My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Kapok



melza berjalan melewati koridor kelas yang telah sepi,tak sengaja dia bertemu dengan seseorang yang terlihat marah.yola kini berdiri tepat di hadapan nya.


"woy mau keman Lo" Yola menarik tangan melza


"bukan urusan kamu" kata melza ingin berlalu pergi


"ehh gue peringati ya sama Lo,jangan genit genit deh jadi cewek.terus aja semua cowok Lo godain,pakek pelet apaan sih Lo kayak nya ampuh banget sampe banyak cowok yang deketin lo.padahal muka paspasan gini" cerocos Yola menenteng kedua tangan nya di pinggang.


"woy gue lagi ngomong sama Lo ya" kesal Yola saat melza hanya diam


Yola menarik tangan melza kuat sehingga gadis itu meringis kesakitan.terus mengancam melza agar gadis itu takut,namun bukan nya takut melza malah semakin berani dan emosi mendapatkan perlakuan kasar dari Yola.


"lepasin gak" teriak melza


"ouhh anak baru ini bisa berbicara juga ternyata,aku kira kamu bisu" perkataan Yola


melza langsung menampar Yola karena emosi, perkataan Yola benar benar merendahkan diri nya.melza tidak terima dengan semua itu.


"dengar nya aku memang orang miskin tapi bukan berarti kau bisa menindas ku dengan seenak jidat mu" ujar melza sebelum melenggang pergi.


"dia menamparku?" terkejut Yola memegangi pipinya dia jadi takut sendiri,mengapa melza bisa seberani itu.di balik wajah nya yang lugu ternyata gadis itu benar benar seram jika sedang marah.


Yola memutuskan untuk pergi menuju kantin,rasa nya pipi dia sangat panas sekali.tamparan melza benar benar sangat kuat,Yola sudah kapok dia tak lagi akan menindas melza.karena takut akan mendapatkan tamparan untuk kedua kali nya.


"yaudah aku pulang bareng Yola dulu bay,nanti bilangin ke mommy aku sedang kerja kelompok bersama Yola" ujar Arsya mengedipkan sebelah matanya untuk bersekongkol dengan arka.padahal diri nya pergi bukan untuk kerja kelompok melainkan untuk menonton bersama di bioskop.


sedangkan arka pergi menuju kelas nya untuk mengambil ransel nya yang masih berada di sana.saat sampai di kelas arka melihat Cece masih berada di sana mengobrol dengan teman nya.


"yaudah aku balik dulu" ujar cece membalikkan tubuh nya dan langsung mendapati wajah arka yang sedang menatap nya.


"hemm" arka hanya mendehem lalu mengambil ransel nya.


'sikap nya agak sedikit berbeda' batin arka kemudian keluar dari kelas nya, mengarah ke parkiran.arka mengangkat telfon nya ketika ia merasakan handphone nya yang bergetar di saku celana nya.


"halo arka bisa kita bertemu?" ujar dari seberang


"ha okey di tempat biasa" kata arka lalu mulai melajukan motor nya.


saat melewati halte depan sekolah,dia melihat Cece yang seperti masih menunggu bus datang.entah angin apa yang menerjang pikiran nya sehingga pria itu ber inisiatif untuk mengajak Cece pulang bersama nya.


TINN


arka membunyikan klakson nya membuat Cece menoleh,ia mengenali motor tersebut.walau wajah arka tak terlihat karena tertutup oleh helm nya.


"naiklah" ujar arka membuka kaca helm nya.


"aku?" tunjuk Cece kepada diri sendiri.


arka hanya mengerutkan kening nya menandakan siapa lagi yang dia maksud jika bukan cece.karena di sana hanya ada gadis itu dan diri nya.


"tapi arah tempat kita berbeda" ujar Cece.


"aku akan pergi ke bar" ujar arka


Cece faham lalu ia memutuskan untuk ikut bersama arka,mana mungkin Cece menolak nya hehe .ia tidak mungkin menolak emas berlian di depan mata nya.