
"kalian sudah pulang,Arsya?.dia kenapa? ehh alkohol
....apa dia mabuk?." neis menutupi hidung nya karena mencium bau alkohol begitu menyengat karena ada tumpahan bir di baju Arsya.
Vero menggendong Arsya ke sofa ruang keluarga membiarkan gadis itu tertidur di sana.neis dengan wajah datar nya siap siap untuk mengintrogasi anak anak nya itu.
"di mana arka?" pertanyaan tegas dari neis
"aa itu,tadi ada sedikit kendala di bar.var kamu jelasin gih,aku ke toilet dulu" ujar Vero berusaha menghindar
"Vero satu langkah lagi kamu bergerak,mama cincang cincang kaki mu" glekk Vero menelan saliva nya dengan susah payah mendengar perkataan neis.
"tadi sebenarnya kita sudah mau bertemu dengan arka kok mom,namun_ " perkataan Varo terhenti bingung harus melanjutkan nya bagaimana jika berbohong itu sama saja mencari mati di depan mommy nya.
"namun apa Varo sayang?" tanya neis dengan tajam
"namun kita terhipnotis oleh suasana bar dan bau alkohol yang harum itu sangat menggiurkan lidah,jadi kita bersenang senang menikmati nya,aku ingin nambah satu botol lagiiiiii" Arsya berkata dengan nada sempoyongan nya,benar benar orang mabuk itu tidak bisa berbohong
Vero dan Varo menunduk kesal secara bersamaan mendengar penjelasan dari Arsya.dasar gadis yang bodoh umpat mereka berdua menggaruk kepala nya kasar.
"jadi kalian tak bertemu dengan arka?,anak nakal....mommy akan memberi hukuman kepada kali!" ujar neis menjewer telinga Varo,Vero dan Arsya yang masih mabuk itu.
Varo dan Vero kini sedang sibuk gelatak gelutuk di dapur,neis tadi memberikan hukuman kepada kedua anak nakal nya itu.untuk mencuci semua piring kotor dan benda kotor lain nya.
"huh lihat saja nanti,aku yang akan memberi hukuman kepada si bungsu" geruntu Vero tak terima masih dengan tangan yang setia membilas piring yang sudah di beri sabun itu.
"ya hukumlah,biar dia tau bagaimana susah nya Kita sekarang" Varo ikutan kesal.
di ruang keluarga terdengar bising bising ternyata arka sudah pulang,lalu pria itu langsung di sambut hangat oleh neis tak lupa mendapatkan ciuman manis di pipi Arka yang neis berikan penuh kasih sayang.
"kau baik baik saja?" tanya neis.
"ya mom" ujar nya masih sangat dingin.
"apa kau sudah makan?" tanya neis.
"belum" kata arka
"yasudah ayok sekarang kamu makan,biar mommy siapkan makanan untuk mu." neis selalu memperlakukan arka seperti ini di setiap tahun nya,jika anak yang satu ini selalu menghilang seharian tanpa kabar menjelang malam tahun baru nya.
karena neis begitu tau sifat anak anak nya seperti apa, terutama sifat arka da perasaan anak dingin nya itu.walau arka tak pernah bercerita tentang apapun yang selama ini ia rasakan,namun neis bisa merasakan apa yang arka rasakan.
neis tau bagaimana menderita nya arka di saat rasa bersalah nya menghantui nya.padahal kejadian di masa lalu nya itu bukan lah kesalahan dari arka,namun pria itu selalu menyalahkan diri nya sendiri atas kematian jio sang sahabat kecil nya itu.
"sebentar ya mamah siapkan dulu makanan untukmu" ujar neis menyuruh arka menunggu.