My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Menghukum mu



"Akhhhhhhh" neis meringis kesakitan saat tubuh nya di hempaskan ke atas ranjang.


"kau harus di hukum,sudah aku peringatkan tapi kau tetap saja seperti itu." kata Calvin kesal


Calvin membuka kancing kemeja nya dengan perlahan,menatap neis yang masih terbengong di atas ranjang dengan tatapan berapi api nya.


"sayang dia anak ku dan anak kamu juga,kenapa kamu sangat sensitif seperti ini?" cemberut neis.


"karena hanya aku yang boleh menyentuh mu" ujar Calvin langsung meniduri dan merampas bibir neis dengan lapar.


kegiatan panas itu terus berlangsung,neis selalu tak bisa menghindar setiap kali dirinya sudah berada di bawah Kungkungan sang suami.apa lagi kini suami nya melakukan ini sebagai tanda bahwa dia sedang di hukum.


"sayang lepaskan,aku baru saja selesai menyiapkan makanan untuk mu,sebaik nya kita makan dulu pasti kamu lapar bukan?" neis mencoba untuk membujuk suami nya agar menghentikan kegiatan mereka.


"ya aku sangat lapar,aku ingin memakan mu sekarang juga" ujar Calvin langsung merampas benda perseeeegi tigaaaa milik neis lalu tanpa aba aba pria itu langsung menjelajahi lorong itu.


"akhhhh...kau....ughh pelan sayang ku mohon pelankan sedikit....ahhh" teriak neis karena Calvin terlihat sangat brutal.


"ini hukuman untuk mu" kata Calvin bangga masih memicu aksi nya dengan sangat cepat.


berkali kali Calvin menghujam neis namun belum ada tanda tanda kepuasan dari nya.neis terlihat sudah tak berdaya hanya terus menerima apa yang di lakukan oleh Calvin di atas nya.lalu ketika puncak itu sudah sampai kepada neis, wanita itu meminta lahar hangat milik Calvin untuk segera di keluarkan.namun.....


"sayang sekarang....aku sudah tak tahan" kata neis meminta


"tidak sayang" goda Calvin masih terus memicu tanpa henti bahkan tak mengeluarkan apa yang di inginkan oleh neis.


"oh Calvin ku mohon,aku tak kuat lagi...Calvinnn" neis meremas rambut Calvin sudah tak tahan


dan akhir nya Calvin menyerahkan nya untuk neis karena sudah tak tahan juga menahan nya.pria itu mengecupi bibir neis berkali kali.terlihat neis sangat lemas dan tak berdaya,nafas nya naik turun dengan begitu cepat.


Calvin ambruk di samping neis dan memeluk wanita nya dengan manja.dia benar benar suka permainan tadi,ingin mencoba nya lagi namun ia juga kini kehabisan tenaga.


Di Bar


arka dan Cece masih bersenang-senang dengan minuman nya.tiba tiba ada pesan masuk di handphone Cece sesegera mungkin dia melihat pesan tersebut.


Pesan dari zek


cepat bersiap ini sudah saat nya


ketika melihat pesan itu Cece langsung mengerti dan menyimpan handphone nya di saku baju nya.


"arka aku pergi dulu" kata Cece membuka suara


"oke thanks" arka mengangkat gelas minuman nya dan mendapatkan anggukan dari Cece


cece pun telah pergi sedangkan kini arka masih sibuk menunggu seseorang yang ingin di jumpai nya.tak beberapa lama orang itu pun datang menyapa arka.


"sorry lama,tadi ada sedikit permasalahan di kantor" ujar pria itu.


di luar bar terlihat Cece menghampiri seseorang yang bukan lain adalah zek.pria itu memberikan sekotak pakaian ganti untuk Cece lalu tanpa basa basi gadis itu pun pergi untuk mengganti pakaian nya


"sudah lama aku menunggu waktu ini" bisik zek memainkan senjata panjang dan tajam di tangan nya itu.


"aku sudah tak sabar melakukan nya" zek meng usap usap janggut nya yang bersih