
arka yang sedang sibuk terduduk manis di depan makam sang sahabat kini langsung berdiri lalu berlarian kecil saat menyadari sebuah hujan tiba tiba turun dengan deras.ia terus berlarian menerobos hujan,namun langkah nya terhenti ketika melihat seseorang yang sangat ia kenal sedang tersipu di samping sebuah makam sembari memeluk makam tersebut.
"Cece sedang apa kau di sini?" tanya arka berjongkok menatap Cece dengan sesekali menyeka air hujan yang membasahi wajah nya.
Cece hanya terus menangis tak memperdulikan arka di hadapan nya,dia terus terisak tangis nya.arka berusaha membujuk Cece untuk berteduh,karena tak baik hujan hujanan dengan air hujan yang turun sangat deras seperti ini.
"Cece ayok nanti kamu sakit" kata arka sedikit berteriak berusaha terus membujuk Cece.
"pergilah aku ingin di sini" teriak Cece
"jangan seperti ini,ayok kita pergi dari sini" ucap arka memegangi kedua lengan cece
akhir nya gadis itu pun mau di ajak berteduh,mereka kini duduk di sebuah angkringan kecil yang ada di sana.arka memesan teh hangat untuk Cece dan diri nya.
"minumlah" arka menyodorkan segelas teh ke hadapan Cece.
Cece menerima teh hangat tersebut lalu sedikit demi sedikit ia menyeruput nya.berhasil sedikit menghangatkan tubuh nya yang menggigil.
"sebentar"ujar arka berlarian ke arah parkiran.
drtt...drtt....drtt...
handphone Cece terus berbunyi,gadis itu memilih untuk menonaktifkan ponsel nya karena merasa risih dan kesal.tak lama setelah nya arka kembali datang dengan memakai sebuah payung dan pria itu sudah berganti pakaian.
"mba tolong pindahkan teh hangat nya ke botol ini" ujar arka memberikan sebuah botol alumunium.
"oke mas, sebentar saya pindahkan dulu" kata mba warung nya.
tak membutuhkan waktu lama teh nya pun sudah di tuangkan semua ke dalam botol.arka membawa Cece pergi menuju mobil nya, menyuruh Cece naik ke kursi belakang.
"aku?,ganti di mobil? dan ada kamu di dalam nya?" tunjuk Cece kepada diri nya sendiri.
"aku tak akan mengintip" kata arka melempar paper bag nya ke dada Cece.
Cece menerima dengan raut wajah kesal,namun ia pun tak bisa menolak karena tubuh nya benar benar kedinginan.dia melihat lihat pakaian tersebut dan mencium nya.aroma nya sangat wangi dan pakaian ini kelihatannya milik arka.
"awas lho jangan ngintip" tunjuk Cece di depan mata arka saat diri nya menoleh ke depan tepat di wajah arka
"iya bawel" ujar arka menatap ke arah kaca mobil memalingkan pandangan nya dari Cece.
Cece pun berganti pakaian dengan sangat cepat,karena takut arka mengintip diri nya.setelah nya ia membereskan pakaian pakaian nya yang basah.
"punya keresek gak?" tanya Cece
"ada di bawah kursi" kata arka.
Cece merogo bagian bawah kursi dan mengambil selembar plastik lalu memasukkan pakaian basah nya ke dalam sana.setelah nya ia simpan plastik itu di dalam paper bag yang tadi.
"sudah?" tanya arka.
"ya" ujar Cece merapikan pakaian nya.
"pindah ke depan" titah arka
"iya sebentar" Cece melempar sepatu nya ke depan lalu mulai ingin berpindah
namun siapa sangka baju nya malah nyangkut membuat dia terjengkang ke belakang ke arah kursi depan samping arka duduk.karena reflek Cece menarik leher arka membuat tubuh pria itu terjatuh di atas tubuh Cece.