
Sore hari nya Arsya berencana ingin mendatangi tempat penginapan nya cece.sembari membawakan beberapa Cece makanan.terus menelusuri beberapa pintu kamar hotel di gedung sebelah.saat sedang sibuk mencari,tiba tiba Arsya merasa ada yang mengikuti diri nya.
dengan segera Arsya langsung bergegas mencari kamar Cece dan benar saja di belakang sana ada yang mengikuti nya.fostur tubuh dan penampilan orang itu sama seperti orang yang tadi siang.
Arsya terus berlarian dengan cepat sekaligus cemas.ia berusaha memencet tombol lift namun pintu lift tak kunjung terbuka,terus dan terus memencet nya kasar dengan ketakutan yang menyeruak.
"cepet dong kebuka" gemetar Arsya
"hepppp" seseorang menyumpal mulut Arsya lalu menyeret nya
di gedung sebelah arka sedang mencari keberadaan arsya.di mana dia?,mengapa gadis itu pergi tanpa izin.arka pergi menuju kamar nya Varo dan Vero,di lihat kedua makhluk itu sedang asik bermain game.
"kalian lihat Arsya tidak?" tanya arka langsung masuk karena dia juga tau kode kunci pintu kamar mereka.
"bukan nya dia sekamar sama Lo, kenapa tanya kita" varo menjawab dengan tatapan yang masih terfokus ke layar TV.
arka langsung kembali keluar dari kamar tersebut,kenapa perasaan nya tidak enak.dia memutuskan untuk bertanya kepada kedua orang tua nya.Vero menghentikan permainan nya saat melihat kepergian arka yang terlihat terburu buru itu.
"woyy apa terjadi sesuatu sama Arsya?" tanya Vero menepuk pundak Varo
Varo pun menatap lekat ke wajah Vero,seperti sedang memikirkan sesuatu.dengan bersamaan mereka pun langsung berlarian keluar dari kamar untuk menanyakan nya kepada arka.
"neis dan Calvin sedang pergi membeli makanan untuk kalian di luar" jawab Aldo kakak nya neis yang kebetulan adalah pemilik hotel ini.
"pa'de liat Arsya tidak?" tanya lagi arka
"tadi pa'de liat,kata nya mau ke hotel sebelah menemui teman nya" ujar Aldo
"ka" teriakan kedua makhluk semprul dari belakang menghentikan langkah arka yang ingin pergi.
arka tak memperdulikan perkataan kedua saudara nya itu,dia bergegas langsung keluar dari pintu gedung hotel ini.mengarah ke hotel sebelah,arka yakin bahwa Arsya pergi ke sana untuk menemui Cece.
*
*
*
*
*
"hemmm lepaskan,lepaskan" suara Arsya yang tidak jelas karena mulut nya di tutupi sebuah tangan kekar seseorang.
orang itu tak peduli dengan Arsya yang terus berontak,dia malah membawa Arsya masuk ke sebuah kamar dan melepaskan gadis itu di dalam sana.arsya langsung menjauh ketakutan,sedangkan orang itu terlihat santai melepas sepatu nya.
"siapa kamu?mau apa kamu?" teriak Arsya ketakutan
"lepas sepatu mu" ujar pria itu lalu melenggang pergi mengambilkan sebuah air
Arsya malah menurut dan membungkuk melepas sepatu milik nya.kamar ini terlihat bersih dan rapih,namun mengapa Arsya bisa menjadi tenang seperti ini.bagaimana jika orang itu ada niatan jahat kepada diri nya.
"tunggu dulu,kau?...seperti nya aku pernah melihat mu" arsya bergumam mengingat ingat di mana dia pernah melihat pria ini.
orang itu menyodorkan segelas air di hadapan wajah arsya.gadis itu langsung mengambil nya dengan canggung,masih memikirkan jika dia memang pernah melihat pria itu.tapi Arsya lupa di mana?.