My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Mimpi Buruk



arka merebahkan tubuh nya di atas ranjang, menatap langit langit kamar tersebut.kosong,hening dan tak bersuara,kini di sana hanya ada diri nya dan kesunyian.ini yang dulu dia rasakan,saat mendengar sebuah anak panah yang menancap kental.sunyi,tak bisa bersuara hanya ada suara hembusan nafas yang keluar perlahan.


"arka ayok cepat kita harus pergi dari sini" ajak anak kecil bernama jio yang masih berumur 7 tahun itu.


mereka berlarian menelusuri setiap ruangan di mansion keluarga jio ini.gelap,di sini tak ada cahaya sedikitpun.hingga mereka berhenti di sebuah ruangan untuk mencari tempat persembunyian saat suara langkah kaki seseorang sedang mengarah mendekat ke ruangan itu.


"ayok cepat masuk di dalam lemari papah ada pintu rahasia" ujar jio menyuruh arka duluan masuk ke dalam lemari


saat arka baru saja membuka pintu rahasia yang ada di lemari itu,tiba tiba jio terjatuh dan kaki nya terjepit kolong meja yang ada di sana.arka kembali keluar dari lemari dan membantu jio untuk mengeluarkan kaki nya.namun meja itu sangat berat untuk mereka yang masih kecil.


"arka sudah sana pergi,mereka sedang kemari" titah jio mendorong dorong arka agar menjauh dari nya dan masuk ke dalam lemari.


namun arka terus gigih ingin membantu jio,karena dia tak mungkin meninggalkan sahabat nya itu di celakai oleh orang orang jahat yang mengincar keluarga jio.


"tidak aku tidak akan meninggalkan kamu sendiri" ujar arka menangis memeluk jio erat.


"cepat arka pergi,atau aku akan sangat membencimu.cepat pergi tak seharusnya kamu di sini.pergi dasar bodoh,aku sangat membenci mu jika kamu masih di sini,, cepat pergi" teriak anak imut bernama jio itu mendorong arka


arka pun masuk ke dalam lemari saat orang orang jahat itu datang membuka pintu ruangan tersebut,dan jleppppp


"jiooo..." lirih suara pelan itu keluar dari mulut seorang anak kecil berumur 6 tahun.


menangis di tempat saat mendengar sebuah anak panah menusuk dalam tepat di jantung anak kecil yang kini sudah tak bersuara itu.jio memenjamkan mata nya perlahan lalu tersenyum ke arah arka kecil yang masih mengintip di sela sela pintu lemari yang sedikit terbuka.


"jioooo..." teriak arka langsung bangun dari tidur nya.


"mimpi itu datang lagi di malam yang sama,jiooo" lirih arka kembali merebahkan tubuh nya.


dia menangis,ya menangis dengan sangat deras.arka menutup wajah nya dengan kedua tangan nya,menahan sesak yang kini sedang ia rasakan.mimpi itu datang lagi,di hari dan waktu yang sama.mimpi buruk yang selalu menguatkan rasa benci kepada diri nya sendiri.


rasa nya benteng nya akan hancur jika bertemu dengan malam ini.hati nya pecah berkeping keping tak bisa di sembuhkan dengan apapun.


arka memilih keluar dari tempat itu berniat ingin pulang,namun suara meriah dari kembang api dan beberapa petasan lain nya membuat arka risih.arka mengetikkan sesuatu di layar handphone nya, lalu mengurung kan diri untuk keluar dari pintu bar.