
Cece mengerjapkan mata nya perlahan, kepalanya terasa sangat nyeri dan berat.apa yang terjadi dengan nya dan di mana dia?.Cece berusaha membangun kan tubuh nya sangat begitu sulit,namun dia tetap berusaha hingga seseorang datang membantu nya untuk duduk.
"kau baik baik saja?" tanya arka membuat Cece tercengang
arka? sejak kapan dia berada di sana? dan ini,inikan seperti rumah sakit mengapa arka bisa berada di sini di samping nya saat ini.apa Cece sedang bermimpi,para rider tolong katakan kalau apa yang aku lihat ini hanyalah mimpi.
cece mencubit pipi Arka membuat pria itu mengerutkan kening nya,hah ini nyata.namun dia masih belum yakin Cece langsung mencubit perut arka membuat pria itu meringis kesakitan.
"aww apa apaan kau ini" ujar arka kesal
"ini beneran kau arka?" tanya Cece
"ya,kenapa?" tanya balik arka
"ee tidak,ehh tapi kok aku bisa ada di sini?" tanya lagi Cece
"lihat tangan mu" titah arka
membuat Cece langsung menoleh ke lengan kiri nya,oh sekarang dia ingat.apa alasan kini dia berada di klinik ini.
"lalu,apa Arsya baik baik saja?" tanya Cece membuat arka sedikit bingung,mengapa cece masih menanyakan Arsya jelas jelas kini diri nya yang sedang terluka dan Arsya terlihat baik baik saja.
"dia baik baik saja,katakan padaku apa yang kau lihat?" ujar arka.
"yang kulihat... seseorang berusaha mencelakakan arsya.ada orang jahat sedang mengintai saudaramu" ujar cece
"aku sangat yakin,aku melihat nya dengan kedua mata ku sendiri.jelas jelas mata ku tidak bermasalah,orang itu membawa pisau mencoba untuk mencelakakan Arsya." penjelasan Cece dengan sangat serius.
setelah dari klinik,kini mereka sedang berjalan mengarah gedung tempat Cece menginap.arka akan mengantar kan Cece ke gedung itu,walau diri nya sedikit bingung mengapa cece bisa berada di sini.
tempat inikan sangat jauh dari wilayah nya tinggal,bahkan mungkin rumah Cece juga sangat jauh dari tempat ini.sebenar nya apa yang sedang di lakukan Cece di tempat ini dan kenapa bisa kebetulan cece muncul di saat kejadian itu.
"ngomong ngomong kenapa kau bisa ada di sini?" tanya arka dingin "apa kau mengikuti ku lagi?" arka dengan pede nya.
"ihh pede banget sih,sejak kapan aku mengikuti mu seperti gak ada kerjaan lain saja" kata Cece tertawa terbahak bahak melihat sikap kepedean nya arka
arka tergelak dalam hati nya,mengapa tawa Cece benar benar membuat nya sangat nyaman.rasanya senyuman itu sangat terlihat begitu manis dan alami di mata arka.
"ekhemm dari mana saja kamu?" tanya seseorang yang tiba tiba saja muncul di hadapan Cece dan arka.
"tangan mu?,ini kenapa?.katakan padaku,ha apa kau yang membuat nya jadi seperti ini?" pria itu menunjuk ke arah arka.
arka bingung harus menjawab apa,jika bilang tidak namun kenyataannya Cece seperti ini karena ingin menyelamatkan Arsya saudaranya.namun kalau bilang iya jelas jelas itu bukan perbuatan nya.
"bukan,dia hanya mengantar ku pulang tadi dia yang menolong ku dan membawa ku ke rumah sakit." penjelasan Cece
"ayok cepat masuk,kamu harus jelaskan semuanya" pria itu menyeret lengan kanan Cece meninggalkan arka begitu saja.
Cece terus mengisyaratkan dengan bibir nya untuk mengucapkan terima kasih dan maaf atas sikap pria yang kini menyeret nya sehingga tak bisa berkata terimakasih secara langsung kepada arka.