My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Kutub selatan



"kau" Cece menunjuk arka tak percaya kalau kini mereka bertemu lagi


"sedang apa kau" pertanyaan yang terlontarkan dari mulut arka dan Cece secara bersamaan.


membuat Cece salah tingkah di buat nya,Cece menatap ke sana kemari sepi tidak ada siapapun.kecuali diri nya dan arka yang kini tengah menatap diri nya dengan sangat menyeramkan.aura aneh menyeruak menyelimuti Cece,tatapan arka benar benar membuat nya tak bisa berkutik sama sekali.


'rasa nya tatapan dia lebih menyeramkan dari penghuni di sini' batin cece


"sedang apa di sini?,apa kau mengikuti ku?" tanya arka


"aaa tidak,siapa juga yang mengikuti kamu.kamu sendiri ngapain di sini?" tanya Cece


arka tak memperdulikan Cece langsung pergi begitu saja.sedangkan Cece menatap ke sana kemari agak sedikit merinding juga sendiri di sana.ia pun memutuskan mengikuti arka pergi.


arka pun mengenakan helm nya,bergegas ingin pergi namun Cece kembali membuat nya berdecak kesal.ngapain gadis itu mengikuti nya.


"arka...arka..tunggu,kita kan teman boleh kan aku nebeng.lihat jalanan sepi tidak ada kendaraan lewat sini" ujar Cece memegangi lengan arka.


"teman?,sejak kapan aku punya teman?" cetus arka naik ke motor nya


"kita kan temen sekolah,sekelas lagi.gak ada salah nya kan kamu berbaik hati buat_" perkataan Cece tercekat saat melihat mata arka yang melirik tajam itu


arka menatap tajam ke arah tangan Cece yang memegangi lengan nya,membuat Cece langsung melepaskan genggaman nya.dengan berdiri kikuk di hadapan arka.


"eee sorry" ujar lagi Cece namun arka tak peduli langsung meninggalkan gadis itu begitu saja sendirian.


"huh dasar es kutub selatan,aku lelehin kamu biar tau rasa" Cece menendang botol minuman kosong yang ada di hadapan nya hingga terbang mengenai kepala seseorang,ha di situlah Cece mulai terkena Masalah lagi.


di mansion Calvin duduk di ruang keluarga di mana Arsya dan Vero sedang bermain game bersama di sana.terlihat mereka sangat asik dengan permainan nya.namun kedatangan Calvin membuat mereka malas melihat nya.


"Vero,Arsya ada yang ingin Dady bicarakan dengan kalian" ujar Calvin lembut.


"bicaralah" ujar Vero ketus.


'huh kalau bukan anakku,udah aku telen kamu hidup hidup' batin Calvin mencoba untuk bersabar


"Dady minta maaf jika selama ini Dady kurang memperhatikan kalian dan tidak punya waktu untuk kalian.dady seperti itu juga untuk masa depan kalian,namun salah juga kalau Dady tak pernah menyisikan waktu untuk sekedar mengobrol dengan kalian" jelas Calvin


"lantas?" ujar Vero masih fokus dengan game


"ya Dady minta maaf,Dady akan mencoba memperbaiki.akan meluangkan waktu untuk kalian walau sekecil apapun itu" perkataan Calvin membuat Vero dan Arsya langsung menghentikan aktivitas bermain game nya.


"Dady berencana besok kan hari libur,Dady ingin mengajak kalian pergi berlibur sekeluarga ke suatu tempat.apa kalian mau pergi bersama Dady?" tanya Calvin


"aaaa gini dong baru Dady aku" Vero langsung loncat memeluk Calvin membuat pria itu merasa aneh


ini pertama kali nya anak laki laki nya memeluk diri nya dengan senyuman bahagia seperti ini.rasa nya sangat menghangatkan, apakah ini yang dimanakah keistimewaan dari sebuah keluarga?


benar kata orang orang,seorang anak itu menginginkan sebuah pelukan hangat dari orang tua nya.calvin sedikit menyesal karena selama ini ,sikap overprotektif nya terhadap sang istri membuat nya jadi begitu jauh dengan anak laki laki nya.


seharus nya dia tak begitu sensi jika melihat neis dekat dengan anak anak nya,tapi tetap saja jika mengenai istri nya.calvin tak bisa menahan amarah nya jika melihat kedekatan neis dengan ketiga anak laki laki nya.