
arka duduk di salah satu ruangan VIP yang hanya terhalang dengan dinding kaca jadi dia masih bisa melihat suasana ramai di ruangan bar party itu.ia duduk di sofa itu merenggang kan kedua tangan nya lalu menatap ke atas dan memejamkan mata nya.
"jiooo" lagi lagi arka menyebut nama itu hening.
"arka" suara seseorang memecahkan keheningan arka.
di lihat seseorang yang sedang di tunggu nya datang,arka langsung membiarkan orang itu duduk di samping nya.seperti di tahun tahun yang telah berlalu,arka akan selalu meminta orang ini datang di malam tahun baru untuk menemui diri nya.
"bagaimana perasaanmu?" tanya pria itu
"masih sama,tak ada yang berubah" ujar nya sudah berkaca kaca.
"ini bukan salah mu,kau harus bisa melupakan nya.mungkin berat untuk mu menjalani nya,namun kau juga tidak bisa terus seperti ini.jio akan merasa tersiksa di sana,jika kau terus merasa bersalah seperti ini.aku sebagai kakak nya jio bisa memahami semua nya dan tidak ada sedikit pun di hati ku menyalahkan dirimu atas kematian jio.karena itu terjadi oleh sebuah permasalahan dari keluarga kami sendiri.arka aku selalu mengatakan hal ini kepadamu berulang kali,apa kau tidak bosan mendengar nya dan terus seperti ini?coba berubah lah" ujar pria di samping arka itu.
"tidak bisa" arka meneteskan air mata nya menundukkan pandangan nya dalam.
seseorang sedang mengintip dan menguping pembicaraan di dalam,tadi cece tak sengaja melihat arka yang terlihat menangis.ini pertama kali nya dia melihat seorang arka semenyedihkan itu,karena penasaran Cece jadi terlanjut mendengar kan pembicaraan dua maklum itu.
pukul 8 malam,setelah perbincangan itu arka langsung ingin kembali ke kamar sewaaan nya.ia pun keluar dari ruangan itu,dia tak sengaja melihat seseorang yang terlihat sedang bersembunyi.
"sedang apa kau di sini?" tanya arka menarik rambut Cece yang sedang bersembunyi di balik vas bunga yang sangat besar itu
"ehh kelihatan ya" cengir Cece dengan sangat lebar
"ee,egak" dengan cepat Cece menggeleng kan kepala nya
"jujurlah" gertak arka terlihat marah
"i,iya hanya sedikit" ujar Cece menunduk
"menguping pembicaraan orang itu tidak sopan!!!,apa lagi menyangkut kepribadian orang lain!!!,apa kau faham dengan hal itu???!!" marah arka dengan nada bicara yang tinggi dan membentak karena sangat kesal.arka paling tidak suka ada orang lain yang mencampuri urusan pribadi nya,walau hanya menguping sekali pun.
"aaku hanya mencemaskan mu,tadi aku melihat kamu menangis jadi aku penasaran apa yang membuat mu sampai menangis seperti itu" jelas cece gemetar.
"cemas? lancang nya kamu bilang mencemaskan aku, bahkan aku bukan siapa siapa kamu, seharusnya kamu lebih pantas mencemaskan pria mu itu" arka masih membentak Cece membuat gadis itu tak bisa menahan air mata nya.seorang arka yang biasa nya datar kini berbicara dengan keras kepadanya,benar benar mengejutkan.
"jangan menangis di hadapan ku" ujar arka muak
Cece langsung mencekat air mata nya, sedangkan arka sudah melenggang pergi meninggalkan Cece sendiri yang masih menatap kepergian diri nya.
"aku hanya mencemaskan mu,apa kau tau itu?" lirih Cece menghapus air mata nya lagi lalu kembali dengan wajah ceria nya.
"aku akan berusaha membuat kamu bisa tersenyum,aku tak suka arka yang dingin.lihat saja sebentar lagi kutub es mu akan mencair di tangan ku" tambah Cece sebelum ikutan pergi dari tempat itu.