My Daddy Overprotective To The Twins

My Daddy Overprotective To The Twins
Oh My God??



2 tahun kemudian


"mommy" teriakan varo sembari menaiki anak tangga.


"mommmm" teriakan vero bersaut sautan dengan suara varo


"hey..heyy...Aden Aden kenapa ini teriak teriak?" tanya bi Anis pembantu yang selama ini mengurus si kembar penuh kasih sayang.


"bi di mana mommy?" tanya varo dan Vero bersamaan


"heyy diam lah gue dulu yang mencari mommy " varo marah karena sendari tadi ia merasa Vero terus mengikuti nya padahal kenyataannya tidak.


"gue juga mau ketemu mommy,Lo yang ngapain ngikutin gue" gertak Vero ikutan marah.


"haisss Aden udah jangan bertengkar,jangan ngomong kasar juga nanti nyonya dengar kalian bisa kena marah" bi Anis melerai mereka berdua.


"mommyyyy" teriakan dua orang secara bersamaan yang baru saja naik ke lantai dua membuat mereka yang sedang ribut itu menoleh ke sumber suara secara bersamaan.


"mommmm" teriak nya lagi secara bersamaan.


"ehh ngapain kalian manggil manggil mommy?" tanya varo


"mau ngasih surat ini ke mommy" kata Arsya


"Lo ngapain ka?" tanya Vero kepada arka


arka hanya mengangkat surat yang ia pegang,surat yang tertulis surat dari sekolah untuk orang tua wali.sontak varo dan Vero langsung berlarian dengan cepat ke arah kamar nya neis.


Arsya yang melihat nya ikutan berlarian menyusuli dua anak tampan itu,sedangkan arka hanya bisa berjalan santai menyusul ketiga saudara nya itu.


Brakkkkkk


"oh my God??" mereka bertiga secara bersamaan sontak langsung memutar balik tubuh nya membelakangi pemandangan sang mommy dan Dady nya yang sedang bercinta.


sedangkan arka yang baru saja masuk masih berjalan dan fokus ke handphone nya sontak terbengong saat melihat ketiga saudara nya yang menghalangi jalan nya.


"ngapain di sini?" tanya arka bingung sembari menerobos ketiga saudara nya yang masih terbengong


arka sedikit terkejut saat mendapati mommy dan Dady nya yang sedang bergulat atas ranjang.namun arka tetap lah arka yang selalu cuek dengan apapun itu.


"mom" kata arka dengan suara agak lantang


suara itu membuat kedua orang yang ada di atas ranjang itu terkejut.langsung menoleh ke arah sumber suara.


"sial,ngapain kamu berada di kamar Dady?!!" teriak Calvin kesal karena kegiatan nya terganggu padahal sebentar lagi mereka akan merasakan kenikmatan yang di ingin kan.


Calvin pun langsung berdiri dengan tubuh telanjang nya tanpa rasa malu kepada anak nya sedangkan neis tersipu malu langsung meraih Bathrobe (jubah mandi) yang ada di atas nakas samping tempat tidur nya.


"ada apa bocah?, menganggu saja" ujar Calvin kesal sembari melipat handuk di pinggang nya


"aku ingin memberikan ini kepada mommy" kata arka lalu melangkah mendekati mommy nya yang sedang duduk di tepi ranjang.


"apa ini sayang?" tanya neis.


"baby jangan sebut dia sayang,kau hanya boleh menyebut nya untukku" Calvin langsung merampas kertas yang arka berikan kepada neis.


sedangkan ketiga saudara yang di belakang sana masing memunggungi orang tua nya dan arka yang kini berada di belakang nya


"kalian juga sedang apa di sini?" tanya Calvin kepada ketiga anak kembar nya yang kini berada di lorong pintu.


Varo,Vero dan Arsya langsung mengangkat surat yang mereka pegang secara bersamaan ke atas dengan tubuh yang masih membelakangi.membuat Calvin langsung menepuk jidad nya gelimpungan.