
sesampainya di alamat tujuan,ada seseorang penjaga yang membukakan gerbang saat melihat ada Cece di belakang nya.arka langsung mengemudikan motor nya memasuki wilayah rumah.
arka menggendong Cece turun dari motor karena gadis itu sudah tak bisa untuk di ajak berjalan.terus menggendong nya hingga salah satu penjaga mengiring nya masuk ke dalam rumah yang begitu megah walau tak semegah rumah milik keluarga arka.
"permisi tuan ada yang membawa nona Cece pulang" ujar penjaga itu melaporkan kepada seseorang di dalam sebuah ruangan.
orang itu langsung keluar dari ruangan dan melihat ke bawah di mana terlihat arka yang sedang berjalan mengikuti pengawal lain nya.pria itu menuruni anak tangga dan langsung berhadapan dengan arka.
'dia?' batin arka menatap sinis ke arah zek.
"bawa dia ke kamar nya" kata zek mengantarkan arka ke kamar Cece.
setelah sampai di sebuah kamar,arka langsung membaringkan Cece di sana.tak lupa arka mengembalikan tas milik Cece dan setelah nya berniat untuk pergi.
"tunggu" suara lantang zek.
"minumlah sedikit teh hangat dulu di sini,jangan terlalu terburu buru" kata zek.
"tidak perlu" kata arka berusaha ingin pergi.
"kami memiliki cara tersendiri untuk menghormati tamu yang datang apa lagi mengantarkan adikku pulang" kata zek
'adik?' arka langsung terkejut mendengar kata adik,dan menarik perkataan nya kembali.memilih untuk tinggal sebentar menikmati teh yang di suguhkan.
masih hening tak ada suara, terlihat ruangan itu masih sangat dingin.apa begini jika kutub Utara dan kutub selatan saling bertemu?.arka meneguk teh hangat nya lalu menatap kosong ke arah gelas tersebut.
"jadi...apa tujuan kamu mengantarkan Cece pulang kemari?" tanya zek memecahkan keheningan.
"tidak ada,hanya mengantar nya saja" ucap arka dingin
"apa kau tak ada niatan untuk menangkap Cece?" tanya zek.
"bukan kah kau menyaksikan kejadian saat itu?" kata zek.
"kejadian saat itu tidak ada sangkut paut nya dengan ku.aku berterima kasih karena kalian Arsya selamat saat itu" ujar arka
"jadi kau sudah tau semua nya?" tanya zek lagi meneguk minuman milik nya.
"ya Arsya sudah cerita semuanya " kata arka
"jadi? kau masih mengharapkan Cece bukan?" tanya zek membuat arka langsung aneh.
"tidak,aku hanya mengantar nya pulang tak lebih" kata arka lalu beranjak dari duduk nya.
"tak masalah kau masih malu untuk mengatakan nya,namun jangan sungkan jika kau ingin datang kemari untuk melihat adikku yang cantik itu" kata zek sebelum arka melanjutkan langkah nya keluar dari rumah tersebut.
ada apa dengan otak arka,mengapa dia tidak bisa marah kepada zek?.namun apa juga alasan arka untuk marah kepada zek?.mengapa dia terlihat sangat canggung saat mengetahui zek adalah kakak nya Cece?.
terus berfikir dia juga tersenyum senyum sendiri begitu sampai di kediaman nya.sembari memasuki Abang pintu mansion arka masih menampakkan senyuman nya di wajah tampan nya.
"kamu sudah pulang?" tanya neis.
"iya mom" arka mencium sebelah pipi neis,membuat wanita itu terkejut di buat nya.
neis melihat keluar pintu mansion,menatap langit memastikan tidak ada badai yang menerjang putra nya hingga tersenyum senyum tak jelas seperti itu.
"arka kau sakit?" tanya neis memegangi pipi dan leher arka memastikan bahwa pria itu tak apa apa.
"ada apa mom? aku lapar apa ada makanan?" tanya arka.
"ahh ada,ayok biar mommy siapkan untukmu" semangat neis langsung berjalan mengiring arka ke arah meja makan.