
Mobil yang dikendarai Dave akhirnya sampai di apartemen. Dengan sigap Dave menggendong Ana seperti anak koala dan berjalan memasuki apartemen.
Tempat yang pertama kali dituju adalah kamar. Setelah pergulatan panas di dalam mobil membuat tubuhnya kehilangan sebagian energi nya, jadi lebih baik mengistirahatkan tubuh nya sejenak pikirnya.
Klek
Dave membaringkan tubuh Ana yang sedari tadi tertidur dengan penuh kehati-hatian karena tak ingin membuat wanita nya terbangun. Namun ternyata usaha nya tidak berhasil saat menyadari tentang wanita nya masih berada di alam sadar.
"Dave, aku mau lagi."
Brukk
Tanpa menunggu jawaban dari Dave, Ana lebih dulu membalikkan posisi hingga saat ini Dave berada di bawah Ana.
Dave yang tidak siap, hanya bisa menerima setiap sentuhan yang diberikan Ana. Ana benar-benar terkesan sangat agresif kali ini.
Entah karena efek obat perangsang yang memang belum hilang atau memang naf-su Ana yang terlalu tinggi, Dave tidak bisa membedakannya.
Dengan lincah nya Ana melepaskan seluruh kain yang menempel di tubuh Dave dan dirinya, lalu tanpa membuang-buang waktu Ana kembali melakukan penyatuan.
Dave benar-benar di buat tak berdaya dibawah Ana. Dia hanya bisa menerima setiap kenikmatan yang diberikan Ana karena saat ini tubuh nya benar-benar dikendalikan oleh Ana.
"Dave..!"
"Ana..!"
Dua manusia itu saling menyebut nama mereka penuh cinta. Bahkan suara eran-gan dan desa-han memenuhi di seluruh ruangan apartemen.
Seakan-akan dunia hanya milik berdua, bahkan mereka tak mendengar ataupun melihat ke arah lain karena fokus mereka adalah menikmati penyatuan saat ini.
Sedangkan di luar kamar itu sedang terjadi keributan karena mendengar suara-suara laknat dari sepasang manusia tanpa ikatan suci.
Pintu kamar yang saat ini sedang dihuni oleh sepasang kekasih itu berusaha didobrak oleh orang yang baru saja memasuki apartemen.
"Aarrghh...!"
"Aahhh ...!"
Keduanya mengerang keras saat berhasil mengeluarkan cairan percintaan. Mereka sungguh menikmati surga dunia yang baru saja diraih hingga tak menyadari gedoran pintu yang semakin keras.
Peluh membanjiri ditubuh keduanya, tubuh Ana ambruk di atas tubuh Dave tanp melepaskan penyatuan. Nafas mereka masih terengah-engah, mencoba menghirup oksigen sebanyak-banyaknya dengan sangat rakus.
Satu tangan Dave diletakkan di atas punggung polos wanita nya sedang satu tangan nya dia gunakan untuk membelai rambut berantakan yang sudah bercampur keringat dan sesekali menyeka keringat yang keluar begitu deras.
"Kami hebat sayang. Terimakasih,"
Cup.
"Emm ...," Ana hanya bergumam karena tubuhnya terasa begitu lelah dan matanya terasa berat. Sepertinya pergi ke alam mimpi adalah cara terbaik untuk menghilangkan rasa lelah ditubuhnya.
Brakk
Baru saja matanya terbuai ke alam mimpi, tiba-tiba dirinya dikagetkan oleh suara keras di dekatnya.
Siapapun orang yang melihatnya sangat mengetahui bahwa orang yang ada dihadapannya ini sedang menahan amarah yang begitu membara.
"Daddy?!!" Pekik Ana akibat reflek dari keterkejutan nya.
Dua manusia itu langsung bangun dari tidur nya dengan posisi saling memeluk karena dua-duanya masih sama-sama polos.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?!!" Bentak dad Alex yang baru datang.
Dia terlihat berjalan mendekati ke arah putri kandungnya dan juga anak dari sahabat nya dengan langkah pasti dan nafas yang masih naik turun. Hal itu benar-benar membuat mereka ketakutan, terlebih Ana yang saat ini tak berani menatap sang Dady.
"APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA PUTRI KU, BASTARD!!"
Bug bug bug
Tidak menunggu penjelasan atau sekedar memberi waktu untuk memakai pakaian, Dave lebih dulu di serang dad Alex. Hal itu membuat Ana berteriak histeris, dia tak bsia membiarkan dipukuli seperti ini karena semua ini bukan sepenuhnya salah Dave karena dua-duanya sama-sama menginginkan.
"KENAPA KAU MERUSAK PUTRIKU YANG SELAMA INI KU JAGA DENGAN BAIK, HA??!!!"
Bug bug bug.
"Daddy, ku mohon lepaskan, Dave!! Dia tidak bersalah!!"
Ana berusaha menarik tangan daddy-nya agar melepaskan cengkraman nya pada tubuh Dave yang saat ini begitu pasrah menerima setiap pukulan dari sang Daddy.
Seperti orang sudah kesetanan pada umumnya, dad Alex seakan tuli dengan apa yang dikatakan Ana. Dia terus saja memukul Dave dengan membabi buta. Dave yang hanya pasrah menerima setiap pukulan dari dad Alex semakin membuat nya terluka parah. Terlihat sudut bibirnya mengeluarkan darah yang lumayan banyak, Bukan hanya disitu, di sebelah mata bagian kiri pun ikut menjadi korban tinjuan dad Alex hingga menyebabkan dia tak bisa membuka matanya karena menahan sakit.
"Daddy ... Sudah!! Ku mohon dengarkan penjelasan Ana..!" Ana tetap berusaha mengehentikan pukulan itu dengan sekuat tenaga nya tanpa memperdulikan tubuhnya yang tak berpakaian.
"Minggir!!!" Sentak dad Alex sembari mendorong tubuh Ana terkait terjatuh dan kepalanya membentur headboard ranjang sampai mengeluarkan darah persis di bagian alis sebelah kanan.
Dave yang menyadari Ana terjatuh langsung menoleh kearahnya.
"Ana..!" Teriak nya dengan satu tangan nya yang ingin menjangkau tubuh wanita nya tetapi tidak bisa.
Begitu pula dengan Daddy Alex yabg menyadari putri nya terjatuh langsung tersadar dan melihat kearahnya dengan tatapan cemas. Tetapi hal itu hal itu hanya berlaku sementara, karena setelah nya dad Alex kembali berwajah dingin dan menatap tajam pada putrinya.
"Kenapa kau sudah terluka?!! Sedang Daddy belum memberi hukuman untuk mu!!" Kini tatapan tajam dad Alex beralih pada putrinya yang saat ini terdapat darah mengalir yang bermuara dari sudut alis.
Ana tak bisa berkata-kata, yang dilakukan nya hanya menunduk dengan cairan bening yang mulai mengalir. Sedang dad Alex semakin mendekat kearah putri nya dengan tatapan membunuh.
Tanpa diduga, dad Alex mencengkeram kuat rahang Ana hingga membuat dua mata itu bertatapan dengan dua bola mata Daddy nya yang terlihat betapa kecewanya sang Daddy kali ini.
Dalam sudut hatinya, Ana merasa sangat menyesal sampai membuat daddy nya begitu kecewa.
Betapa tidak kecewa? Putri yang dirawat nya selama ini penuh kasih dan sayang. Selalu dijaga nya sepanjang waktu, tapi ternyata Ana sendiri lah yang merusak tubuhnya.
Orang tua mana yang tidak kecewa saat dirinya berinisiatif memberi kejutan, tetapi dirinya lah yang terkejut karena semua ini.
Dia bahkan sebelumnya tak mengetahui kalau Dave menyusul putri nya, karena sampai saat ini orang-orang yang menjaga putri nya bahkan tak memberi kabar apapun. Dan saat ditanya apa yang dilakukan putri nya, mereka hanya menjawab putri nya beraktivitas seperti biasa dan dalam keadaan baik-baik saja.
Ada yang tidak beres disini, tapi kenapa?