
"ada apa tu?" tanya Arsya saat diri nya dan arka akan beranjak pergi
"itu kan melza,ka kita lihat dia dulu yuk aku penasaran sebenarnya ada apa" ajak Arsya.
"aku ke toilet dulu ntar aku nyusul" ujar arka beranjak meninggalkan lapangan basket
Arsya pun pergi menyusuli Vero yang sedang memapah melza ke arah UKS.di UKS Arsya heboh bertanya tanya apa yang sedang terjadi.dia benar benar panik melihat kondisi melza,di lihat kepala gadis itu memar.
"berisik banget sih Lo" timpal Vero mengucek ucek telinga nya ketika sendari tadi Arsya terus ngomel ngomel kagak jelas.
sedangkan melza hanya diam di tempat melihat perdebatan mereka berdua,kenapa nasib nya sial banget sih.melza terus mengumpat rasa rasa nya dia ingin menendang mereka berdua keluar sekarang juga.
"aku gak papa" ucap melza santai
"oke Lo sekarang dah baikan kan,gue cabut dulu" ujar Vero lalu pergi dari tempat itu.
Arsya diam di tempat kenapa suasana nya jadi mencekam begini,kenapa tatapan melza kok ngeri amat ya.arsya jadi takut,namun ia segera menepis ketakutan nya,ternyata melza punya aura dingin seperti arka juga jika sedang berduaan seperti ini.arsya pun duduk di samping melza melihat kondisi gadis itu.
"kamu gak papa?" tanya Arsya.
"aku gak papa,aku ke kelas dulu karena kelas 10 sebentar lagi pulang" ujar melza
"biar aku antar ya" kata Arsya.
"gak usah" kata melza datar
saat melza ingin keluar dari UKS tiba tiba ia menabrak seseorang sehingga dia hampir saja jatuh.dengan cepat arka menangkap tubuh melza dan tatapan mereka saling bertemu.cukup lama hingga seseorang dari kejauhan terlihat emosi mendapatkan hal itu.cece mengepalkan tangan nya dan meremas benda yang ia bawa yang sebenar nya ingin ia kasih kepada arka.
"ee maaf aku_" perkataan melza langsung di cekat
'kenapa pria ini selalu saja mencekat perkataan ku?' batin melza gendok
"ehh iya aku lupa" ucap Arsya mendekati arka.
"Mel beneran kamu gak mau di anterin,arka bisa lho nganterin kamu pulang" ucap nya tanpa dosa.
"maksud nya?" tanya arka dingin
"gak usah aku bisa pulang sendiri" ujar melza.
"yaudah deh aku pergi dulu ya,kalau ada apa apa kabarin aku aja" kata Arsya sebelum ia pergi bersama dengan arka.
kini mereka berdua pun pergi mengarah kantin,sesampai nya di kantin mereka langsung memesan makanan yang mereka inginkan setelah selesai memesan mereka duduk di salah satu bangku yang kosong.
"ka menurut kamu melza gimana orang nya?" tanya Arsya tiba tiba
"kelihatan nya dia baik,ya walau dia sedikit agak aneh dan dingin seperti mu.menurutku dia cocok sama kamu,sama sama dingin .aku gak bisa bayangin deh kalau melza jadian sama kamu.kira kira seperti apa ya nanti nya" pikir Arsya membayangkan nya.
namun arka hanya diam tak menanggapi perkataan Arsya,terus saja mendumel tak ada habis nya.hingga tak lama kemudian pesanan pun sampai dan mereka langsung menyantap nya dengan lahap.
"ka kalo sama cewek itu jangan jutek jutek nanti idola kamu banyak yang minggat lho" cibir Arsya menyeruput kuah bakso nya.
"gak penting" jawab arka datar
"yeee kalo di bilangin ngeyel" kata Arsya mencubit lengan arka gemas