ajak aku ya" ujar Arsya.
"kok gitu sih,sahabat macam apa kamu ini.seharus nya kamu dukung Aku dong,dan bantu aku buat yakinin Vero kalau aku ini sayang banget sama dia" sebal Yola.
"oke deh okeyy,selamat berjuang ya semoga berhasil walau aku tak yakin" kata Arsya membuat Yola memanyunkan bibir nya.
acara terus berlangsung meriah,semua nya sangat menikmati pesta dan hidangan nya dengan bahagia.bahkan saat Yola mendekati Vero dan ingin menyatakan perasaan nya.gadis itu sangat gugup karena ini adalah kali pertama nya dia harus seserius ini di depan Vero.
"ee Vero..aku boleh bicara berdua gak?" tanya Yola gugup menatap insten kedua bola mata Vero
"ya boleh" kata Vero lalu mereka pergi ke sebuah tempat yang agak sepi dan di sana hanya ada mereka berdua yang nampak sibuk dengan fikiran nya masing masing.