
Setelah drama kedatangan dad Alex kemarin siang, saat ini ketiga orang tersebut memutuskan pulang ke Indonesia untuk menyelenggarakan pernikahan.
Bukan bertiga, lebih tepatnya berdua yaitu dad Alex dan Ana yang pulang menggunakan jet pribadi. Sedangkan Dave masih terbaring lemah di sebuah rumah sakit swasta di London akibat pukulan dari dad Alex yang menyebabkan nya sampai dilarikan ke rumah sakit. Kemungkinan besar dia akan pulang setelah sembuh dari luka-lukanya.
Ternyata setelah dad Alex memberi bogem mentah pada kemarin siang itu belum membuat nya puas setelah mendengar semua pengakuan anak buahnya yang dikirim untuk menjaga Ana pagi tadi.
Sebelum nya tiga orang itu berencana akan pulang ke Indonesia bersama menggunakan jet pribadi dad Alex, tetapi setelah sang Daddy mendengar pengakuan dari anak buah nya, membuatnya kelap dan langsung menyerang Dave yang sedang ada di hadapannya.
Para pengawal pribadi putrinya mengaku telah berbohong karena diancam oleh Dave. Saat pertama kali Dave datang ke apartemen sebenarnya para pengawal itu hampir saja melaporkan ke tuan Alex. Tapi tiba-tiba saja dari arah belakang ada beberapa anggota kelompok menyerang, dan ternyata mereka yang tidak lain dan tidak bukan adalah orang-orang suruhan Dave.
Para pengawal Ana dipaksa memberikan kode akses masuk ke apartemen Ana dan meminta untuk jangan melaporkan pada dad Alex, jika tidak maka nyawa keluarganya akan terancam.
Para pengawal Ana yang mengetahui siapa Dave tentu saja sangat takut, dia tahu seberapa besar kekuatan Dave di negeranya.
Hingga akhirnya mereka mengikuti semua perintah orang suruhan Dave dengan syarat tidak menyakiti Ana dan selalu menjaganya. Bagaimana pun, mereka tetap ingin menjaga amanah dari Tuan Alex yang menyuruh mereka terus memantau Ana. Dan mereka menyanggupi dengan begitu yakin.
Bahkan saat itu Dave muncul di sana dan berjanji pada para pengawal Ana akan menjaga nya dengan sangat baik. Oleh karena itu mereka yakin dan percaya kalau putri dari Tuan nya akan baik-baik saja karena dijaga oleh Dave.
Dave tentu saja sangat yakin ingin menjaga Ana sebaik mungkin karena memang inilah tujuan nya datang ke London, tapi itu hanya berlaku sementara karena setelah melihat langsung raga wanita nya, jiwa lelaki nya seketika bereaksi dan menginginkan berbuat lebih. Hingga akhirnya pergulatan tak terelakkan terjadi antara sepasang manusia.
Dan setelah mengetahui semua penjelasan dari pengawal putri nya, dad Alex begitu murka dan tanpa menunggu waktu lagi dia kembali menghajar Dave habis-habisan hingga dia tak sadarkan diri karena Dave tak melawan amukan dad Alex.
Ana yang mengetahui kejadian itu menangis sejadi jadinya, dia sangat khawatir pada calon suami yang sangat dicintainya itu. Tetapi tangisan Ana tak menggoyahkan sedikit pun kemurkaan dad Alex. Dan setelah puas memukuli Dave hingga tak sadarkan diri, dad Alex menyuruh beberapa orang untuk membawa ke rumah sakit.
Ana yang ingin ikut pergi ke rumah sakit langsung di cegah oleh sang Daddy, bahkan dad Alex mengancam bila dia nekat pergi ke rumah sakit maka dia akan menarik restu pernikahan nya.
Hingga akhirnya mau tak mau Ana hanya bisa pasrah menuruti dad nya dengan perasaan tak menentu, dia sangat khawatir pada calon suaminya tapi apalah daya, dia pun tak memiliki kuasa untuk sekedar menjenguk atau mengetahui keadaan nya.
Dan disinilah mereka saat ini, di dalam sebuah jet yang sebentar lagi akan lepas landas ke Indonesia. Ana harus merelakan meninggalkan tempat ini dengan hati yang berkecamuk. Bukan karena kuliah nya berhenti, tetapi karena separuh jiwanya masih berada di kota ini dan sedang terbaring lemah di rumah sakit. Entah saat ini Dave sudah mendapatkan kesadarannya kembali atau belum, karena Ana tak memiliki akses untuk berkomunikasi dengan Dave karena ponselnya disita oleh sang Daddy.
Ternyata dad Alex begitu kejam memberi hukuman mereka berdua, walaupun sudah di izinkan menikah tapi bila mereka dibuat tidak bisa bertemu tetap saja rasanya seperti ingin berteriak keras untuk menghilangkan rasa sesak di dada karena rindu terpisah.
"Dad,"
"Issh ... Daddy!" Ana mengguncang tubuh dad Alex yang saat ini berada di sebelah kursi nya. "dad, Ana mohon sekali saja hubungi Dave. Ana hanya ingin memastikan keadaan nya, please ...,"
Jika biasa nya rengekan seperti ini akan membuat dad Alex luluh, tapi sekarang tak kunjung membuat hatinya goyah. Bahkan sekarang wajah nya terkesan datar menatap ke arah jendela tanpa mau melihat kearah putri nya yang berada di sebelah nya.
"Daddy, please ... Ana janji tidak akan bicara dengan Dave, tapi ku mohon tanyakan keadaan Dave saat ini." Bola mata Ana bahkan sudah berkaca-kaca. Dia begitu khawatir dengan keadaan Dave mengingat saat dibawa ke rumah sakit laki-laki itu benar-benar terluka parah. Bahkan belum kering luka-luka nya yang kemarin, sudah ditambah lagi luka nya.
"Cih, Daddy bahkan tidak yakin dia sudah siuman." Dad Alex tersenyum sinis menatap ke arah snag putri sejenak.
Mendengar perkataan daddy nya berhasil membuat air mata Ana jatuh seketika.
"Daddy jahat! Kenapa selalu menggunakan kekerasan untuk menghukum Dave?!"
"Karena dia pantas mendapatkan nya," Sahut dad Alex cepat dengan hati penuh kedongkolan. Dia sedikit tak suka saat putri nya membela Dave mati-matian.
"Kalau Dave pantas, berarti Ana juga pantas mendapatkan nya? Begitu kan, dad? Kalau begitu, lebih baik pukul Ana juga!" Sahut Ana berapi-api.
"Ana," Tegur dad Alex menahan rasa gemuruh di hati. Sebisa mungkin dia harus bisa mengendalikan diri agar rak melukai sang putri meski kesal padanya.
"Kenapa?! Bukankah yang Ana katakan benar? Dalam hal ini bukan hanya Dave yang salah, tapi Ana juga salah." Sahut Ana tanpa takut tatapan tajam Daddy nya. Entah dari mana Ana mendapatkan keberanian menentang sang Daddy, padahal biasanya dia tak pernah sekalipun membantah perkataan kedua orang tua nya.
"Jangan terus membelanya, Ana!" Geram dad Alex.
Ana tahu, jika sang Daddy sudah memanggil namanya itu berarti sang Daddy benar-benar sudah marah.
"Yang aku katakan benar, dad. Dalam hal ini Ana juga salah, seharusnya kalau Daddy ingin memukul, pukul juga Ana jangan hanya Dave!"
"Hentikan, Ana!!! Bentak dad Alex dengan kemarahan yang sudah memuncak. Nafas nya tersengal-sengal naik turun. Mata nya memerah tanda kemarahan.
"Daddy, jahat." Gumam Ana lalu berlari dari tempat duduknya untuk menuju kamar.
Dad Alex hanya menatap nanar sang putri, sungguh dia tak sengaja membentak putrinya karena sudah tak bsia mengendalikan emosi.