
Setelah kejadian itu tak ada lagi sesuatu yang mencurigakan untuk mencelakakan arsya.namun malah berganti dengan arka yang semakin hari kutub nya semakin memburuk.dingin nya arka bisa membuat orang di sekitar nya mati kutu tak bisa berkutik dan berkata apa apa.bahkan neis dan Calvin pun kini tak bisa lagi banyak bicara di depan anak itu.
lalu saat polisi menanyakan tentang siapa pelaku yang telah membunuh kedua orang tersebut.arka tak menjawab nya dan Arsya pun tak ikut bisa menjelaskan nya sehingga mereka berdua mendapat kan kasus pasal pembunuhan tersebut.
namun polisi tak menemukan bukti apapun jika Arsya dan arka yang telah membunuh nya.jadi kasus itu tak lagi di permasalahkan karena pengacara yang di ajukan oleh Calvin saat itu telah menangani permasalahan tersebut
"ka keluar yuk laper ni" ujar Arsya memegangi perut nya yang keroncongan.
KRIKKK...KRIKKK.... KRIKKK
tak ada suara hanya ada angin lewat yang menyejukkan suasana.arsya terus membujuk bujuk agar arka mau menjawab perkataan nya,namun bukan nya mendapatkan balasan.arsya justru di tinggal pergi oleh arka.
Arsya pun memutuskan masuk ke dalam dan pergi mencari saudara saudara nya yang lain.dia masuk ke kamar nya Varo yang saat itu tidak di kunci.
"aaaaa dasar kadal!!!" teriak Arsya saat melihat Varo yang asik berciuman dengan Selly
"ngapain Lo tikus masuk masuk,pergi Sono ganggu aja" semprot Varo membuat Arsya langsung menggubrak pintu kamar tersebut.
Arsya berjalan mengarah kamar seseorang,ia ingin makan.di dapur tidak ada makanan,karena ini hari libur panjang jadi para pelayan di sini sedang cuti.
bagaimana dengan bi Anis?,dia di pecat karena di sangka sudah bersekongkol dengan melza.padahal bi Anis hanyalah korban,dia tak tau anak nya Ternyata masih hidup.pokok nya bi Anis hanya lah korban,itu saja yang author tau hehehe
"mom? "panggil Arsya memasuki lorong pintu kamar tersebut.
"akhhh pelan sayang,ughhhh sedikit lagiii" neis terlihat mendayu dayu menikmati permainan itu.
"siapa itu?" tanya neis di sela sela permainan nya.
"tak tau aku ingin keluar baby" ujar Calvin tak kuat sembari mengerang
terlihat kesal menuruni anak tangga,Arsya menenteng kedua tangan nya di pinggang.berjalan ke arah dapur lalu membanting tangan nya di atas meja yang ada di sana.
"apakah di mansion ini tidak ada satu pun makhluk yang waras?" kesal Arsya.
"ada apa sih" tanya Vero yang baru saja datang bersama dengan Yola,yang kini tangan pria itu terlihat melingkar manja di pinggang Yola.
"ya Tuhan tempat apa ini??????" teriak Arsya berlarian meninggalkan dapur memutuskan untuk keluar sendiri.
"kenapa dia sayang?" tanya Yola
"tidak tau" ujar Vero mengangkat kedua bahu nya.
" ke atas yuk" ajak Vero menggendong Yola dengan tiba tiba
lalu membawa gadis itu menaiki anak tangga,sedangkan Arsya terus mengemudikan mobil nya.dia terlihat sangat kesal,di tambah lagi perut nya yang sudah protes tak bisa di kompromi membuat Arsya tak fokus mengemudi.hingga tak sengaja mobil nya menyerempet mobil seseorang.
Arsya turun dari mobil nya,melihat mobil yang di serempet nya lecet parah begitu pula dengan mobil nya.tapi Arsya tau itu adalah kesalahan nya jadi dia tak marah,namun gelisah akan amarah yang nanti ia dapatkan saat pemilik mobil itu turun dari mobil itu.