My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Berdarah



"huwaa sudah lama aku tidak meminum nya ini sangat enak sekali" senang Arsya


"heyy bungsu jangan terlalu banyak kau minum,nanti siapa yang akan mengangkat tubuh mu yang berat itu jika kau mabuk" ujar Vero


"kan ada kalian,aku tau kalian tak mungkin meninggalkan aku sendiri di sini" Arsya dengan suara sempoyongan sudah terlihat mabuk sampai gadis itu menundukkan kepala nya di meja bar dengan mulut yang masih mengoce.


"haisss kau urus dia" malas Vero


"kau saja kenapa aku?" Varo juga merasa malas


"kau kan saudara nya" ujar Vero


"lantas kau siapa nya?" sindir Varo


"arggg okeyy sudah cepat bantu aku bawa dia pulang,jika berlama lamaan di sini bisa bisa si bungsu minta nambah" ujar Vero lalu mereka berdua pun memapah Arsya bersama sama menuju mobil


mereka benar benar melupakan tujuan nya kemari, bagaimana nanti nya jika neis menanyakan soal arka.apa yang akan mereka katakan kepada mommy nya?


di kolam renang tatapan mereka masih begitu lekat,bola mata itu dan wajah gadis itu begitu sangat manis dengan rambut yang basah dan wajah yang basah pula.arka yang sadar lebih dulu langsung menepis tatapan nya.mengapa gadis ini bisa di sini?.


"kau sedang apa di sini?apa kau mengikuti ku lagi?" tanya arka


"aku?,ini tempat ku.seharusnya aku yang bertanya padamu,sedang apa kamu di sini?" tanya Cece dengan wajah terkejut nya mengapa bisa kebetulan seperti ini?


"hah" arka menghembuskan nafas nya kasar lalu berenang ke tepian menyudahi kegiatan berenang nya.


DARAH!!,tangan nya kembali mengeluarkan darah.dengan cepat ia menyembunyikan darah itu dan berjalan mengambil handuk nya.cece mengikat tangan nya dengan handuk kecil itu lalu berjalan mengarah kamar nya.saat sedang berjalan ia berpapasan dengan seseorang, arka lagi?.


arka mengerutkan kening nya ketika Cece tak menatap diri nya,biasa nya gadis itu paling berani menatap diri nya dan tak suka memalingkan wajah nya seperti ini.namun mengapa sikap nya begitu aneh sekarang?.


"kenapa?" tanya arka dingin


"tidak, aku permisi" ujar Cece lalu berjalan melalui arka begitu sana,namun dengan cepat arka memegangi lengan Cece membuat gadis itu meringis sakit.


"awww"


arka menatap ke arah lengan Cece,di lihat sebuah handuk kecil yang sudah berlumuran darah terbalut di lengan gadis itu.


"tangan mu?" panik arka langsung mendekati Cece kembali.


arka membawa Cece ke kamar hotel nya,ini pertama kalinya pria itu membiarkan seorang wanita masuk ke sebuah kamar hotel sewaaan nya dan berduaan di dalam nya.setelah membiarkan Cece berganti pakaian sejenak tanpa melepas balutan handuk di tangan gadis itu.arka ikutan berganti pakaian di kamar itu.


"ha kemarilah" titah arka saat Cece keluar dari kamar mandi.lalu menepuk sofa di samping nya menitah Cece untuk duduk di sana.


"mengapa kau berenang dengan kondisi tangan mu seperti ini?,kamu tau luka mu ini belum sampai lima hari namun kau malah membiarkan nya terbuka seperti ini,dasar ceroboh.lain kali tunggu luka mu kering terlebih dahulu." cerocos arka menutupi luka Cece dengan perban


sedangkan gadis itu hanya diam menatap lekat wajah tampan arka.ini pertama kali nya arka berbicara dengan begitu panjang hanya untuk mengomeli luka nya.ini benar benar membuat hati Cece sedikit merasa senang akan hal itu.