My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Hentikan



"ughhhhh" ringis Cece


"akhhhhh" zek mengerang kesakitan


Cece membeku melihat kakak nya menolong diri nya,kenapa harus dia?.kenapa dia lagi?,kenapa selalu dia yang menolong nya?.kenapa dia selalu ada di saat ia membutuhkan bantuan?.kenapa hati ini begitu sesak menyatu dengan rasa benci dan rasa sayang yang ia timbun di dalam nya.


"kau baik baik saja?" tanya zek berusaha mendekati cece dengan sekuat tenaga


"hikss..." Cece langsung memeluk zek menangis senjadi jadi nya di dalam pelukan sang kakak.


ya dia tak bisa menghindar,hanya kakak nya lah pahlawan nya selama ini.hanya dia yang selalu ada untuk diri nya.cece tak bisa lagi menahan nya,jika sebenarnya dia tidak bisa marah kepada kakak nya terlalu lama lagi.


"heii apa kau terluka,coba sini kakak lihat" panik zek


"maafkan aku kak hikss..." Cece menangis


"karena ku kakak celaka,aku tak mau kehilangan kakak hikss" Cece terus menangis dengan tubuh yang bergetar hebat karena rasa takut yang ber campur aduk dengan rasa dingin yang sendari tadi menyeruak menyelimuti diri nya.


"ini bukan salah mu,aku yang tak ingin kehilangan kamu.apapun akan aku lakukan demi kesayangan ku ini" ujar zek


*


*


*


*


"lho ka kok kamu baru pulang jam segini?" tanya Vero melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan nya telah menunjukkan pukul 12 malam.


namun yang di tanya sangat cuek dan begitu dingin sekali.arka langsung berjalan melewati Vero begitu saja,tak sengaja bersamaan dengan Calvin yang kebetulan juga baru pulang dari kantor nya.


arka melenggang pergi tanpa menjawab perkataan Calvin tadi.sedangkan Varo dan Vero yang saat itu sedang asik bermain game langsung beranjak kabur.


"hemm kalian juga ke_" perkataan Calvin terhenti ketiga kedua bocah itu menghilang dari penglihatan nya sekarang.


BUGGGG!!!


"aaaa gila kau arka!!! kau sudah gila!!!" teriak arka sembari memukuli dinding


" berhentilah memikirkan nya dasar bodoh!!!!" teriak lagi arka memukuli dinding itu bertambah kuat.


"dia saja tidak memikirkan mu!!" hantam arka semakin brutal hingga tangan nya mengeluarkan darah segar tapi pria itu tak memperdulikan nya.


"argggg" arka menendang kursi yang ada di pinggir kolam renang tersebut hingga berguling guling dan patah menjadi beberapa bagian.


BUGGG


arka kembali memukuli dinding tersebut ,Calvin datang terkejut melihat apa yang kini tengah arka lakukan.pria matang itu mencoba menghentikan aksi arka yang bodoh itu.


"arka hentikan,apa yang kamu lakukan! hentikan!" teriak Calvin.


"sudah hentikan,ada apa ini anak batu?" tanya Calvin.


arka menghempaskan kasar tangan Calvin yang mencekal lengan tangan nya.lalu ingin melenggang pergi namun perkataan Calvin membuat arka langsung menghentikan langkah nya.


"ceritakan saja jika kamu punya masalah,Dady tak pernah mengajari kamu untuk memendam masalah sendirian.lihat saudara mu yang lain,mereka selalu mengeluh kepada Dady,mommy ataupun orang orang di sekitar nya jika mereka sedang lelah dengan masalah nya." ujar Calvin.


"aku bukan mereka" dingin arka.


"ya Dady tau itu, namun jika kamu tidak bisa cerita kepada orang lain setidak nya kamu cobalah ceritakan masalah mu kepada dady.dady sangat menunggu momen itu bersamamu,Dady juga ingin melihat kamu terbuka kepada dady" kata Calvin