My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
TIDAK



"lho Arsya mana?" tanya cece yang baru saja muncul kembali dan kini duduk di hadapan arka.


arka hanya mengangkat kedua bahu nya,tanpa menjawab dengan sepatah kata pun.arka menaruh handphone nya ketika melihat tatapan Cece yang terlihat bingung menatap ke arah luar kaca kafe tersebut.


"kenapa?" tanya arka


"tidak ada,emm aku pergi duluan" ujar Cece beranjak dari duduk nya


"mau kemana?,biar aku antar" kata arka ikutan bangun dari duduk nya


"ee gak usah" tolak Cece


"di luar masih hujan,biar aku antar" arka memegangi lengan Cece


"gak usah arka" ucap Cece melepas genggaman arka.


"tapi_" perkataan Arka terhenti saat nada suara Cece yang langsung mencekat dengan tinggi


"kamu dengar tidak sih,aku bisa sendiri" marah Cece dengan nafas yang naik turun.


lalu Cece pun pergi meninggalkan kafe tersebut,arka masih terbengong melihat sikap Cece yang seperti ini.apakah ini sikap Cece yang sebenarnya?apakah sikap lembut Cece dulu hanyalah manis di balik topeng?.


"apakah ini benar kamu?" gumam arka lirih


banyak orang orang yang menatap ke arah arka,karena tadi mendengar bentakan Cece yang begitu lantang.arka mengacak acak rambut nya kesal kembali lagi duduk di tempat nya dengan kasar.


"hikss...hiksss...hikssss..." Cece menangis di tengah tengah guyuran hujan.


"kamu dengar ce sekarang pulang,kakak sedang sibuk mengurus pernikahan kakak.dua hari lagi kakak akan menikah,jadi tolong kamu jangan mempersulit keadaan kakak.kakak sangat sayang sama kamu,tolong kali ini saja kamu ikuti kemauan kakak.selama ini kakak tak pernah meminta apapun dari mu,dan sekarang kakak meminta untuk yang pertama dan terakhir kali nya dari kamu.kakak mohon biarkan kakak menikah dengan Hilda" suara menggelegar itu terus berputar berkali kali di kepala Cece.


"kakak mohon...."


"TIDAKKKKKK" teriak Cece menjatuhkan diri nya di bawah guyuran hujan sembari menutup kedua telinganya


"aku benci kakakkkkk!!!" Cece bertambah terisak tangis nya.


"ayah....ibu....aku ingin kalian,aku ingin pergi bersama kaliannn" isakan tangis nya terdengar sangat lirih.


ternyata Sendari tadi seseorang datang dari arah belakang Cece.sedikit meneteskan air mata nya melihat gadis itu begitu menyedihkan untuk saat ini dan untuk kedua kali nya.


"Cece" suara seseorang dari arah belakang


Cece hanya terus terisak tangisan nya, menundukkan pandangan nya dalam dengan air mata yang bercampur mengalir beriringan dengan air hujan.


zek memeluk Cece dengan sangat erat,gadis itu terus berontak tak ingin di sentuh oleh kakak nya.namun tak bisa,zek terlalu memeluk nya dengan sangat erat


"kakak sayang sama kamu,apa kamu tak ingin melihat kakak bahagia?." tanya zek


"apa selama ini kakak tidak bahagia bersama ku?,apa kakak tidak akan bisa bahagia hanya bersama ku?,jawab kakkkk apa kakak sudah bosan bahagia bersama aku?,KATAKAN KAKKKK" teriak Cece.


"kakak sangat bahagia,namun kamu harus mengerti untuk sekarang.kakak harus menikah,kelak kamu juga akan menikah." jelas zek


"tidakk aku tidak akan menikah dan kakak juga tidak akan pernah aku izinkan untuk menikah." ujar Cece lirih


"Cece dengarkan kakak_" perkataan zek langsung terhenti ketika melihat Cece yang berlarian menghindar dari nya.


zek terus mengejar Cece sembari terus berteriak memanggil nama Cece dengan sangat lantang.cece terus berlarian sembari sesekali mengusap wajah nya yang basah akan air hujan yang menerpa wajah nya.


hingga sebuah mobil truk besar melaju ke arah Cece membuat nya terkejut,ingin menghindar namun mengapa kaki nya terasa sangat berat dan keram untuk di gerakkan.


"Cece!!!!" teriak zek.


"ughhhhh" cece