My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Gila



"maaf om aku tak sengaja,biar aku ganti kerugian nya" cemas Arsya saat orang yang terlihat lebih tua dari nya turun dari mobil tersebut.


"punya mata?" tanya om om tersebut.


"punya lah,ini mata saya om.bisa liat kan?" ujar Arsya seadanya.


"seharusnya saya yang tanya sama kamu,kamu bisa lihat tidak?" marah om om itu


"aku kan sudah minta maaf om,lagian aku juga bakal ganti rugi kok" kata Arsya sedikit sebal.


"yakin bisa?" jutek om tersebut.


"bisa banget,eee gini aja gimana kalau kita cari tempat buat ngobrolin masalah ini,sekalian aku juga laper banget ni udah gak kuat dari pagi belum makan" ujar Arsya memegangi perut nya.


"saya gak yakin anak yang kelaparan seperti kamu bisa ganti kerugian saya" remeh om om tersebut.


"udah tua bawel banget sih,kalo gak mau di ganti yaudah tapi kalau masih mau ikuti aja mobilku" kesal Arsya langsung naik ke dalam mobil nya.


lalu mengemudikan nya mengarah entah kemana,om om yang tadi sejenak berfikir.lalu setelah nya memutuskan untuk mengikuti kemana Arsya pergi.


*


*


*


*


*


Di Bar


Arka terlihat sedang duduk manis memandang kosong ke arah orang orang yang sedang asik menggoyang kan tubuh nya di bawah lampu yang menyala nyala itu.


karena muak dia membalikkan kursi nya dan menopangkan kedua tangan nya di meja sembari bersedekap.mata nya menatap lekat ke arah gelas bir itu.


"dia sama seperti yang lain!!!!...sama arka!!!!...sama saja!!!!......" teriak arka lalu pergi meninggalkan bar tersebut.


"tapi dia sudah membawa hati mu arkaaa....." lirih suara itu arka ambruk menjatuhkan diri nya di bawah sebuah pohon rindang dengan kaki yang di tekuk lalu tangan yang memeluk kaki itu erat.menyembunyikan wajah nya dalam.


arka seperti sudah gila di buat nya,karena setelah tak bertemu Cece berbulan-bulan dia seperti sudah hilang kendali.arka seperti sudah tidak bisa berfikir dengan jernih lagi.


"Sakitt" arka memukuli dada nya keras setelah nya ia memutuskan untuk pergi dari tempat itu.


di lestoran Arsya terlihat lahap menyantap makanan nya tanpa memperdulikan om om yang kini tengah duduk di depan nya sembari memandangi Arsya yang terlihat banyak makan ini itu.bahkan Arsya pun tak menawari pria itu sama sekali.


AAAAAAAAAAAGKKKKKK


Arsya saat sudah kenyang,dia menyenderkan tubuh nya di kursi sembari memegangi perut nya.seusai nya ada beberapa pelayan yang datang untuk membersihkan bekas bekas tersebut dan Arsya tak lupa membayar nya.


"sudah?" tanya om om tersebut.


"ya,om tidak makan?" tanya Arsya


"melihat mu saja saya tak berselera" kata om om tersebut.


"kenapa?" bingung Arsya.


"sudah lupakan,sekarang cepat katakan apa yang akan kamu lakukan untuk mengganti kerugian itu" tanya om tersebut to the points


"sebentar sebelum nya kenalin dulu aku Arsya,nama om siapa?" Arsya mengulurkan tangan nya


sedangkan om om tersebut mengangkat kedua alis nya tinggi melihat tangan itu.tangan Arsya yang kotor itu ingin bersentuhan dengan nya,oh tidak bisa itu sungguh merendahkan harga diri nya.


"kenapa?" bingung Arsya lalu melihat tangan nya.


saat mengetahui tangan nya kotor Arsya cengengesan lalu pergi ke arah wastafel untuk mencuci tangan nya.