
"kau minggir duduklah di sana" usir Calvin kepada Vero
"apa apaan Dady ini,Dateng Dateng marah seperti ini.seharusnya aku yang marah kepada dady.mengapa Dady mengizinkan para guru itu menghukum ku?,seharus nya Dady melarang mereka apa Dady sudah lupa kalau aku ini anak mu" kesal Vero.
"heyy kau bilang apa tadi?,bukan kah anak bandel seperti mu itu memang harus mendapat hukuman.jangan Karena kamu anak Dady,kamu jadi seenak nya belajar di sekolah mu.di mana mana itu punya aturan,dan jika kau melanggar nya atau membuat onar memang pantas kau di hukum.jadi jangan salahkan aku jika Dady membiarkan mu di hukum karena kau harus tau aturan." jelas Calvin menarik Vero lalu pria matang itu langsung duduk di samping neis merangkul pinggang sang istri nya.
"sayang sudah aku ingatkan padamu,jangan lagi kau mencium mereka seperti itu.kau hanya boleh mencium ku mengerti?" Calvin mencium pipi neis lembut
"aku muak dad melihat sikap mu yang cemburuan seperti ini kepada anak mu sendiri.dady anggap aku apa?,anak atau benalu yang selalu Dady cemburu in" gertak Vero marah
"cih..Dady macam apa kau ini,sangat tidak memiliki bakat menjadi ayah.kau selalu enak membuat nya,namun untuk menjaga hasil nya kau malah abai begitu saja." Vero langsung melenggang menaiki anak tangga.
para pelayan di sana melongo mendengar perkataan Vero yang selalu bar bar di depan Dady nya sendiri.mereka agak sedikit ingin tertawa,namu jika itu terjadi bisa bisa mereka akan langsung kehilangan pekerjaan nya.
"dasar bocah berani nya kau berkata seperti itu kepadaku" geram Calvin berdiri dari duduk nya.
"benar kata Vero,Dady begitu menikmati proses nya tapi Dady buang kita bagaikan sampah" ujar Arsya
"Dady memang memberikan semua nya kepada kita,tapi Dady tidak pernah memeluk kita seperti Dady memeluk mommy setiap saat nya.kasih sayang dari mommy saja tidak cukup untuk kita ber empat.kita butuh Dady apa Dady mengerti sekarang?" kesal Arsya menangis lalu pergi menaiki anak tangga dengan marah.
Calvin sedikit tercengang mendengar perkataan princess cantik nya itu.ini kali pertama nya Arsya berkata semenusuk dalam seperti itu untuk Calvin.
"sayang apa kau dengar keluhan mereka?,kau terlalu overprotektif sayang.mereka itu anak mu sendiri bukan orang lain,jadi tak seharus nya kau cemburu berlebihan seperti ini" ujar neis mengelus punggung Calvin.
Calvin terus berfikir,dia sangat tidak rela jika neis di sentuh oleh siapapun itu.namun benar kata Arsya,selama ini Calvin memang tak pernah punya waktu untuk ke empat anak nya.kenapa kini diri nya merasa malu kepada diri sendiri.
selama ini Calvin tak pernah mengobrol bersama mereka,hanya berkumpul satu waktu di meja makan setiap hari nya.itu juga jika dia tidak sibuk.
"benar kata kamu baby,seharus nya aku meluangkan waktu untuk mereka" ujar Calvin menyesal
"bagaimana jika kita pergi berlibur,besok kan hari minggu.kau ambillah cuti sehari,itu bukan masalah kan.ini demi menjaga ke harmonis keluarga kita sayang." saran dari neis