My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Kecewa



"tutup mulut tak berguna mu itu!!!" teriak pria itu menendang kepala Adam keras.


sedangkan yang di belakang sana mencengkeram dagu melza kuat.dia senang melihat air mata yang mengalir deras di kedua pipi perempuan berwajah busuk itu.


"melza....melza.... seperti nya kau terlalu menikmati harta kami yang ayahmu rampas.apakah sudah puas?" gadis itu menampar melza dengan setetes air mata yang jatuh


"puass tidakkkk....?" tanya gadis itu mendorong dada melza.


"sangattt.....sudah jelas?,kau pikir wanita cupu seperti mu ini hebat melakukan hal seperti ini? TIDAKKK!!!!.sampai kapan pun di mata ku kau hanya wanita murahan,wanita lugu yang hanya bisa membentengi diri nya dengan kekuatan laki laki" melza tertawa geli.


"apa kau pikir kau akan melakukan semua ini kepada Arsya?,jika tidak ada tangan campur ayah mu?" gadis itu menimpali.


"tidak kan?,namun aku bisa saja melakukan ini padamu walau kakakku tak bersedia ikut campur melakukan nya sekalipun" ujar gadis itu membuat melza bungkam di tempat.


"akhhhhhhh " melza mendorong gadis itu lalu menampar wajah gadis itu karena sangat kesal


gadis itu berdiri merenggangkan otot leher nya,lalu mengeluarkan benda panjang dari tempat nya.sebuah pedang panjang yang berkilau seperti sangat tajam.


SYEOKKKKKKKKKKK


terbanglah sudah kepala yang kini telah terpisah dari leher nya.arsya yang melihat nya langsung muntah di buat nya,sedangkan yang di belakang sana arka yang baru saja memasuki ruangan tersebut terkejut melihat hal tersebut.


"melzaaaaaaa" teriak Adam namun saat dia bergerak pria yang kini berdiri di depan nya langsung melakukan hal yang sama memenggal kepala Adam hingga nyawa nya langsung terbang .


"zek?" gumam arka


ya zek,dia orang nya.zek berjalan mendekat ke arah gadis yang kini berdiri memandangi mayat melza dengan sangat puas.lalu berjalan beriringan bersama zek ingin meninggalkan tempat tersebut.


sejenak gadis itu berhenti tepat di hadapan arka yang terlihat keringat nya bercucuran deras.karena perasaan arka saat ini seperti es campur yang di aduk aduk.


"jangannn bilang kau...." arka dengan nafas naik turun menatap gadis yang kini berada di hadapan nya.


gadis itu membuka penutup nya perlahan memperlihatkan nya kepada arka dan menampakkan wajah cantik yang tidak arka harapkan bahwa dia yang benar benar di balik topeng itu.


"kau benar" Cece dia tersenyum ke arah arka


"kau... Ternyata kau sama saja seperti yang lain nya." kecewa arka.


"thanks buat semua nya,setelah ini kau tak akan melihatku mengusik mu lagi" kata Cece lalu melangkah meninggalkan ruangan luas tersebut bersama zek.


arka memukul pintu dengan begitu keras,hati nya kini merasa jatuh di jurang gelap yang dalam.tak terluka namun terasa sakit dan sesak yang kini di rasakan nya.


Arsya berjalan perlahan mendekati arka,lalu memeluk pria itu karena takut.ada syok yang mendalam di dalam diri Arsya,ini pertama kali nya ia melihat kasus yang mengerikan terjadi langsung di depan mata nya.arsya menangis di dalam pelukan arka,begitu juga dengan arka yang meneteskan air mata nya karena kecewa.