My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Benci



Arsya berjalan dengan lirih menelusuri lorong hotel,terus menangis di sepanjang langkah nya.wajah nya terlihat sangat merah karena terlalu lama menangis dan menahan sakit hati nya.hati nya terasa di lucuti saat mendapati kenyataan yang kini tengah menimpanya


"aku benci hidupku,aku jijik dengan diriku,aku kotor hikss...hikss..remajaku hilang hikss.." Arsya menjatuhkan tubuh nya di salah satu anak tangga memegangi kedua lutut nya erat dengan menyembunyikan wajah nya di kedua kaki nya yang tertekuk


"aku harus gimana? aku sudah tak normal lagi,diriku hancur sebelum waktu nya.aku benci dia!!!!" teriak Arsya sekeras mungkin.


...*****...


"kau yakin Arsya ada di sini?" tanya arka kepada Cece yang kini sedang membantu arka mencari keberadaan Arsya.


"aku yakin,menurut satpam tadi dia melihat Arsya di bawa seseorang kemari semalam" kata Cece masih memimpin jalan di depan.


tak lama setelah nya arka dan Cece melihat Arsya sedang terduduk dengan tatapan kosong di sebuah kafe yang ada di sebelah hotel.dengan cepat arka dan Cece menghampiri Arsya


"syaa?,kau kemana saja semalam?" tanya arka membuat lamunan Arsya buyar.


dengan cepat Arsya menyeka air mata nya lalu tersenyum nanar ke arah arka dan Cece.


"aku semalam menginap di hotel" ujar Arsya.


"di hotel dengan siapa? kata nya ada seorang pria membawa mu kemari,apa kau baik baik saja?" tanya Cece.


"ee aku sendiri kok,maaf ya semalam handphone ku lobet dan aku tak membawa charger.pasti sudah membuat kalian dan yang di rumah cemas." Arsya masih berusaha menutupi rasa sakit di dalam hati nya


"aku baik baik saja,aku hanya lelah karena semalam terlalu banyak minum"kata Arsya terus menutupi kebenaran nya,


"yasudah sekarang mari pulang,pasti yang di rumah sangat cemas.karena semalam juga aku tak pulang ke rumah" ajak arka


mereka pun pulang dengan perasaan mengganjal di dalam diri Arsya,rasa nya Arsya ingin mengungkapkan semua yang telah menimpanya semalam.namun ia tak punya keberanian sebesar itu.


begitu sampai mansion ketiga makhluk itu langsung di sambut oleh para keluarga yang menatap cemas ke arah mereka.apa lagi sang mommy yang sangat cerewet itu,tak habis habis mencium pipi kedua saudara yang baru pulang itu.


"kalian kemana saja?semalaman kami tidak bisa tidur mencemaskan kalian" marah neis


"lihatlah mom,aku bilang juga apa.mereka pasti baik baik saja,mereka hanya mencari perhatian khusus saja dari mommy dan Dady" cibir Vero


"diam kamu,mommy tidak sedang bertanya padamu" geram neis


setelah perbincangan kecil itu,mereka kini tengah berada di meja makan.begitu juga dengan Cece yang pertama kali nya di bawa kemari oleh arka.cece begitu iri melihat keharmonisan keluarga itu,bahkan hati nya bertambah pilu saat kini kebahagiaan kecil dan satu satu nya telah memiliki tempat kebahagiaan sendiri yaitu kakak nya


"ce kamu kenapa?" tanya arka saat Cece hanya memandang kosong makanan nya tanpa di sentuh sedikit pun.


"aku permisi ke toilet" ujar nya dingin


"ouhh toilet nya di sana" tunjuk neis ke arah toilet yang tak jauh dari meja makan.