Mr. Dave, I Love You!

Mr. Dave, I Love You!
Warna Cokelat masih Coklat



Setelah menunggu hampir 2 jam lama nya akhirnya para personel grub gesrek melihat Ana baru saja keluar dari private room dengan wajah yang terlihat sangat kelelahan.


Lalu di susul oleh laki-laki yang di yakini atasan Ana karena tadi mereka kesini bersamaan.


"Woyy Ana..! Kenapa tuh muka kusut amat?! Belum di setrika ya?! HAHAHA." Kata Fathur yang memang suka sekali menggoda orang dengan kata-kata somplak nya Lalu di ikuti tawa nyaring dari teman-teman nya.


Sedangkan Ana hanya bisa memanyunkan bibir sembari cemberut dengan kaki yang terus melangkah menuju meja tempat 4 orang itu berkumpul.


"Jangan cemberut gitu dong, Baby ... Nanti manis nya ilang." Kata Bella saat melihat wajah Ana terus saja cemberut.


"Ini aku ada coklat, buat balikin mood my honey yang paling cantik." Liam ikut menimpali, lalu menyodorkan satu batang coklat yang dia bawa.


" Gak ah." Ana menolak pelan coklat yang di sodorkan Liam. Dia memang sedang tidak mood melakukan apapun setelah acara meeting selesai.


"Kenapa nggak mau?! Ini coklat kesukaan mu loh, enak." Kata Liam sembari menatap coklat yang ada di tangan nya, coklat itu merupakan coklat kesukaan Ana dulu saat SMA. Dulu saat Ana selalu tidak berhasil dalam mengerjakan tugas dan berakhir bad mood maka salah satu mengembalikan mood nya adalah dengan memakan coklat itu.


"Jangan-jangan cokelat nya bekas mu kali..?!" Tanya Fathur melihat coklat yang ada di tangan Liam sembari di bolak-balik.


"Enggak kok. Ini masih utuh." Jawab Liam sembari mengati.


"ATAU ...!" Kata Fathur menghentikan sejenak perkataan nya lalu mengambil cokelat batangan di tangan Liam.


"WARNA COKELAT NYA KURANG COKLAT ..?" Kata Fathur heboh sembari membuka bungkus cokelat itu.


"Hahahaha ...!"


Seketika perkataan Fathur yang begitu keras itu mengundang tawa dari beberapa pengunjung yang mendengar nya.


Ternyata ke-somplakan Fathur belum juga hilang meski sudah beberapa tahun tidak bertemu. Dua masih Fathur yang dulu, di mana setiap perkataan nya selalu mengandung komedi yang membuat orang-orang tertawa karena mendengar perkataan nya.


"Eh ... masih coklat kok. Lihat nih, masih coklat." Fathur memperlihatkan warna cokelat itu ke teman-teman yang lain.


"Eh, iya bener ... masih cokelat. Kenapa nggak di makan honey ... Ini warna nya coklat kok ... " Sahut Bella menimpali dengan ekspresi bodoh nya.


Dia tidak menganggap bahwa perkataan Fathur itu hanya lah sebuah lelucon, jadi dia mengiyakan begitu saja dengan apa yang di katakan kekasih nya.


Memang dasar pasangan gesrek! Dua-dua nya tidak ada yang waras.


Sedangkan Maudy hanya mendengus kesal melihat tingkah sahabat-sahabat nya yang tidak pernah berubah padahal umur mereka sudah bertambah.


Liam masih sibuk memposting kegiatan nya hari ini, kemudian meng-upload nya ke dalam aplikasi jejaring sosial untuk menambah followers.


Ana sendiri hanya diam tak merespon apapun yang di lakukan sahabat somplak nya. Dia masih terlalu memikirkan meeting perdana nya tadi, di mana dia sendiri yang melakukan presentasi bahkan belum melakukan persiapan apapun.


Entah Dave memang melakukan nya dengan sengaja untuk mempermalukan nya di depan para pebisnis atau memang itu bukan rencana awal nya.


Tiba-tiba Dave mendapatkan kabar kalau mobil yang di tumpangi sekertaris serta asisten pribadi nya menabrak pembatas jalan sehingga mereka harus berurusan dengan polisi. Mereka tidak bisa mengikuti acara meeting kali ini karena dua-dua nya sama-sama di interogasi.


Salah satu mobil yang berada di belakang mobil sekertaris dan Asisten Dave ikut menabrak mobil nya dari belakang karena tidak kuat mengerem mobil itu secara mendadak.


Memang saat itu pak asisten mengatakan mengendarai mobil dengan kecepatan cukup tinggi, dengan alasan mereka harus segera sampai di tempat tujuan.


Sehingga kendaraan yang berada di belakang nya pun ikut melaju dengan kencang, namun saat mobil pak Asisten tiba-tiba terhenti akibat menabrak pembatas jalan, mobil yang di belakang nya pun ikut menabrak nya karena tidak sanggup mengerem.


Sehingga kendaraan yang di belakang mobil itu melakukan hal sama, akibat nya terjadi tabrakan beruntun.


Untung saja tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun kerugian yang di timbulkan juga tidak sedikit karena melihat mobil yang ikut rusak dalam kecelakaan itu cukup banyak.


Bukan hanya itu, mobil-mobil yang ikut menjadi korban kecelakaan beruntun itu pun termasuk mobil yang mahal. Sehingga asisten Dave harus mengganti rugi untuk biaya pembetulan kerusakan mobil mereka.


Sedangkan para korban kecelakaan hanya mengalami luka kecil akibat benturan di dahi saat dengan dasboard mobil.


"Honey ... kami kenapa? Tidak biasa nya kamu lesu seperti ini? Cerita kan pada ku honey ... Apa boss mu yang tampan itu memarahi mu?!" Tanya Bella tanpa jeda.


"Sayaaanggg... kau tega sekali memuji ketampanan pria lain di hadapan ku!" Kata Fathur tak terima saat tanpa sengaja Bella mengatakan bahwa Dave tampan.


"Dia memang tampan honey, tapi kau tetap yang paling tampan dan paling imut. Bikin aku gemes ingin mencubit pipi mu." Kata Bella sembari meletakkan jari-jemari nya di pipi Fathur.


"Ah... so sweet baby." Fathur membalas cubitan kecil di pipi Bella dengan senyum nakal nya.


Liam dan Maudy terlihat jengah melihat ke-bucin-an mereka yang sejak dulu tidak pernah berubah, terlihat sangat lebay di mata orang-orang namum sangat romantis menurut pasangan itu.


Sedangkan Ana masih belum merespon pertanyaan teman-teman nya, dia masih begitu shock saat tiba-tiba Dave menunjuk Ana untuk presentasi menggantikan sekertaris nya.


Jika saja dia tahu sebelum nya kalau akan seperti ini, pasti Ana tidak akan mau ikut Dave.


Tapi ya sudah lah lagian ini sudah terjadi. Tapi rasa nya Ana masih sangat malu saat tiba-tiba dia berbicara dengan nada bergetar.


Ana memang belum terbiasa berbicara di depan umum, jadi sebenarnya wajar jika Ana terlihat nervous atau grogi.


Tapi tetap saja, Ana merasa kesal dan menyesal karena tidak mempersiapkan diri sebelum nya.


"Ana." Panggil seseorang dengan suara berat nya dari belakang kursi yang Ana duduki.


"Hallo om, saya teman Ana. Senang bertemu dengan Anda." Tiba-tiba saja Liam memperkenalkan diri sebelum Ana menoleh ke arah nya dengan senyum merekah nya.


Seperti nya Liam memiliki maksud terselubung pada Dave, tapi entah lah apa yang ingin di lakukan Liam kali ini untuk menambah viewers postingan nya.


Sedangkan Dave sendiri tak menanggapi sapaan Liam. Bahkan wajah nya terlihat datar dan dingin seperti biasa.


Tak ada ekspresi ramah sedikit pun melihat teman-teman Ana.