
setelah nya Arsya kembali duduk di tempat nya mengeringkan tangan dia dengan tisu.lalu menatap ke arah om om di depan nya yang sedang menatap nya lekat.
"hello om kok bengong?" tanya Arsya menepuk meja membuat om om itu dan orang orang di sekitar nya terkejut.
"kamu" om itu menyentil jidat Arsya membuat gadis itu mengadu.
"anak aneh" cibir om om.
"om yang aneh tiba tiba bengong." sebal Arsya.
"lihat tangan ku sudah bersih,kenalin aku Arsya" ujar Arsya jutek
"Denis" ujar om tersebut
"oke om danas" cengir Arsya meneguk minuman nya setelah berkenalan.
Denis melotot mendengar panggilan yang di berikan Arsya kepadanya.danas? apa apaan ini,namun dia berusaha tenang dan memilih untuk diam mendengarkan pembicaraan Arsya.
"om tinggal catat saja berapa kerugian nya,nanti aku akan ganti semua nya" ujar Arsya santai.
"okey saya akan catat semua nya,asalkan kamu ganti rugi dengan uang mu sendiri" ujar Denis.
"ya iyalah uang aku terus uang siapa lagi?" terkekeh Arsya.
"uang hasil kerja kamu sendiri faham?" perkataan itu membuat Arsya terbatuk batuk di buat nya.
"lhoo kok gitu,kenapa ribet banget sih.om tinggal terima ganti rugi dari ku kan beres setelah itu aku gak usah ber urusan dengan om nyebelin seperti om ini" cibir Arsya kesal.
Denis berdiri dari duduk nya sembari menuliskan sesuatu di sebuah kertas yang ada di tangan nya.setelah nya meletakkan kertas tersebut di atas meja tepat di hadapan arsya.lalu dia pergi begitu saja meninggalkan Arsya yang masih termenung memandangi kertas tersebut.
Total:500.000.000.
lebih detail nya hubungi 081********3
Syarat dengan uang sendiri jika tidak siap siap berurusan dengan polisi
"heh dia pikir segampang itu mengancam ku,om lihat saja nanti" cibir Arsya setelah membaca isi kertas tersebut.
"arka kamu sudah pulang nak?" tanya neis yang Barus saja menuruni anak tangga dan mendapati Arka yang sedang melepas sepatu nya di sofa ruang TV.
Seperti biasa tak ada jawaban apapun,hanya terdengar suara TV yang menyala.neis duduk di samping arka memutuskan untuk ikut menonton bersama di sana walau suasana terlihat sangat hening.
namun neis harus tau,walau arka seperti ini.pria itu juga pasti masih butuh untuk di perhatikan.bukan untuk di dinginkan kembali.neis akan selalu setia dalam ke sabaran nya menemani saat saat arka sendiri seperti ini walau tanpa mengobrol sekalipun.
"Hay sayang dari mana kamu cantik?" sapa neis ketika Arsya memasuki ruangan itu
"sudah habis berapa ronde mom? sampai membiarkan anak nya kelaparan" cetus Arsya membuat neis diam tersipu malu
"sudahlah aku capek mau istirahat" Arsya mencium pipi neis dan arka lalu naik ke atas
ketika Arsya ingin masuk ke kamar nya,teriakan Calvin mengejutkan diri nya .membuat neis yang berada di bawah juga terkejut karena suara Calvin yang menggelegar.
"arsyaaaaaa!!!" teriak Calvin.
"iya dad" ujar Arsya yang membalikkan tubuh nya.
"apa yang telah kamu perbuat baby??" tanya Calvin kesal.
"buat apa dad?,aku tak pernah membuat baby dengan siapapun dad." bingung Arsya.
"lihat ini" Calvin memberikan teb nya ke Arsya
"om danas?,Dady mengenal nya?" tanya Arsya kebingungan.
perkataan Arsya membuat Calvin semakin marah,Arsya takut ini pertama kali nya Calvin terlihat emosi seperti ini di buat nya.biasanya pria matang itu selalu lembut kepada Arsya.