
suasana pesta begitu meriah dan megah,banyak tamu undangan tak bisa melepaskan pandangannya dari kedua pengantin itu.apa lagi melihat paras tampan dari zek yang benar benar merajalela.di tambah lagi dengan putri kecil yang terlihat dingin sedang duduk manis di tempat khusus keluarga.ya Cece gadis itu juga kini menjadi sudut pandang para tamu di sana.
tiba tiba seseorang datang menghampiri Cece sembari menyodorkan segelas minuman kepada Cece.
"apa kamu haus?" tawaran orang tersebut.
Cece hanya diam di tempat mengamati wajah orang yang kini berada di hadapan nya.senyuman orang itu begitu terlihat alami tanpa di buat buat.
"oh ya kenalin aku Airina adik nya kak hilda.panggil aja aku irin,benar ya kata kak Hilda kamu itu cantik sekali." gadis itu mengulurkan tangan kanan nya ke arah Cece
"CELSIA panggil saja cece" ucap Cece singkat menerima uluran tangan dari irin
"senang bisa kenal kamu,eh ini minum untuk mu" ujar irin
"thanks you" ucap Cece dingin
sedangkan irin terlihat masih memasang senyuman nya,dia tau banyak tentang cece dari kakak nya.kakak nya juga bilang Cece itu sebenarnya anak yang baik,hanya butuh waktu saja untuk beradaptasi lebih baik dengan nya .jadi dia juga harus sabar menyikapi Cece,ya walau Cece terlihat jutek sama dia.
"haii" seseorang lagi datang menyapa ke arah Cece
Cece membulatkan mata nya dengan sempurna mengapa dia bisa ada di sana.irin terlihat merah merah pipi nya karena mengira orang tersebut menyapa diri nya.
setelah orang itu sudah lebih dekat dan berhadapan dengan cece.irin malah salah tingkah karena sudah kepedean.
"kamu ngapain di sini?" tanya Cece judes.
"aku di undang" arka menunjukkan undangan nya kepada Cece.
sontak Cece langsung kesal dan membawa arka pergi meninggalkan irin begitu saja.cece menarik tangan arka dengan langkah kesal nya.
"sana pulang" usir Cece.
"sini mana kado untuk kakak ku biar aku saja yang memberikan nya kepada dia dan kamu tak usah repot repot menemui nya" Cece menodongkan tangan nya di hadapan arka.
"idih kok galak amat sih"cibir arka
di sudut lain irin terus memperhatikan perdebatan mereka berdua,irin terlihat cemas takut perdebatan itu mengacaukan suasana pesta.irin juga takut Cece kenapa Napa setelah berdebat dengan laki laki itu.
"pulang arka" usir lagi Cece
banyak sudut mata melihat ke arah mereka berdua,arka memilih untuk pergi begitu saja karena melihat suasana pesta terlihat panas di buat nya.ia takut pesta nya berantakan karena perdebatan tadi.
entah kenapa Cece yang melihat arka melenggang begitu saja merasa sangat bersalah.karena telah memarahi arka tanpa alasan.gadis itu mengejar arka hingga sampai ke parkiran.
"arka tunggu" teriak Cece
"arka" teriak nya lagi namun arka tak mendengar kan nya
Cece terus berlarian hingga dia terjatuh akibat sepatu hak nya terlalu tinggi.cece gusrak gusruk kesal memarahi sepatu hak yang di pakai nya.gadis itu pun melepas sepatu nya lalu kembali berlarian dengan sangat cepat mengejar arka.
"arkaa....tunggu dulu tunggu" Cece berdiri di hadapan arka dengan tangan yang menahan dada arka agar tak berjalan maju.
"hemmm" dehem arka
"kamu kok baperan amat sih,tadi aku hanya sedikit kesal kenapa kamu marah seperti ini sih" geruntu Cece.
"tadi kamu menyuruh aku pulang,ya aku pulang.sekarang kamu ngehalangi aku,mau kamu apa sih?" tanya arka
"kamu ini gak peka banget sih sama orang PMS,yasudah sana pulang dasar kutub es.aku sumpahin kutub kamu gak bakal mencair seumur hidup" Cece melempar pelan sepatu hak nya di depan dada arka lalu berjalan meninggalkan arka dengan wajah merah nan kesal nya itu.