My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Bangunan Kosong



drtt...drtt....


handphone arka bergetar,pria itu melihat nama Sang penelfon di layar handphone nya.dari Vero,pria itu pun mengangkat nya sembari meneguk minuman nya kembali.


"Hem?" dehem arka


"ka...Arsya ka .....Arsya" suara panik dari seberang


"ada apa?" tanya arka berdiri dari duduk nya.


"Arsya di culik,tadi dia pergi bersama Yola dan kini Yola masuk rumah sakit gara gara ingin membantu Arsya" penjelasan dari Vero


"sshit" umpat arka langsung mematikan telfon nya dan bergegas pergi meninggalkan orang yang sedang asik berbicara dengan nya itu


"arka mau kemana kamu?" tanya orang tersebut


arka begitu laju mengemudikan motor nya,ia berhenti sejenak saat mendengar telfon nya berbunyi berkali kali.nomer tidak di kenal,tertulis user nya sang pengagum rahasia.


ada sebuah pesan lokasi,orang itu memberi tahukan bahwa tempat itu adalah tempat di mana Arsya di sembunyikan.dengan cepat arka kembali melajukan kendaraan nya mengarah tempat tersebut tanpa berpikir terlebih dahulu.


di tempat lain,Arsya terlihat ketakutan.di dalam sebuah ruangan tanpa cela fentilasi.terlihat ruangan itu seperti sebuah gudang kosong yang luas.


"lepaskan aku, siapa kamu?.mau apa kamu membawaku kemari?,lepaskan!!" teriak Arsya berusaha melepaskan tali pengikat di tangan dan kaki nya.


"berisik" bentak orang tersebut


tunggu Arsya seperti mengenal suara ini?,namun siapa itu?.postur tubuh nya sama seperti orang yang selama ini berusaha mencelakakan nya.


datang lah seorang pria,yang wajah sama saja tertutup rapat oleh sebuah kain bermerek yang terlihat mahal.pria itu membawa sebuah pistol di tangan nya,lalu berjalan mendekati Arsya.


"apa kabar?" tanya pria itu lagi lagi Arsya seperti mengenal suara tersebut namun di mana terakhir kali dia mendengar nya.


"siapa kamu?" teriak Arsya


"kamu penasaran?" tanya pria itu lalu ingin membuka penutup nya.


"kamu" Arsya meneteskan air mata nya melihat pria di hadapan nya.


*


*


*


*


*


*


arka pun sampai di depan sebuah bangunan yang memang terlihat jauh dari lingkungan masyarakat.terlihat itu adalah sebuah bangunan lama yang kosong.


arka melangkahkan kaki nya ingin masuk ke sana,namun handphone nya kembali berdering menampakkan nama Vero di sana.


"arka kau di mana?,kita lagi panik mencari Arsya" ujar Vero geram.


"datanglah ke gudang xxxxx dan bawa para polisi kemari" kata arka.


"apa Arsya ada di sana?" tanya Vero


"ya cepatlah kemarin" kata arka lalu mematikan telfon nya.


berjalan dengan sangat hati hati, menyelinap masuk ke dalam berjalan di antara lorong lorong.terlihat di dalam ada beberapa ruangan yang sangat luas luas,benar benar tak berpenghuni


entahlah mengapa arka terlihat sangat yakin jika Arsya itu ada di sini.padahal dia saja tak tau siapa orang yang telah mengirim pesan itu.


bagaimana kalau pesan itu berniat untuk menjebak diri nya,mengapa arka tak berpikir sampai sejauh itu.langkah terus berjalan dengan mengindap indap dan tetap waspada.


arka memasuki beberapa ruangan namun semua nya kosong,kini dia kembali berjalan ke sebuah lorong gelap dan di ujung sana ada sebuah pintu besar yang berdiri tegak sendiri.