My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Hanya Rindu



kedua netra itu saling bertemu cukup lama,mereka seperti sedang saling mengatakan sesuatu dengan pancaran mata masing masing dari mereka.


"aaa kamu mau ngapain" Cece mendorong dada arka agar menjauh dari nya.


lalu menyilang kedua tangan nya di depan dada,arka langsung menghindar dan kembali duduk di tempat nya.memandang lurus ke arah depan,sedangkan Cece langsung membenarkan posisi duduk nya.


"mesum banget sih kamu" sebal Cece


"eh siapa juga yang mesum" cibir arka


"kamu lah" tunjuk Cece.


arka memilih diam tak bersuara dia tak mau berdebat untuk hal yang tidak penting seperti ini.arka mulai menatap mata Cece yang sedang sibuk membenahi pakaiannya itu.


"tadi sedang apa menangis di sana?" tanya arka.


"tidak ada,aku hanya rindu orang tuaku" ujar Cece santai.


"jadi tadi itu makam orang tua kamu?" tanya arka lalu mendapati anggukan dari Cece.


"ka laper niii pergi makan yuk" Cece mengalihkan pembicaraan nya.


tanpa kata arka langsung menyalakan mesin mobil nya dan melaju menerobos hujan yang turun dengan sangat deras itu.hening tak ada suara,arka merasa ada yang berbeda dari Cece.


semenjak berbulan bulan tak bertemu dengan nya,mengapa ia merasakan bahwa ada yang berubah dari sikap gadis itu.cece yang dulu selalu menguntit diri nya kini menjadi Cece yang galak tak seperti biasa nya.apa sebenarnya Cece memang tak punya perasaan apapun kepada arka?.apa mungkin dulu Cece hanya memanfaatkan arka untuk membalaskan dendam nya kepada melza?.


karena Arsya sudah berusaha untuk bekerja di tempat Dady nya,namun gadis itu selalu membuat kekacauan yang sangat merugikan calvin.dengan terpaksa Calvin pun memberhentikan Arsya dan tak mau lagi mempekerjakan Arsya di tempat nya.jadi mau tak mau Arsya harus bekerja dengan Denis demi melunasi biaya kerugian kepada Denis.


"ambilkan proposal di meja sana" titah Denis masih dengan tatapan yang fokus menatap beberapa berkas yang dia pegang.


"ambil saja sendiri" jutek Arsya tak mau di perintah perintah malah sibuk memainkan ponselnya


"gaji kamu saya potong dua puluh persen" kata Denis santai


"ehh main potong potong aja,ni aku ambilin" Arsya membantingkan langkah nya dengan kesal


Denis hanya terus menggelengkan kepala nya melihat tingkah arsya.dia tau di usia Arsya yang sekarang,mungkin gadis itu belum berpengalaman bekerja.namun jika bukan karena hal lain,dia tak mungkin mempekerjakan Arsya di tempat nya itu.


Tok...Tok...Tok...


suara ketukan pintu ruangan terdengar,dengan suara lantang Denis memperbolehkan orang yang mengetuk pintu itu masuk.muncul lah seorang wanita dengan pakaian yang sangat seksi dan mempesona berjalan dengan genit ke arah Denis.


"haii Denis ku sayang" sapa orang itu membungkukkan badan nya di meja kerja milik Denis.


"kau" terkejut Denis berdiri dari duduk nya.


"tak usah terlalu berlebihan terkejut nya sayang,aku di sini untuk kamu" ujar wanita itu.


Arsya membelalakkan mata nya risih melihat penampilan yang tersuguhkan di depan mata nya.ternyata selera om om memang berbeda batin arsya.karena merasa tak nyaman menjadi nyamuk di antara mereka,Arsya bergegas ingin keluar dari ruangan itu.