Mr. Dave, I Love You!

Mr. Dave, I Love You!
Menjelaskan



"Ada apa, Dave? Apa ada hal penting?" Tanya papi Ello berjalan tergesa-gesa menuju sofa yang saat ini sedang ada Dave serta istrinya.


"Duduk dulu, Pi." Mom Buu menyambut suaminya yang baru saja pulang lalu meraih tas serta jasnya yang sudah disampirkan di lengan.


Setelah memberikan jas serta tas kerjanya pada mom Buu, papi Ello ikut bergabung duduk di sebelah istrinya.


"Ada apa, Dave? Sepertinya sangat serius." Tanya papi Ello sembari memandangi wajah anaknya yang terdapat banyak luka lebam di sana.


Rasa penasaran papi Ello tentang bertanya penyebab luka-luka di wajah anak sulungnya berhasil ia kesampingkan. Karena dia lebih memilih untuk segera mendengarkan apa yang sedang terjadi pada putra sulungnya.


Hah, Dave mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya sebelum menjelaskan permasalahan pada orang tuanya.


"Begini, Pi..." Dave menghentikan perkataannya, kemudian melirik sejenak pada mommy nya yang saat ini juga sedang serius menunggu pembicaraan nya.


"Aku ..." Dave menceritakan semua kejadian dami kejadian yang menimpa nya tanpa menutupi sedikitpun.


Mulai dari jebakan yang menimpa antara dia dan Sonya, lalu dia menjatuhkan hatinya di awal pertemuan nya dengan Ana, perlakuan-perlakuan buruknya pada Ana agar gadis itu bisa menjauhinya, dan yang terakhir ... Ana pergi meninggalkannya akibat sikapnya yang terlampau jahat pada gadis itu. Dan disaat dia sudah mendapatkan bukti kebenarannya, Ana sudah pergi jauh meninggalkan Dave seorang diri.


Kemudian mendatangi kediaman Tuan Alex, bukannya mendapatkan solusi, ternyata kemarahan Tuan Alex lah yang di dapatnya.


Setelah mengatakan semua kejadian itu, baik papi Ello maupun mommy Buu masih diam seribu bahasa. Tak ada yang lekas membuka mulut untuk sekedar menenangkan atau memberi solusi pada Dave.


Sekitar lima belas menit mereka habiskan untuk berdiam dengan pikiran masing-masing, tiba-tiba saja mom Buu mendongakkan wajah dengan mata yang sudah sembab. Ternyata sejak tadi dia tak membuka suara karena mom Buu menangis.


"Ini semua gara-gara, papi!" Sentak mom Buu dalam keheningan. Membuat Dave dan papi Ello kaget dan menatap kearahnya.


"Ini semua pasti karma dari perbuatan Papi!! Lihatlah anakmu, dia yang mendapatkan karma nya!! Dave yang menanggung dosa dari semua masa lalu buruk papi!!" Kata mom Bulan menggebu-gebu dengan wajah yang sudah berlinangan air mata.


"Sayang ... ma-"


"STOP!! Jangan katakan apapun dan jangan berusaha mengelak apapun alasannya!! Andai saja masa lalu papi baik, maka anak kita tidak akan mengalami hal buruk ini!!" Pekik nya lagi.


Saat papi Ello berusaha untuk mendekati istrinya, mom Buu lebih dulu melarangnya agar tak mendekat dengan isyarat tangan nya.


"Stop, mi. Please ... jangan menyalahkan papi. Semua ini memang sudah suratan takdir. Mungkin memang ada yang tidak suka dengan Dave, jadi orang itu menjebak ku. Tidak perlu dikaitkan dengan masa lalu papi." Sahut Dave. Dia rak ingin Papinya disalah-salahkan mommy nya.


"Tapi yang mommy katakan itu benar, Dave. Semua ini karena masa lalu papi yang buruk, dan kamu harus menanggung akibatnya." Sahut mommy bulan masih kukuh dengan pendiriannya.


"No, mom. Semua orang memiliki masa lalu, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Dan apapun itu kesalahan papi di masa lalu tidak ada kaitannya dengan masalah Dave saat ini." Jelas Dave.


...❤️❤️❤️...


Sorry up dikit, mata udah berat padahal masih jam segini.🙏😆


Terimakasih buat semua teman-teman yang nggak bosen baca novel receh ku.❤️


Semoga terhibur. 🤗


Ini untuk visual papi Ello di masa senja ya!



Buat yang nunggu visual Dave mungkin ada yang bisa kasih?


Aku sendiri Bingung mau cari siapa buat jadiin visual Dave, ga ada yang cocok!😆


Udah deh gitu aja...


See you next chapter, byeeee👋


Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆


Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆


Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆


Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆


Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆


Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆


Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆


Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆


Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆


Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆


Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆


Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆Ga usah di scroll lagi g ada apa-apanya 😆