
beberapa hari berselang,kini Arsya sudah pulang ke rumah namun dia juga harus banyak istirahat.harus menjaga pola makan dan minum nya juga.
"Arsya makan lah" neis terus ingin menyuapi Arsya namun gadis itu sangat enggan untuk memakan nya.
"apa makanan nya tidak enak? kenapa tidak di makan nak?." tanya neis.
"Agas.." tiba tiba saja gadis itu menyebut nama itu lagi setelah beberapa tahun lama nya neis tidak mendengar Arsya menyebut nya lagi
"sayang kau baik baik saja?" tanya neis cemas.
"mom tadi aku melihat nya di rumah Yola,aku benar benar melihat nya" ujar Arsya serius.
"sayang agas itu sudah tidak ada" kata neis meletakkan makanan nya di nakas.
"tidak mommy aku serius melihat nya" Arsya benar benar kekeh
"Arsya" neis memeluk Arsya seperti nya gadis itu sedang merindukan kekasihnya yang telah tiada itu.makan nya Arsya menjadi terbayang bayang wajah agas sehingga seakan akan pria itu berada di sekitar nya.
neis menangis memeluk Arsya erat,ia sangat prihatin dengan kondisi anak cantik nya ini.sudah cukup dulu ia melihat Arsya hilang kendali dan tak bisa berfikir dengan jernih.kini ia tak mau kejadian itu terulang lagi.
neis keluar dari kamar Arsya setelah gadis itu tertidur lelap.masih menyeka air mata nya mencoba untuk kuat.saat ingin pergi ke dapur,arka yang kebetulan ingin menaiki tangga melihat wajah neis yang merah seperti habis menangis itu.
"mommy kau baik baik saja?" tanya arka mendekati neis.
"tapi aku tak yakin kau baik baik saja mom,ada apa?.apa Dady menyakitimu?,katakan padaku mom" arka yakin kalau neis menangis itu sebab Dady nya,lalu siapa lagi kalau bukan dia pikir nya
"bukan sayang,mommy hanya sedih melihat kondisi Arsya sekarang.momy takut kejadian dulu terulang kembali" neis bertambah terisak tangis nya membuat arka langsung memeluk sang mommy.
arka kini faham mengapa neis menangis sendu seperti ini,dia juga merasakan kekhawatiran yang neis rasakan.karena sebagai saudara kembar nya,arka tau semua tentang arsya.kesedihan dan rasa kehilangan Arsya di masa lalu nya juga masih membekas di memori arka.
"kau tau mommy sangat menyayangi kalian semua,mommy tak ingin kalian semua kenapa Napa.terutama Arsya,dia anak gadis mommy satu satu nya.mommy bener bener sangat mengkhawatirkan nya" neis masih terisak memeluk arka.
"mommy tenang saja,aku janji tak akan membiarkan Arsya terluka lagi.aku janji akan selalu menjaga Arsya untuk mommy" ucap arka.
ketika sedang berpelukan sendu seperti itu tiba tiba Calvin datang dengan mata api membara nya.dia benar benar kalap melihat pemandangan yang kini ia lihat.
baru saja ia pulang kerja,datang ke mansion untuk melepas letih nya dan ingin bersemayam manja kepada sang istri.kini dia kalah satu langkah dari anak nya,arka sudah lebih dulu mendapatkan hangat nya pelukan dari neis.
"sedang apa kau tembok,menjauhlah dari istri ku" Calvin langsung memisahkan pelukan mereka berdua membuat kedua nya terkejut mendapati hal itu dengan tiba tiba.
"Dady apa apaan ini" kesal arka.
"baby? kau menangis?.siapa yang berani membuat mu menangis seperti ini,apa tembok ini melukai mu?.apa yang dia lakukan padamu katakan padaku,biar aku hajar dia agar tembok ini hancur berkeping keping" Calvin memegangi kedua pipi neis menatap wanita nya dengan sangat cemas.
"aku ke kamar dulu mom,malas melihat drama opah naga ini" arka melenggang pergi ke ingin ke kamar nya.