
"oke sekian dulu materi dari bapak bla BLA BLA BLA" kelas hari ini pun telah di bubar kan
banyak bisik bisik dari anak anak tentang perencanaan malam tahun baru untuk nanti malam.ada yang ingin janjian bakar jagung di rumah salah satu dari mereka,ada yang berencana mengajak temen sekelas nya bakar jagung bersama.
pokok nya kelas begitu bising,membuat gendang telinga arka sedikit lelah mendengar nya.sepanjang hari ini mengapa para anak anak di sana membahas soal malam tahun baru?.mengapa tidak membahas yang lain saja membuat arka tak betah berada di sana.
"ehhh jangan pada pulang dulu dong,gue berencana ngajak kalian semua malam tahun baruan di rumah gue.gimana pada setuju nggak?,tenang aja semua nya udah siap kalian tinggal Dateng aja.jangan lupa pada Dateng ya" pengumuman dari Amel anak paling heboh di kelas.termasuk dari keluarga konglomerat juga namun jajaran nya masih sangat jauh di bawah keluarga arka.
"kayak nya seru ni" sautan dari yang lain
bertambah bising dan terus bertambah bising membuat arka menggebrak kan tangan nya di atas meja.mampu membuat seisi kelas langsung bungkam tak bersuara.arka pun melenggang pergi meninggalkan kelas nya dengan mengepalkan tangan nya kesal.
"ka..ka...aku pulang bareng kamu ya" ujar Arsya manis di hadapan arka yang wajah nya datar dan dingin itu.
"aku ada urusan" jawaban dari arka membuat Arsya mengerti seperti nya kehebohan di sekolah akan tahun baru yang akan datang ini.membuat arka jadi tak nyaman.
padahal kalau di pikir pikir arka dan Arsya itu sama saja.mereka itu sama sama memiliki trauma akan kejadian masa lalu nya.jika Arsya memiliki sebuah trauma untuk dekat dengan laki laki mana pun,dan sedangkan arka trauma untuk dekat dengan siapapun.
motor arka berhenti di depan sebuah bar party tempat biasa dia nongkrong.dia langsung memesan begitu banyak minuman beralkohol.lalu meneguk nya dengan sangat ganas,rasa hambar di minuman itu bercampur aduk dengan suara melodi lagu di dalam bar itu.
"jio kau membuat ku gila" lirih arka meneguk lagi minuman nya
sudah 5 botol full arka menghabiskan Everclear minuman yang mengandung kadar alkohol yang sangat tinggi ini.ini adalah minuman favorit nya,sejak kecil dia sangat menyukai nya.apa lagi sejak seseorang yang selalu membuat nya tersenyum tewas.rasa nya minuman minuman itu adalah penawar bagi nya,namun semakin sering dia meminum nya jadi semakin tipis minuman itu menyembuhkan luka nya.karena minuman itu sudah tak bereaksi lagi setiap arka meminumnya,bahkan minuman minuman ber alkohol lain pun sama saja tidak berasa.
"berikan satu kamar VIP" arka mengeluarkan kartu debit tanpa batas nya.
dengan sangat cepat kamar pun sudah tersedia,arka langsung berjalan masuk ke dalam lift.sepanjang jalan ia selalu mengingat sahabatnya.terus dan terus membuat nya seakan akan gila,rasa bersalah nya terus menghantui diri nya.