My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Menawarkan Kesepakatan



"sebentar aku angkat telfon dulu" permisi Cece meninggalkan Arsya dan arka.


"ka sejak kapan kamu bertemu lagi dengan Cece?" tanya Arsya sembari berbisik bisik.


"bukan urusanmu" ucap arka masih fokus ke layar handphone nya.


"yeee ku Kira gak akan ada lagi kutub yang dingin setelah gerhana matahari terbit di sekitarnya" sebal arsya mengaduk minuman nya dengan kasar.


"ka kamu tau tidak sih,om om yang pernah aku ceritain ke kamu itu lho.ternyata dia galak banget,aku jadi takut kerja sama dia" adu Arsya.


"teruss?" ujar arka.


"ahh gak seru cerita sama kamu,aku balik ke kantor dulu" Arsya berjalan dengan kesal meninggalkan arka sendiri.


sedangkan yang di tinggalkan hanya biasa biasa saja,malah sangat senang.itu arti nya dia bisa berduaan lebih lama lagi dengan Cece tanpa ada siapapun yang mengganggunya.


Arsya kembali lagi ke kantor nya,karena kafe tadi tak jauh dari kantor nya.jadi tak membutuhkan waktu lama untuk Arsya sampai di kantor.


"Arsya.." panggil seseorang saat Arsya baru saja melipat payung milik nya.


"ha?" jawab Arsya.


"apa kamu marah?,maaf soal yang tadi aku hanya sedang emosi" ujar Denis.


"hemmm" Arsya berjalan memasuki kantor.


"apa kamu marah? katakan saja" kata Denis berjalan berdampingan dengan Arsya.


"hanya sedikit,tapi aku tak akan marah lagi jika kamu naikin gaji aku dua kali lipat" cengir Arsya dengan otak licik nya.


"tak masalah lima kali lipat aku naikin gaji kamu" ujar Denis.


"ya namun dengan satu syarat" Denis membuka pintu ruangan nya.


"apa itu?" tanya Arsya.


"masuklah dulu" Denis mempersilahkan Arsya masuk ke dalam ruangan nya.


tanpa bertele tele Arsya langsung masuk,di dalam mereka sedang berbincang bincang.denis menjelaskan persyaratan nya, menawarkan kembali sebuah kesepakatan yang sangat gila menurut Arsya.


"TIDAKKK...... sudah gila ya kamu" teriak Arsya hingga suara nya terdengar sampai ke luar ruangan tersebut.


"pelankan suaramu" titah Denis.


"kamu pikir aku cewek apaan,jangan mencari kesempatan dalam kesepakatan.aku tak akan Sudi melakukan hal itu dengan mu" kesal Arsya.


"tapi kalau aku mau kamu bagaimana?" tanya Denis mendekat kan diri nya lebih dekat lagi dengan Arsya


membuat Arsya terhimpit di dinding,Denis mencekal kedua tangan Arsya erat.mengunci tubuh nya membuat Arsya tak bisa berkutik,karena tak ada cela sedikit pun untuk diri nya bisa menghindar.


"TIDAKKK dasar om om gilaaa" teriak Arsya berontak.


Denis mendekatkan wajah nya hingga hidung mereka saling bersentuhan.arsya memejamkan mata nya saat bibir itu mulai mendekati milik nya.membuat Denis tersenyum menang karena hal itu.


"cihhh dasar bocah ingusan,ternyata otak mu begitu liar" Denis langsung melepaskan Arsya begitu saja lalu membenahi jas nya yang berantakan.


"siapkan ruang miting sekarang juga,gak pakek telat" titah nya lalu keluar dari ruangan tersebut.


"aaaa dia...benar benar sangat lancang, menggodaku?.dia pikir aku gadis apaan menginginkan aku seenak nya dan mempermainkan aku seperti tadi.benar benar sangat menginjak injak harga diri ku" geram Arsya sembari mengambil beberapa dokumen dan berkas berkas yang perlu di bawa ke ruang miting.


"awas saja aku akan laporkan dia ke Dady jika dia berani macam macam padaku" geruntu Arsya berjalan keluar dari ruangan tersebut.